Tuntutan ringan terhadap terdakwa syiah penyerang Az-Zikra menimbulkan tanda tanya.

Sidang kasus penyerangan Az Zikra di Pengadilan Cibinong Bogor (foto: suara islam)

Inilah beritanya.

***

 

Kasus Az-Zikra: Jelang Tuntutan, Terdakwa Syiah Baru Datang Sore Hari, Ada Apa?

KIBLAT.NET, Cibinong – Jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri yang menangani kasus penyerangan Az-Zikra telah menyiapkan tuntutannya. Sidang pembacaan tuntutan digelar hari ini, Senin (11/05).

“Sudah siap semuanya,” kata jaksa Yana Yusuf, kepada Kiblat.net sebelum pelaksanaan sidang di Pengadilan Negeri Kelas II Cibinong.

Tek seperti biasanya, hari ini sidang lanjutan kasus Az Zikra baru berlangsung setelah azan Ashar berkumandang. Sebelumnya, sidang biasa digelar pada pagi hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kiblat.net, panitera mengaku bahwa sidang baru dimulai sore hari dikarenakan ada keterlambatan kedatangan terdakwa kelompok Syiah dari tahanan.

Hari ini jaksa dalam kasus ini pun terpantau datang setelah pukul 14.00 WIB, menjelang sore hari.

“Tadi masih ada keperluan dulu sih,” kata jaksa Yana.

Reporter : Imam S.

Editor: Fajar Shadiq


Dianggap Bersalah, Penyerang Az-Zikra Paling Tinggi Hanya Dituntut 10 Bulan

KIBLAT.NET, Cibinong – Jaksa Penuntut Umum  menganggap para pelaku penyerangan Az-Zikra terbukti bersalah melakukan pengeroyokan. Namun, tuntutan jaksa kepada para terdakwa paling tinggi hanya diganjar hukuman 10 bulan penjara.

Di ruang sidang Purwoto Gandasubrata, para terdakwa utama kasus penyerangan Az-Zikra, Ida Bagus Nandoko, Ibrahim Umar Al Habsy, Hara Titis Dewa Kharisma, Syamsuri, dan Syarifudin kembali menghadiri sidang lanjutan.

Para pelaku ini diketahui sama-sama berasal dari kelompok Majelis Taklim Hubbul Islah. Mereka juga mengakui bahwa mereka menganut sekte Syiah.

Jaksa Penuntut Umum menyatakan para pelaku utama penyerangan Az Zikra melanggar pasal 170 ayat dua kesatu KUHP. Akibat melanggar pasal tersebut, para pelaku diancam hukuman lebih dari 5 tahun penjara.

“Para terdakwa terbukti dengan terang-terangan dan tenaga besama-sama melakukan kekerasan,” kata jaksa Yana Yusuf, saat membacakan tuntutan dihadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Cibinong, Senin (11/05).

Dalam persidangan tersebut, jaksa hanya menuntut pemimpin penyerangan Az Zikra, Ida Bagus Nandoko, dengan hukuman 10 bulan penjara. Sementara, Ibrahim Umar al Habsy dituntut hukuman penjara 7 bulan.

Sedangkan, Hara Titis Dewa Kharisma, yang merupakan anak dari Ida Bagus Nandoko dituntut dengan hukuman 6 bulan penjara. Tuntutan yang sama juga ditujukan kepada dua bersaudara, Syamsuri, dan Syarifudin.

Dari keseluruhan 34 orang yang menjalani sidang di ruang berbeda, jaksa hanya menuntut hukuman 4 bulan penjara.

Dalam berkas tuntutannya, jaksa juga menyatakan bahwa Ida Bagus Nandoko yang menjadi pemimpin penyerangan di Az Zikra berbelit-belit memberikan keterangannya.

Reporter : Imam S.

Editor: Fajar Shadiq

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.222 kali, 1 untuk hari ini)