Screenshoot dari tampilan streaming/ytb

Ada yang asyik nyokot roti pakai tangan kiri saat kyai di depannya yang pegang mic sedang serius-seriusnya menekankan pentingnya zuhud dan menegakkan kebenaran.

Ini adalah acara apa yang mereka sebut Haul Gus Dur dan Gus Im di PWNU Jawa Timur, Kamis malam 11 Agustus 2022.

Dalam Islam, makan dan minum itu perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pakai tangan kanan. Karena setan makan dan minum pakai tangan kiri.

Makan dan minumlahlah dengan tangan kanan

عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُوْلَ اللّهِ ﷺ قَالَ: إِذَا أَكَلَ أحدُكُم فَلْيَأْكُلْ بِيَمِيْنِهِ . وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِيْنِهِ . فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ (رواه مسلم)

Dari Ibnu ‘Umar r.a, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “jika seseorang dari kalian makan maka makanlah dengan tangan kanannya dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya” (HR. Muslim)

Ketika orang sengaja makan dan minum pakai tangan kiri tanpa ada uzur yang dibolehkan oleh Islam, maka dikhawatirkan orang itu mengikuti cara setan. Padahal dalam Islam, ada larangan mengikuti langkah-langkah setan.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَى مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya. Tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui” (QS. An-Nuur [24]: 21).

(nahimunkar.org)