Inilah beritanya.

***

Senin 09 Nov 2015, 11:29 WIB

Militan Beraksen Inggris Rayakan Jatuhnya Pesawat Maskapai Rusia

Novi Christiastuti – detikNews

Pesawat-Rusia001

Puing pesawat Rusia yang jatuh di Sinai, Mesir (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany)

London – Muncul kekhawatiran militan kelahiran Inggris berada di balik jatuhnya pesawat maskapai Rusia, Metrojet di Mesir. Intelijen merekam percakapan para militan dengan aksen Inggris yang merayakan jatuhnya pesawat dengan 224 penumpang dan awak tersebut.

Dilaporkan media Inggris, mirror.co.uk, Senin (9/11/2015), badan intelijen Inggris, GCHQ, menangkap suara beberapa militan dengan aksen Inggris dalam obrolan yang disadap dari komunikasi kelompok militan di Sinai, lokasi jatuhnya pesawat jenis Airbus A-321 tersebut.

Bahkan disebutkan lebih detail bahwa ada beberapa militan yang bicara aksen Birmingham dan London yang terdengar tengah merayakan jatuhnya pesawat dalam obrolan yang disadap intelijen Inggris. Sadapan yang sama mendasari Inggris berani menyatakan bom menjatuhkan pesawat tersebut.

Seorang sumber menuturkan kepada media Inggris, Sunday Express soal kecurigaan keterlibatan militan asal Inggris dalam insiden ini. “Terdapat juga beberapa komunikasi internet yang menunjukkan keterlibatan Inggris dalam serangan. Ini merupakan operasi terencana yang sangat rumit dan hati-hati yang melibatkan banyak pergerakan,” sebutnya.

Media Inggris lainnya, The Telegraph juga melaporkan dugaan serupa berdasarkan informasi intelijen. “Laporan muncul bahwa militan yang terekam intelijen Inggris terkait serangan (terhadap pesawat maskapai Rusia) — bagian dari obrolan yang membuat Kantor Perdana Menteri Inggris mengkonfirmasi jatuhnya pesawat sebagai serangan teror — berbicara dalam aksen Inggris,” sebutnya.

Namun The Telegraph menyatakan informasi ini belum bisa dikonfirmasikan. “Terlalu dini menyimpulkan bahwa pelakunya warga Inggris, tapi jika benar, laporan ini akan memunculkan situasi darurat untuk isu pelaku jihad asing dari AS yang bergabung dengan ISIL (nama lain ISIS),” imbuhnya.

Para pakar dari Rusia, Prancis, Jerman dan Irlandia yang dipimpin otoritas Mesir tengah bekerja untuk menganalisis isi perekam penerbangan pada kotak hitam pesawat. Menurut mereka, perekam suara kokpit menunjukkan memang ada suara ledakan yang terdengar. Namun media Rusia menyatakan, informasi dari kotak hitam pesawat tidak akan banyak berguna dalam menentukan penyebab jatuhnya pesawat.

Pesawat-Rusia002

Kotak hitam pesawat (AFP/Egyptian Civil Aviation Ministry)

(nvc/ita)/ news.detik.com/internasional

***

Intelijen Meyakini Pesawat Rusia Meledak karena Bom

Senin, 9 November 2015 – 12:37 WIB

Sejumlah pejabat senior di badan intelijen, militer, dan komunitas keamanan nasional, meyakini bom yang meledakkan pesawat itu

MINISTRYOFVIRALAFFAIRS.COM

Pesawat-Rusia003

Begini kondisi pesawat Airbus 321 milik Rusia yang jatuh

Hidayatullah.com–Tim investigasi dan penyelidik kecelakaan pesawat Metrojet bernomor penerbangan 9268 dari Rusia, 90 persen yakin penyebab kecelakaan pesawat di Mesir itu adalah ledakan bom.

Salah satu penyelidik, kepada Reuters, mengatakan suara berisik yang terdengar di detik-detik akhir rekaman suara di kokpit adalah suara ledakan bom.

Pesawat Airbus A321 itu mengalami kecelakaan 23 menit setelah tinggal landas dari resor wisata Sharm al-Sheikh di Mesir, pada pekan lalu. Kecelakaan itu menewaskan 224 penumpang dan kru pesawat. Kelompok ISIS di Sinai mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut.

“Indikator dan analisis sejauh ini menunjukkan bahwa suara di kotak hitam mengindikasikan bahwa itu adalah sebuah bom,” kata anggota penyelidik dari Mesir itu, kepada Reuters, Ahad (08/11/2015).

“Kami 90 persen yakin itu adalah sebuah bom.”

Pemimpin tim investigasi Ayman al-Muqaddam, pada Sabtu (07/11/2015) kemarin, telah mengumumkan bahwa pesawat itu diduga pecah di udara saat terbang pada moda auto-pilot.

Kemudian terdengar sebuah suara berisik pada detik-detik akhir rekaman di kokpit. Hanya saja dia mengatakan terlalu awal untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan pesawat tersebut.

Al-Muqaddam memasukkan kemungkinan kecelakaan itu terjadi akibat ledakan bahan bakar, kerusakan struktur pesawat, atau panas berlebihan pada baterai lithium-nya. Tapi, dengan melihat sebaran puing yang luasnya mencapai 13 kilometer, diyakini bahwa pesawat itu pecah di udara.

Sementara itu, informasi hasil intersepsi mata-mata Amerika Serikat (AS) dan Inggris juga mengindikasikan bahwa sebuah bom kemungkinan dibawa ke dalam pesawat Rusia sebelum armada tersebut mengalami kecelakaan di Mesir pada Sabtu lalu.

Harian The Times edisi Jumat (06/11/2015) memberitakan bahwa informasi ini terkuak setelah operasi intelijen AS dan Inggris mengggunakan satelit untuk membongkar jalur komunikasi elektronik antara militan ISIS di Suriah dan Mesir.

“Nada dan konten pesan itu meyakinkan analisis bahwa sebuah bom dibawa ke pesawat oleh seorang penumpang atau anggota staf darat,” demikian bunyi pemberitaan The Times seperti dikutip CNN Indonesia.

Sejumlah pejabat senior di badan intelijen, militer, dan komunitas keamanan nasional, meyakini bom yang meledakkan pesawat itu adalah milik kelompok teroris.

“Saya 99,9 persen yakin,” tutur seorang pejabat, yang tak mau disebutkan namanya, seperti dikutip CNN.

Akibat kecelakaan pesawat ini, Rusia memanas. Negeri itu memanggil pulang 11 ribu turis dari Mesir dalam waktu 24 jam terakhir. Sementara 80 ribu orang lain tak bisa bepergian ke Mesir karena Kremlin memutuskan menghentikan semua penerbangan ke Mesir, sejak Jumat (06/11/2015) kemarin.*

Rep: Panji Islam

Editor: Cholis Akbar/hdytllhcom

(nahimunkar.com)