Jalaludin Rakhmat berdusta demi meraih simpati umat Islam. Waspadalah syiah semakin memusuhi Ahlu sunnah wal jamaah dibalik PDIp dan Jokowi.

Kedustaan dedengkot aliran sesat syiah itu ditambah pula dengan aksi pengguliran Divide Et Impera Modern : Menghidupkan Lagi Adu Domba Umat Islam

Inilah beritanya.

***

Jalaluddin Ngawur Sebut MUI, MIUMI, PKS, JAT Sebagai Teroris Pro ISIS

JAKARTA (voa-islam.com) – Timses Jokowi dan tokoh syiah Jalaluddin Rahmat melalui ormas OASE mendeklarasikan penolakan akan keberadaan ISIS di Indonesia. Namun tak hanya ISIS yang dikecam, MUI, MIUMI, PKS dan JAT pun difitnah mendukung ISIS.

Jalaluddin Rakhmat mendorong pemerintah Indonesia segera bertindak cepat dalam menanggulanginya. Bahkan agen syiah internasional ini menuduh akar konflik di Indonesia adalah umat Islam Ahlus Sunnah Wal Jamaah.

“Akar konflik di Indonesia adalah umat Islam ahlussunnah wal jamaah. Kelompok anti-Syiah (ahlu sunnah wal jamaah) adalah pemicu konflik di Indonesia, dengan membantu ISIS untuk menghancurkan Syiah.” sebut Jalal seperti dikutip dari bumisyam.com.

“Kelompok tersebut seperti MUI, MIUMI, dan PKS tidak menyukai Syiah,” tuduh Jalaluddin Rakhmat dalam acara “Menolak Keberadaan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Galery Cafe, Taman Ismail Marzuki Jakarta, Senin (04/08).

Acara dengan tema “Tolak ISIS. Umat Beragama dan Kepercayaan Menolak ISIS di Indonesia” ini digagas oleh OASE, Syiah, dan beberapa tokoh agama dan kepercayaan kemarin (04/08/2014). Acara pun ditutup dengan pembubuhan tandatangan sebagai simbol penolakan terhadap ISIS.

 

Divide Et Impera Modern : Menghidupkan Lagi Adu Domba Umat Islam

Pengacara yang juga juru bicara FPI Munarman menyatakan oknum pemerintah yang mengejar karir dengan menjual kerukunan antar umat dan kedamaian umat Islam di Indonesia, “Bahkan media massa sekuler juga mendapat kucuran dana dari berbagai kedubes negara kafir untuk kampanye anti terorisme. Jadi ini memang proyek besar.” ujarnya.

“Makanya pihak pihak yg diuntungkan dari issue terorisme ini terus berupaya untuk memelihara isssue ini, atau dalam istilah lain, justru institusi negara dan media massa menjadi peternak kasus terorisme.” imbuh Munarman kepada Voa-Islam.com.

Hal ini bukan tiba-tiba, grand design ini ‘sudah menjadi konspirasi global “Ini sejalan dengan grand design Rand Corporations yang sudah diadopsi oleh pemerintah Amerika Serikat, yaitu menjadikan Islam sebagai musuh barat setelah era perang dingin berakhir.” kata Munarman lagi.

“Namun agar perang terhadap Islam ini tersamar, digunakanlah jargon terorisme, ekstrimis, radikal dan fundamentalis. Dalam dokumen Rand Corporations yang berjudul ‘War Againts Extrimist Islam’ jelas sekali bahwa mereka strategi mereka adalah justru menggunakan umat Islam sendiri untuk berperang dengan apa yg mereka sebut extrimist Islam atau kaum fundamentalis yang punya agenda penerapan syariat islam.” tambahnya

“Jadi dalam bahasa lain, politik adu domba atau devide et empera sedang dijalankan saat ini. Untuk memancing kelompok Islam ada dipihak mereka, maka kampanye issue terorisme dengan bom sebagai triggernya akan menjadi pola yang konstan. Jadi jangan heran ke depan akan muncul berbagai bom rekayasa dan pemberitaan yang bombastis, karena media sekuler sudah berhasil mereka galang, dan bahkan media sekuler menjadi ujung tombak sebagai propagandis issue terorisme.” jelas Munarman.

Pemberitaan tersebut adalah sebagai cipta kondisi, untuk melakukan berbagai operasi penangkapan, pengusiran (yang akan dilakukan oleh masyarakat terhadap terfitnah teroris), bahkan pembunuhan terhadap aktivis Islam atau License To Kill.

Nah lho, Jalaludin Rakhmat berdusta demi meraih simpati umat Islam. Waspadalah syiah semakin memusuhi Ahlu sunnah wal jamaah dibalik PDIp dan Jokowi.

Waspada, Islamophobia dimana-mana, mari kawal negara dari kriminalisasi dan teroristainment makna tauhid, khilafah Islam, jihad dari serangan buas kaum kafir. Mari Umat Islam menjadi agen pembela kebenaran.[halim/bumisyam/berbagai sumber/voa-islam.com]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 712 kali, 1 untuk hari ini)