Segala puji dan puja hanya milik Alloh Rabb semesta alam dan tidak ada sekutu tandingan-Nya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada baginda Rasululloh Shallallohu ’Alaihi wa Sallam beserta Keluarga, Shahabatnya, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in dan Pengikut yang setia mengikuti Millah (ajaran)nya yang mulia, Amien ya Mujibas Sailiem.

 

Rasululloh SAW berkata:
“Tidak ada Nabi yang akan datang sesudahku dan karena itu, tidak akan ada ummat lain pengikut nabi baru apapun”. (HR. Baihaqi dalam Kitab-ul-Rouya dan Tabrani)

AHMADIYAH

Kekafiran, kesesatan dan kebiadaban serta kekurang-ajaran Ahmadiyah sudah sangat jelas dan terang, karena telah memenodai, merusak, menghina, melecehkan dan menyimpangkan serta memperkosa Islam dan Ajarannya dengan Nabi Palsu (Mirza Ghulam Ahmad) dan Kitab Suci (Tazkiroh) nya serta menggunakan simbol-simbol Islam. Maka dari itu Ahmadiyah, Murtad, Kafir dan Bukan Islam.

Sikap Dunia Islam terhadap Ahmadiyah

Dengan kesesatan, Kebiadaban dan Kekafiran serta Kekurangan-ajaran Ahmadiyah yang telah menodai, merusak, menghina, melecehkan dan menyimpangkan serta memperkosa Islam dan Ajarannya, Dunia Islam menolak/melarang keras keberadaan Ahmadiyah, tak terkecuali di Negara Kelahiran sang Nabi Palsunya, India. Pembiaran Ahmadiyah Indonesia Ironis, Aneh, Lucu sekaligus Zholim, di Republik yang ngakunya ber-Ketuhanan Yang Maha Esa dan ber-Penduduk Mayoritas Muslim Terbesar di Dunia seperti Indonesia, Keberadaan Ahmadiyah Hidup Subur bahkan Dilindungi dan Dibiarkan berkembang, padahal Ummat Islam telah lama menuntut Pembubarannya. Namun sampai detik ini Pemerintahan SBY tidak juga mau membubarkan. Bahkan sampai kini tampaknya Indonesia masih « tertipu » oleh Azyumardi Azra pembela Ahmadiyah agama nabi palsu. (lihat judul Azra “Jawara” Pembela Ahmadiyah Agama Nabi Palsu https://www.nahimunkar.org/azra-jawara-pembela-ahmadiyah-agama-nabi-palsu/ ). Gabungan antara « penipu » dan « peragu » di negeri ini mengakibatkan masih terlindunginya ajaran nabi palsu yang telah diharamkan di mana-mana itu.

Setidaknya dapat kita baca beberapa Indikasi Alasan Pembiaran Keberadaan Ahmadiyah Indonesia oleh Pemerintah SBY, indikasinya adalah:

1. Ketololan dan Kedunguan
Ketololan dan Kedunguan para Pembiar dan Pelindung Ahmadiyah Indonesia yang tidak bisa membedakan antara “ Perbedaan “ dan “ Penyimpangan “. Ahmadiyah adalah sebuah Penyimpangan Islam dan Ajarannya, namun para Pembiar dan Pelindung menilai Ahmadiyah adalah sebuah Perbedaan. Inilah yang terjadi di Republik ini yang penuh dengan Ketololan dan Kedunguan. Ini wajib dihentikan. Pembubaran Ahmadiyah adalah Harga Mati bagi Ummat Islam yang Beriman.

2. HAM (Hak Azazi Manusia) dan Demokrasi
Para Pembiar dan Pelindung Ahmadiyah adalah kaum Kafir dan Munafiq, mereka adalah para Pendekar HAM dan Penggila Demokrasi. Mereka membiarkan dan melindungi Ahmadiyah dengan alasan HAM dan Demokrasi. Sesungguhnya Ahmadiyah telah menodai, merusak, menghina, melecehkan dan menyimpangkan serta memperkosa HAK AZAZI ALLOH SWT (Islam dan Ummat Islam). Alloh SWT, Rasululloh SAW dan Ummat Islam tidak akan ridho dengan apa yang dilakukan oleh Ahmadiyah, para Pembiar dan Pelindungnya. Islam tidak akan takut berbenturan dengan HAM dan Demokrasi. Hak Azazi Alloh Lebih Utama dari segalanya. Ummat Islam akan mempertahankan Kemuliaan Alloh SWT, Islam dan Rasululloh SAW walaupun harus mempertaruhkan Darah dan Nyawanya.

3. Titipan Barat
Sesungguhnya Ahmadiyah adalah Titipan Musuh-Musuh Islam/Barat yang menginginkan Islam dan Ajarannya hancur di Indonesia. Diakui atau tidak Keberadaan Ummat Islam Indonesia adalah sebuah Kekuatan Dunia yang suatu saat akan dan pasti berhadapan denga Kaum Kafir (Yahudi-Nashrani).

Kesucian Makkah-Masjidil Haram

Alloh dan Rasul-Nya telah menetapkan Makkah dan Masjidil Haram adalah Tanah dan Tempat Suci bagi Islam dan Ummat Islam. Setiap saat Makkah dan Masjidil Haram selalu dikunjungi Tamu-Tamu Alloh seantero Dunia, khususnya pada waktu musim Haji/Umroh. Ummat Islam wajib menjaga Kesucian Makkah dan Masjidil Haram dari segala bentuk Najis, termasuk Najis-Najih Ahmadiyah. Di Negara lain seperti Malaysia, Brunai, Pakistan, India, dan lain sebagainya selalu dilakukan Disiplin Bersih Ahmadiyah pada musim Haji/Umroh tiba bagi warganya yang akan berangkat Haji/Umroh. Pemerintah Arab Saudi akan memberi Sanksi Keras kepada Negara manapun yang memberangkatkan orang-orang Ahmadiyah.

Andil Besar Indonesia Mengotori Kesucian Makkah dan Masjidil Harom.

Ahmadiyah dibiarkan hidup subur bahkan berkembang di Republik Indonesia yang mayoritas beragama Islam, Pemerintah Indonesia juga membiarkan orang-orang Ahmadiyah mengaku sebagai Muslim, padahal sudah jelas Kekafirannya, ini terbukti tidak adanya ketegasan soal Status Kependudukan yang tercatat di KTP para orang-orang Ahmadiyah yang masih berstatus “ Agama “ Islam.

Dunia tahu bahwa setiap tahunnya, Indonesialah yang paling banyak memberangkatkan Jama’ah Haji/Umroh. Bagaiaman kalau di setiap tahunnya orang-orang Ahmadiyah berangkat menuju Makkah untuk ber-Haji/Umroh. Bila demikian, itu artinya, di setiap tahun pula Indonesia punya Andil Besar atas “ Najis “ yang mengotori Kesucian Makkah dan Masidil Haram. Innaa Lillaahi Wa Innaa Ilaihi Rooji’un Wa Nastaghfirullooh… Semoga saja tidak. Kalau dulu memang masih terdengar bahwa Ahmadiyah dilarang berangkat haji. Kini belum terdengar adanya yang ditolak berangkat karena beragama Ahmadiyah.

Oleh karenanya, Wajib dihentikan dengan cara: Bubarkan Ahmadiyah, Nyatakan bahwa Ahmadiyah Kafir dan Perjelas Status Kependudukan orang-orang Ahmadiyah, Nyatakan bahwa Ahmadiyah Kafir dan Perjelas Status Kependudukan orang-orang Ahmadiyah dengan Status “ Agama “ nya: Non Muslim, sehingga tidak ada Hak dan Kewajiban bagi orang-orang Ahmadiyah untuk menunaikan ibadah Haji/Umrah.

Ummat Islam dan Kesucian Makkah dan Masjidil Haram

Wajib hukumnya bagi seorang Muslim yang beriman dimanapun berada untuk menjaga kesucian Makkah dan Masjidil Haram dari Najis-Najis Ahmadiyah. Khusus di Republik Indonesia ini yang notabene Muslim terbesar, Pembubaran Ahmadiyah itu adalah Harga Mati tidak ada toleransi lagi yang harus dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia yang saat ini dipimpin oleh Bapak SBY yang Notabene berKTP Islam. Jika tidak, apakah memang sengaja agar Alloh SWT yang akan mengirim “ Pasukan Khusus “ untuk Pembubaran Ahmadiyah dan mengazab Pembiar serta pelindungnya.

Sekian semoga tulisan ini bermanfaat bagi umat Islam dan sebagai bahan renungan…!!!, Barakallohu’ fiikum. Subhanakallohu’ Wabihamdiika Ashadu’ alla ilaaha illa Anta Astaqfiruuka Wa’atubuhu’ Ilaikaa.

Ditulis Oleh: Muhammad Faisal,  S.Pd,  M.MPd

 (Aktivis Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat).

Referensi/Maraji’:
– Al-Qur’an dan Terjemah.
– Buku Ahmadiyah & Pembajakan Al-Qur’an, Karya: M. Amin Djamaluddin, Terbitan: Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI), Jakarta, Juli-2005.
– Buku Keyakinan Al-Qadiani (Kumpulan Tulisan Dan Ucapan Al-Qadiani), Karya: Asy-Syaikh Manzhur Ahmad Chinioti Pakistani, Terbitan: Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI), Jakarta, Agustus-2002, dll

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.002 kali, 1 untuk hari ini)