Setidaknya, kata Habib Muchsin, ada dua produk Inggris yang membuat SBY pekewuh dan tak berani membubarkan. Pertama, aliran sesat Ahmadiyah dan kedua, Miss World.
Kalau ucapan seorang Habib itu benar, tampaknya sikap buruk itu dalam Islam termasuk yang disebut mudahanah, mengorbankan agamanya demi berbaik-baik kepada kemaksiatan atau bahkan kekafiran.

Allah telah memberikan peringatan agar jadi pelajaran.

{تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ (80) وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ } [المائدة: 80، 81]

“Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan.Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS Al-Maaidah: 80-81).

Inilah beritanya.

***

 

Diberi Gelar Ksatria Salib Agung, SBY Pakewuh terhadap Inggris

Abu JibrilHabib Muchsin Al Aththas

Jakarta (SI Online)-Pernah mendapatkan gelar Ksatria Salib Agung dari Inggris, membuat Presiden SBY selalu bersikap tidak enak hati alias pakewuh (bahasa Jawa) jika berhadapan dengan Inggris. Penilaian ini disampaikan salah seorang petinggi Front Pembela Islam (FPI) Habib Muschsin Al Aththas saat berorasi dalam aksi bubarkan Miss World di Grand Hyatt Jakarta, Sabtu (14/9/2013) pekan lalu.

Setidaknya, kata Habib Muchsin, ada dua produk Inggris yang membuat SBY pekewuh dan tak berani membubarkan. Pertama, aliran sesat Ahmadiyah dan kedua, Miss World.

“Ahmadiyah juga produk Inggris sebagai alat mengadu domba umat Islam. Karena produk Inggris, SBY juga tak berani bubarkan,” jelasnya.

Padahal, lanjut Habib Muchsin, baik Ahmadiyah maupun Miss World sama-sama melanggar UUD 1945.

Habib Muchsin, lantas coba membandingkan SBY dengan mantan Presiden Soeharto. Dengan segala kebobrokan dan kelemahannya, kata Habib Muschsin, setidaknya Soeharto mempunya dua kebijakan politik. Dalam aspek politik dalam negeri Soeharto diakui represif, zalim dan serba memaksa. “ini kejelekannya,” katanya.

Tetapi dalam politik luar negeri, lanjut Habib Muchsin, Soeharto mempu menjaga kedaulatan NKRI dan mempu membendung pengarus asing supaya tidak masuk Indonesia. “Suharto masih disegani oleh dunia internasional,” tandasnya.

red: shodiq ramadhan

Senin, 16/09/2013 09:09:11 | Shodiq Ramadhan

***

Menghadapi kenyataan yang memalukan dan memilukan bahkan merusak iman itu, telah diingatkan pula oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Inilah hadits dan keterangannya.

***

Bersegeralah Melakukan Kebaikan Sebelum Datang Musibah

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

Bersegeralah melakukan amalan sholih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia” (HR. Muslim no. 118).

Hadits ini berisi perintah untuk bersegera melakukan amalan sholih. Yang disebut amalan sholih adalah jika memenuhi dua syarat, yaitu ikhlas pada Allah dan mengikuti tuntunan Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Jika tidak memenuhi syarat ini, suatu amalan tidaklah diterima di sisi Allah.

Dalam hadits ini dikabarkan bahwa akan datang fitnah seperti potongan malam. Artinya fitnah tersebut tidak terlihat. Ketika itu manusia tidak tahu ke manakah mesti berjalan. Ia tidak tahu di manakah tempat keluar.

Fitnah boleh jadi karena syubuhaat (racun pemikiran), boleh jadi timbul dari syahwat(dorongan hawa nafsu untuk bermaksiat).

Fitnah di atas itu diibaratkan dengan potongan malam yang sekali lagi tidak diketahui. Sehingga seseorang di pagi hari dalam keadaan beriman dan sore harinya dalam keadaan kafir. Dalam satu hari, bayangkanlah ada yang bisa demikian. Atau ia di sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi harinya kafir. Mereka bisa menjadi kafir karena menjual agamanya.

Bagaimanakah bisa menjual agama?  Menjual agama yang dimaksud di sini adalah menukar agama dengan harta, kekuasaan, kedudukan atau bahkan dengen perempuan.

Pelajaran lainnya dari hadits ini:

1- Wajibnya berpegang teguh dengan agama.

2- Bersegera dalam amalan sholih sebelum datang cobaan yang merubah keadaan.

3- Fitnah akhir zaman begitu menyesatkan. Satu fitnah datang dan akan berlanjut pada fitnah berikutnya.

4- Jika seseorang punya kesempatan untuk melakukan satu kebaikan, maka segeralah melakukannya, jangan menunda-nunda.

5- Jangan menukar agama dengan dunia yang murah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk bersegera dalam kebaikan dan terus menjaga agama kita. (Rumaysho.Com, Bersegeralah Beramal Sholeh Sebelum Datang Musibah)

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 2.891 kali, 1 untuk hari ini)