Gubernur DKI Jakarta Ahok membuat kisruh dengan umat Islam Jakarta. Pasalnya, Ahok kembali melarang penjualan hewan kurban di fasilitas umum serta trotoar. Kebijakan ini diterapkan dalam rangka menyambut Idul Adha tahun 2015/1436 Hijriah.

Selain di fasilitas umum dan trotoar, pedagang juga dilarang menjual hewan kurban di jalur hijau dan taman kota.

Tak hanya itu, Ahok juga mengharuskan hewan kurban dipotong di rumah pemotongan hewan, tulis islmpos.

Ahok telah menginstruksikan supaya pemotongan hewan kurban dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH).

Benarlah firman Allah Ta’ala:

وَلَن تَرۡضَىٰ عَنكَ ٱلۡيَهُودُ وَلَا ٱلنَّصَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمۡۗ قُلۡ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلۡهُدَىٰۗ وَلَئِنِ ٱتَّبَعۡتَ أَهۡوَآءَهُم بَعۡدَ ٱلَّذِي جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِيّٖ وَلَا نَصِيرٍ ١٢٠ [سورة البقرة,١٢٠]

  1. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu

[Al Baqarah120]

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ بِطَانَةٗ مِّن دُونِكُمۡ لَا يَأۡلُونَكُمۡ خَبَالٗا وَدُّواْ مَا عَنِتُّمۡ قَدۡ بَدَتِ ٱلۡبَغۡضَآءُ مِنۡ أَفۡوَٰهِهِمۡ وَمَا تُخۡفِي صُدُورُهُمۡ أَكۡبَرُۚ قَدۡ بَيَّنَّا لَكُمُ ٱلۡأٓيَٰتِۖ إِن كُنتُمۡ تَعۡقِلُونَ ١١٨ [سورة آل عمران,١١٨]

  1. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya [Al ‘Imran118]

Inilah beritanya.

***

Buat Gaduh Lagi, Ahok Wajibkan Pemotongan Hewan Kurban di RPH

Senin, 07/09/2015 05:48:34

Ilustrasi : Pelaksanaan pemotongan hewan kurban di tengah-tengah masyarakat yang menjadi bagian dari syiar Islam.

pemotongan hewan qurban

Jakarta (SI Online) – Lagi-lagi, jelang pelaksanaan Idul Adha 1436 H, Gubernur DKI Jakarta Ahok membuat kisruh dengan umat Islam Jakarta. Pasalnya, Ahok telah menginstruksikan supaya pemotongan hewan kurban dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH). Instruksi ini dikeluarkan dalam menyambut Hari Idul Adha 1436 H yang jatuh pada tanggal 24 September 2015, mendatang.

“Semua (hewan kurban) harus dipotong di tempat pemotongan. Kami nggak bisa (sediakan tempat),” kata Ahok usai menghadiri pembukaan acara Jak-Japan Matsuri 2015 di Atrium Plaza Senayan, Ahad (06/9) seperti dikutip Republika Online.

Ahok mengklaim pihaknya sudah bekerja sama dengan Dharmajaya untuk menyediakan rumah pemotongan hewan (RPH) sebagai tempat menyembelih hewan kurban. “Kami telah bekerja sama dengan Dharmajaya dan Kementerian Pertanian,” klaimnya.

Seperti dilansir Republika Online, pelarangan pemotongan hewan kurban di luar RPH itu telah tertuang dalam Instruksi Gubernur Nomor 168 Tahun 2015 tentang Pengendalian, Penampungan, dan Pemotongan Hewan. Instruksi gubernur (ingub) itu berisi imbauan kepada instansi pemerintah di tiap-tiap kota administrasi untuk melakukan pemotongan di RPH Ruminantia, Cakung dan Pulogadung, Jakarta Timur. Menurutnya, imbauan ini juga sudah disosialisasikan ke masing-masing kelurahan di Jakarta.

Bekas Bupati Belitung Timur ini menyebut sosialisasi juga dilakukan dengan pemasangan spanduk di pinggir-pinggir jalan Ibu Kota. “Sudah, sudah (disosialisasikan),” ujarnya.

Pada spanduk tersebut juga pedagang hewan kurban dilarang berjualan di fasilitas umum dan trotoar. Selain itu, tidak boleh ada tempat penjualan hewan kurban di jalur hijau dan taman kota. Hal ini bertujuan sebagai upaya dalam rangka penertiban lokasi penampungan dan penjualan hewan kurban yang tidak resmi.

Suara Islam Online melakukan penelusuran di website resmi Pemprov DKI Jakarta mengenai Instruksi Gubernur DKI Jakarta No 168 Tahun 2015. Hasilnya, pada Senin pagi (07/09) Insgub tersebut belum diunggah. Padahal Insgub Nomor 169, 177 dan 179 sudah ada di atasnya.

perda-jakarta-01

Berbeda dengan Insgub yang sama yang dikeluarkan tahun sebelumnya, Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 67 Tahun 2014 tentang Pengendalian Penampungan dan Pemotongan Hewan dalam Rangka Menyambut Idul Fitri dan Idul Adha Tahun 2014/1435 H yang hingga kini masih bisa diunduh.

perda-jakarta-02

Pada tahun lalu, Instruksi yang ditetapkan pada 17 Juli 2014 dan ditandatangani oleh Ahok yang saat itu masih menjabat sebagai Plt Gubernur DKI Jakarta telah menimbulkan kegaduhan massal di Ibu Kota.

Akibat pertama Insgub tersebut, penjualan hewan kurban di trotoar dilarang yang kemudian memantik perlawanan masyarakat Tanah Abang Jakarta Pusat, yang selama berpuluh tahun secara turun temurun menjual hewan kurban di trotoar menjelang datangnya Idul Adha. Logika mereka, mengapa jualan hewan kurban dilarang sementara penjual-penjual menuman keras di pinggir jalan dan para pelacur yang menjajakan tubuhnya di pinggir-pinggir jalan di kawasan Gajah Mada dibiarkan.

Akibat kedua akibat Insgub tersebut, pemotongan hewan kurban di Sekolah Dasar Negeri (SDN) juga dilarang dan hanya boleh dilakukan di rumah Pemotongan Hewan Ruminantia (RPH-R) Cakung dan Pulogadung, Jakarta Timur.

red: shodiq ramadhan/dbs

(nahimunkar.com)