Ilustrasi/ foto newsdetikcom

.

“Seluruh dunia juga enggak ada (kolom agama) Malaysia juga enggak ada kolom agama, cuma putusan Undang-undang kita kan pake agama,” ucap Ahok.

Dirinya pun dengan tegas menyatakan tidak suka dengan adanya kolom agama dalam KTP.

“Kalau saya pribadi enggak suka, untuk apa anda cantumkan kolom agama?” ucap Ahok yang saat itu mengenakan baju koko warna putih.

Benarkah Malaysia tidak ada kolom agama di KTP? Inilah beritanya.

***

Ternyata Malaysia Cantumkan Kolom Agama di KTP Warganya


Ahonkkk2

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menilai pencantuman agama di KTP sama sekali tidak berdasar. Dia bahkan meyebut negeri seperti Malaysia saja tidak mencantumkan kolom agama di KTP warganya.

“Seluruh dunia juga enggak ada (kolom agama). Malaysia juga enggak ada kolom agama, cuma putusan Undang-undang kita kan pake agama,” ucap Ahok, Jum’at (13/12).

Betulkah pihak Kerajaan Malaysia tidak menyediakan kolom agama dalam KTP warganya?

Dalam penulusuran Islampos, hingga hari ini pihak Kerajaan Malaysia masih mencantumkan Islam di bawah kolom Identity Card (IC). Pencantuman Islam di dalam IC ini penting menurut Rizal, salah seorang warga negara Malaysia.

“(Kolom agama) untuk membedakan apa agamanya dan sangat penting apabila menyangkut kematian,” katanya kepada Islampos, Sabtu (14/12) di Kuala Lumpur.

IC atau seperti KTP bagi warga Malaysia juga dilengkapi dengan sebuah Chip. Fungsinya agar IC bisa dibaca di setiap instansi pemerintah dan Bank.

Selain sebagai kartu identitas, IC Malaysia juga bisa berfungsi sebagai alat pembayaran jalan tol, kereta api, dan parkir mobil.

Selain itu, pemerintah Malaysia juga menanamkan ‘Ghost image’ (bayangan photo) yang hanya bisa dilihat oleh sinar Ultra Violet hal ini untuk mencegah pemalsuan IC di Malaysia. [ditto/Islampos] Sabtu 10 Safar 1435 / 14 December 2013 16:49

***

Ahok Tidak Suka Ada Kolom Agama di KTP

Sabtu 10 Safar 1435 / 14 December 2013 10:50

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak setuju adanya  kolom agama pada Kartu Tanda Penduduk (KTP). Hal ini diutarakannya usai makan siang di Balaikota, Jakarta, Jumat (13/12/2013).

“Seluruh dunia juga enggak ada (kolom agama) Malaysia juga enggak ada kolom agama, cuma putusan Undang-undang kita kan pake agama,” ucap Ahok.

Dirinya pun dengan tegas menyatakan tidak suka dengan adanya kolom agama dalam KTP.

“Kalau saya pribadi enggak suka, untuk apa anda cantumkan kolom agama?” ucap Ahok yang saat itu mengenakan baju koko warna putih.

Menurut Ahok, kolom agama pun tak menjamin jika ada dalam KTP.

“Kalau mati di jalan terus enggak punya KTP gimana?” tanya Ahok.

Ditanya mengenai DPR yang sebelumnya membahas kolom agama ini dia katakan dia hanya tertawa saja saat itu.

“Alasan argumennya juga itu dari dulu, saya sih ketawa-ketawa aja. Kalau debat masalah itu (kolom agama) capek,” ucap Ahok.

Dicontohkan, Malaysia yang lebih beragama pun tak memiliki Kementerian Agama dan tidak mencantumkan kolom agama dalam kartu penduduknya.

“Malaysia kurang beragama apa dari kita nyatanya negaranya lebih maju daripada kita,” ujar Ahok.

Sementara itu menurut Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid (HNW), seharusnya kolom tetap dituliskan agama dan aliran kepercayaan.

“Jangan dikosongkan karena administrasi kan untuk memberikan kepastian, kalau tidak pasti, bagaimana ada yang bisa diisi. Tidak diisi berarti tatanan administrasi kita malah menjadi tidak terukur,” ujar HNW ketika dihubungi di Jakarta, Jumat (13/12).

E-KTP bertujuan menertibkan data kependudukan. HNW berpendapat sebaiknya pemerintah jangan malah membuka ketidakpastian.

“Apalagi bisa dipakai mereka-mereka yang mengembangkan ideologi yang dilarang di Indonesia seperti komunisme, atheis dan lain sebagainya. Indonesia kan negara Pancasila, negara berdasarkan keuthanan yang maha esa, jadi mestinya pemerintah bisa memastikan terdata, akurat, mereka beragama, mereka berkepercayaan.” [trib/met/islampos]

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 4.380 kali, 2 untuk hari ini)