JAKARTA– KH. Muhammad Al Khaththath, Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) mendesak DPRD DKI untuk memberhentikan alias melengserkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.

“FUI mendesak segenap pimpinan dan anggota DPRD DKI sesuai dengan kewenangannya untuk memberhentikan atau memberikan rekomendasi pemberhentian Ahok alias Basuki Tjahja Purnama sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta dan tidak mengangkatnya sebagai Gubernur DKI Jakarta serta memilih tokoh masyarakat Muslim yang bisa diterima mayoritas warga DKI Jakarta sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru,” kata Al Khaththath secara tertulis kepada redaksi.

Sikap yang diambil FUI ini lantaran beberapa kebijakan Ahok yang tendensius dan meresahkan umat Islam Jakarta. Yang paling aktual adalah pelarangan menyelenggarakan qurban di SDN, dan larangan berjualan hewan qurban di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Menurut FUI, instruksi Ahok saat sebagai PLT Gubernur nomor 67 tahun 2014 tentang pelarangan penjualan hewan kurban di jalan-jalan, dan larangan penyembelihan kurban di SDN-SDN, serta instruksi agar hewan kurban disembelih di RPH yang bertendensi menghilangkan esensi ibadah penyembelihan hewan kurban yaitu membesarkan syiar Allah (QS. Al Hajj 28) ini tidak terlepas dari tendensi menghilangkan syiar Allah pada kebijakan-kebijakan sebelumnya yaitu antara lain kebijakan pelarangan tabligh Akbar yang sampai menutup jalan karena membludaknya jamaah, pelarangan takbir keliling kota pada malam Idul Fitri dan malam Idul Adha, serta kebijakan merobohkan masjid di TIM. Di sisi lain Ahok membesarkan Syiar Tahun Baru Masehi/Kristen tahun 2013 dan 2014 dengan menutup jalan Sudirman-Thamrin.

FUI juga menilai instruksi Ahok sebagai Plt Gubernur Nomor 67 Tahun 2014 telah menimbulkan keresahan, ketidaknyamanan, dan ketersinggungan umat Islam sebagai warga mayoritas Jakarta yang berdaulat atas Jakarta karena kebijakan itu dikeluarkan dengan dalih menjaga kebersihan maka berarti dia menganggap ibadah penyembelihan kurban pada hari raya Idul Adha itu adalah kegiatan yang jorok dan ini berarti pelecehan, penistaan, dan penodaan terhadap ajaran agama Islam yang bersumber dari Alquran dan Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Karena itu umat Islam sangat khawatirk jika Ahok ini tetap dalam jabatannya sebagai Wakil Gubernur atau apalagi dikukuhkan sebagai Gubernur pengganti Jokowi dia yang selalu tampil angkuh dan sombong serta suka melecehkan rakyat, pejabat DKI, anggota DPRD DKI, bahkan melecehkan ayat suci itu akan mengeluarkan berbagai kebijakan yang cenderung bertendensi menimbulkan keresahan, ketidaknyamanan, dan ketersinggungan masyarakat muslim sebagai warga mayoritas DKI yang berdaulat.

Forum Umat Islam terdiri dari: Perguruan As Syafi’iyyah, Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI), Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII), Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhamadiyyah, Hizb Dakwah Islam (HDI), Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI), Hidayatullah, Al Washliyyah, YPI Al Azhar, Majelis Mujahidin, Jamaah Anshorut Tauhid, Gerakan Reformis Islam (GARIS), MER-C, KISPA, Gerakan Pemuda Islam (GPI), Taruna Muslim, Al Ittihadiyah, Komunitas Muslimah untuk Kajian Islam (KMKI), LPPD Khairu Ummah, Syarikat Islam (SI), Forum Betawi Rempug (FBR), Tim Pengacara Muslim (TPM), Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), PERSIS, BKPRMI, Al Irsyad Al Islamiyyah, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT), Front Perjuangan Islam Solo (FPIS), Majelis Tafsir Al Quran (MTA), Majelis Az Zikra, PP Daarut Tauhid, Korps Ulama Betawi, KAHMI, PERTI, Ittihad Mubalighin, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Koalisi Anti Utang (KAU), PPMI, PUI, JATMI, PII, BMOIWI, Wanita Islam, Pesantren Missi Islam, Forum Silaturahmi Antar-Pengajian (FORSAP), Irena Center, Laskar Aswaja, Wahdah Islamiyah, Forum Ruju’ Ilal Haq, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Nahdlatul Umat Indonesia (PNUI), Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) dan organisasi-organisasi Islam lainnya.(azmuttaqin/arrahmah.com) A. Z. Muttaqin Sabtu, 17 Zulhijjah 1435 H / 11 Oktober 2014 08:08
***

FUI akan Terus Demo sampai Ahok Lengser

Massa aksi FUI saat menggelar aksi penolakan Basuki Tjahja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI Jakarta di depan gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (10/10/2014)

Massa aksi FUI saat menggelar aksi penolakan Basuki Tjahja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI Jakarta di depan gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (10/10/2014)

Jum’at, 10 Oktober 2014 | 17:40:06 WIB

KRONOSNEWS.COM – Menentang soal instruksi peraturan daerah nomer 67 tahun 2014 tentang pelarangan penyembelihan hewan kurban dan pemusatan penyembelihan di rumah pemotongan hewan (RPH) ditentang keras Forum Umat Islam (FUI). FUI pun menyatakan akan terus menggelar aksi demonstrasinya setiap hari Jum’at siang di depan DPRD Jakarta sampai Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lengser. Tidak hanya itu, FUI juga menyatakan penolkan atas penerapan aturan mengganti seragam baju muslim dengan baju Betawi di wilayah kerja Balaikota DKI.
“Berharap DPRD menggunakan kewenangannya untuk melengserkan atau memberhentikan Ahok. Sebagai wakil gubernur dan sebagai rekomendasi untuk tidak memilihnya lagi. Setiap hari Jumat siang dari semua elemen akan terus demo sampai ahok lengser,” ujar Muhammad Alkhattat, Perwakilan dari FUI, saat demonstrasi di depan DPRD Jakarta, Jumat (10/10/2014).
FUI menganggap Ahok melakukan penodaan nilai Islam dengan pelarangan penyembelihan hewan kurban. Hal lain yang dianggap tak masuk akal, alasan dari instruksi tersebut dikarenakan terjadi trauma pada anak kecil saat penyembelihan hewan. Belum lagi jika pemotongan hewan di pusatkan di RPH, akan menuai kericuhan belum lagi kawasan RPH yang setiap hari macet.
“Larang penyembelihan kurban di sekitar rumah karena akan menimbulkan trauma pada anak, faktanya tidak ada yang trauma malah anak kecil yang nonton. KPAI minta instruksi itu di revisi,” ujar Alkhattat.
Demo yang berjalan dengan damai ini diikuti oleh beberapa kalangan dari lelaki dewasa sampai ibu-ibu, anak muda bahkan anak kecil dan balita. Demo ini membubarkan diri hari ini pukul 16.30. Pengamanan pun dijaga ketat oleh pihak kepolisian.
Penulis : Mula Akmal
Editor : Novel Martinus Sinaga

(nahimunkar.com)

(Dibaca 923 kali, 1 untuk hari ini)