AHOK DAN DJAROT/NET


Video iklan kampanye pasangan petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat yang menyudutkan umat Islam dikecam.

Iklan tersebut jelas menuduh orang Islam biang kerusuhan. Sebab, di video berdurasi dua menit itu, tampak sekumpulan orang berpeci berteriak sambi membawa kayu. Disitu, mereka juga terlibat bentrok dengan polisi.

Kerumunan orang tadi kemudian mengintimidasi sebuah mobil yang ditumpangi seorang ibu dan anak kecil yang ketakutan. Tampak pula spanduk putih bertuliskan “Ganyang Cina”.

Publik bereaksi, Ustaz Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) ikut berkomentar. Aa Gym yang ikut terlibat dalam Aksi Damai di Monas beberapa waktu lalu mengkritik spanduk yang dianggap rasis itu.

“Tak pernah kami mengatakan ganyang Cina sekalipun berjuta umat Islam berkumpul, bahkan kami menghormati,,, mengapa membuat video Fitnah ini?” tulis Aa Gym di akun twitter miliknya yang terverifikasi, sambil menyertakan video yang dinilainya rasis dan fitnah itu.

Akun @iipzainal_DT memberi tanggapan, dia menuliskan iklan tersebut intoleran.

#iklanahokjahat intoleran, yang pakai peci difitnah biang kerusuhan,” tulisnya.

Sementara pemilik akun @AntonCp9 memberi penilaian bila iklan tersebut menceritakan sosok pribumi yang jahat.

“Sosok pribumi diceritakan anarkis sementara sosok keturunan Cina dicitrakan sangat baik dan cinta tanah air #IklanAhokJahat,” tulisnya.

Menurut akun @Abzet3, iklan tersebut jelas bermuatan profokasi. Dia pun menganggap pemerintah telah gagal dalam menciptakan kemanan dan kedamaian.

Sebelumnya diberitakan, Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) akan melaporkan video iklan kampanye Ahok-Djarot ke Bawaslu RI, hari ini.

“Bawaslu kami minta menarik iklan itu karena menyudutkan umat Islam,” kata Wakil Ketua ACTA, Habib Novel Bamukmin melalui keterangan tertulisnya, Senin (10/4). [ipk]

Laporan: Saeful Anwar/rmoljakarta.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.550 kali, 1 untuk hari ini)