Habiburokhman/Net


RMOL. Belum rampung masalah dugaan penistaan agama, Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sudah dirundung masalah baru, yaitu tuduhan bahwa dirinya menyebut Aksi Damai 4 November (411) dibayar per orang Rp  500 ribu.

Atas ucapannya di media asing itu, Ahok dilaporkan oleh peserta aksi bernama Herdiansyah ke Bareskrim Polri.

Pengacara Herdiansyah, Habiburokhman meminta Ahok yang telah menuduh sebagaian besar peserta demo dibayar untuk membuktikan tudingannya.

“Dia bilang most of themsebagian besar dari mereka. Jadi coba buktikan saja ada nggak minimal satu juta orang yang dibayar Rp 500 ribu,” ujarnya dalam diskusi publik yang digelar Kesatuan Aksi Keluarga Besar HMI bertajuk ‘Akankah Ahok Dipenjara?’ di Kantor HMI, Jalan Sultan Agung Nomor 25 A Guntur, Jakarta, Senin (21/11).

Tidak cukup sampai di situ. Politisi Partai Gerindra ini juga menegaskan bahwa dalam video itu Ahok juga menyebut orang yang membayar aksi 411 itu adalah para koruptor.

“Di situ dia sebut, yang membiayai itu koruptor yang katanya sedang melawan dia. Ini kok jadi seolah aksi ini dibiayai koruptor?” sambung dewan pembina Advokad Cinta Tanah Air (ACTA) itu. [ian]

Laporan: Widian Vebriyanto/politik.rmol.co/Senin, 21 November 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.054 kali, 1 untuk hari ini)