(Surat Pembaca Seorang WNI Keturunan, Anggota Gereja yang Kini Mengaku Sudah Malas)

Bahwa sebagai kristen gerejawi semstinya mencontoh sifat dan karakter yg ada di alkitab. Isa almasih sangat rendah hati, sebaliknya Ahok senang mengumbar kekuasaan dan menggunakannya sewenang-wenang. Berbagai kebijakan ditelurkannya tanpa pikir panjang dengan menimbang dampak kepada kehidupan masyarakat Jakarta.

Dari sisi kemanusiaan, sangatlah kejam. Sederet program penggusuran berbagai tempat, sekalipun alasan cukup masuk akal seperti bantaran sungai atau ruang terbuka hijau. Sangatlah kejam dan tega, jauh dari humanis. Padahal dia sdg memimpin puluhan juta, bahkan ratusan juta umat manusia yg hidup atau berfasilitas di Jkt.

Jadi Ahok  telah lalai dalam memperhatikan faktor keteladanan sebagai pemimpin yg rohani. Anehnya, gereja2 berbondong-bondong mendoakan dan merestuinya lahir batin sebagai gubernur ‘pilihan tuhan’. Ada yg salah dg tatanan hidup keagamaan secara minoritas maupun mayoritas yg tidak berimbang, mengakibatkan polemik politis yg ber euforia rohani padahal rentan disusupi kepentingan munkar untuk kemudharatan umat.

Kondisi NKRI saat ini benar2 berbahaya, terpecah tanpa prinsip maupun pengetahuan. Harus ada kesadaran tiap pihak untuk mengamalkan ajaran agamanya masing2 secara bijaksana, penuh amal taqwa ..terutama dalam kerendahan hati menyadari kemajemukan yg ada.

Sayangnya, Ahok  sebagai gubernur ‘grusak-grusuk’ dg ambisi politiknya hingga tampak ‘autis’ menikmati kekacauan iklim politik ini.

By: Lim Mei Ming, 26 April 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.590 kali, 1 untuk hari ini)