JAKARTA (Pos Kota) – Kebiasaan menyelenggarakan pemotongan hewan kurban di lingkungan SDN tahun ini dipastikan tidak ada. Pemprov DKI Jakarta mulai Idul Adha tahun ini melarang pemotongan hewan di sekolah tersebut.
Pelarangan ini tertuang dalam Instruksi Gubernur Nomor 67 tahun 2014 yang ditandatangani Wakil Gubernur Ahok. Instruksi tersebut ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Penandatanganan dilakukan Ahok ketika menjadi Plt Gubernur tangal 17 Juli 2014.
Bukan itu saja, pelarangan juga berlaku untuk menjual dan memotong hewan kurban di fasiltas umum seperti taman, tepi jalan, dan lainnya. Pemotongan hanya dibolehkan di Rumah Pemotongan Hewan Cakung (RPH).
Ahok memerintahkan walikota dan bupati mengkoordinasikan dewan mesjid. Intinya, pemotongan hanya diperbolehkan di RPH saja. Dalihnya demi kebersihan kota.
Lucky P Sastrawirya, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Demokrat, menyesalkan adanya instruksi tersebut. Pasalnya, prosesi pemotongan hewan kurban bagi umat Islam merupakan perkara sakral. “Instruksi ini ngawur. Prosesi pemotongan hewan kurban tidak bisa sembarangan, ada tata cara menurut ajaran Islam,” katanya.
Alasan demi kebersihan kota, kata Lucky menilai juga ngawur. Sebab, hampir tiap tahun dilakukan pemotongan hewan di lingkungan sekolah dan mesjid, tetapi tidak meningalkan kotoran. “Ahok harus mencabut instruksi itu,” tandasnya.
Lucky mendukung pelarangan penjualan hewan di lokasi-lokasi sarana umum. “Kalau itu, kita dukung. Tapi melarang pemotongan hewan di lingkungan mesjid dan sekolah jelas tidak tepat,” ucapnya seraya menjelaskan penyenggaraan pemotongan hewan kurban di lingkungan sekolah untuk dimaksudkan memberikan pelajaran dini kepada murid tentang kepekaan sosial, mendidik siswa agar bisa berbagi dengan sesama dan kepada warga miskin sekitar.
SAPI DAN KAMBING
Sementara itu, dua minggu menjelang Idhul Adha 1435 H, penjualan hewan kurban berupa sapi dan kambing di Jakarta Barat mulai ramai. Pedagangpun mengaku banyak hewan kurbannya yang terjual.
Ujang, 46, pedagang Sapi di kawasan Jl Utan Jati, Kalideres mengaku meski Idul Adha masih sekitar dua mingguan, namun sapinya telah banyak yang terjual.
Kepala Seksi Peternakan Sudin Peternakan Jakarta Barat Rahmat Manender mengatakan, pihaknya telah menerjunkan sebanyak 22 petugas untuk memeriksa kondisi hewan kurban di delapan wilayah kecamatan. “Mulai hari ini kami telah menerjunkan petugas untuk mengecek kesehatan hewan
kurban,” jelasnya. (tarta/john)
***
Bukti benci kepada Islam

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ (١٢٠)

“orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS Al-Baqarah: 120).
Peunjuk menghadapi orang kafir:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ (٧٣)

“Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. tempat mereka ialah Jahannam. dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.” (QS At-Taubah: 73)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.590 kali, 1 untuk hari ini)