Inilah beritanya.

***

Keliru Ahok Larang Sekolah Wajibkan Jilbab

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Damanhuri Zuhri

Republika/ Darmawan

Dahnil anzar

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil anzar Simanjuntak (kanan)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan Ramadhan adalah bulan pelatihan bagi umat Islam. Untuk itu, Dahnil menganggap jika ada sekolah yang mewajibkan siswi Muslimnya mengenakan jilbab selama Ramadhan adalah hal lumrah.

Lewat kebijakan tersebut, kata Dahnil, sekolah hendak melatih para siswinya menunaikan syariat Islam sebagai seorang Muslimah. “Keliru kalau Pak Ahok melarang usaha sekolah yang mewajibkan siswinya mengenakan jilbab saat Ramadhan, karena itu instrumen pelatihan untuk umat Islam,” ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (5/6).

Ahok menyatakan pelarangan tersebut lantaran pengenaan jilbab adalah panggilan iman dan dia tak ingin siswi Muslim terkesan ‘main-main’ memakainya. Dalam konteks ini, Dahnil meminta Ahok tak perlu mengajarkan pemahaman Islam.

“Yang harus dipahami itu adalah sebuah kewajiban dan instrumen latihan. Memang betul itu (pemakaian jilbab) adalah panggilan iman, tapi untuk anak-anak harus dilatih. Ada proses pendidikan dan pelatihan di sana,” jelas Dahnil.

Ahok menyampaikan larangan tersebut saat memberi pengarahan kepada 1.700 kepala sekolah TK, SD, SMP, SMA, SMK dan pejabat struktural eselon III serta IV di lingkungan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, di Gedung Yayasan Budha Tzu Chi, Sabtu (4/6). Ahok melarang sekolah-sekolah negeri memaksa siswinya mengenakan jilbab. Menurut dia, pemakaian kerudung adalah panggilan iman dan sekolah tidak bisa memaksanya.

Dia tidak ingin pemaksaan tersebut membuat siswi asal-asalan mengenakan kerudung. Larangan serupa sudah pernah Ahok terapkan saat menjadi Bupati Belitung Timur pada 2006 dimana 93 persen penduduknya mayoritas Muslim./republika.co.id – Ahad, 05 Juni 2016

***

Cina Resmi Berlakukan Pelarangan Jilbab

Muslimah cina

BEIJING– Pemerintah Provinsi Xinjiang, Cina, resmi memberlakukan larangan mengenakan burqa atau jilbab di ruang publik. Larangan ini merupakan salah satu kampanye untuk menentang ekstrimis yang mengatasnamakan agama.

Dilansir wesh.com, Rabu (14/1), peraturan baru di ibukota Urumqi ini disetujui oleh pemerintah daerah pada Desember 2014 lalu dan sudah diberlakukan secara resmi pada akhir pekan ini.

Baru-baru ini, serentetan peristiwa kekerasan telah mengguncang Xinjiang yang mayoritas penduduknya adalah muslim Uighur. Pemerintah Cina menyalahkan separatis Uighur atas beberapa serangan yang akhir-akhir ini menimpa Xinjiang. Pemerintah juga menuding etnis Uighur sebagai ekstrimis agama yang ingin mendirikan negara sendiri.

Pada Agustus tahun lalu, kota lain di Xinjiang melarang warga yang mengenakan pakaian bergaya Islam berada di dalam bus umum. Selain itu pemerintah kota Karamay juga melarang warganya mengenakan kerudung, memelihara jenggot dan menggunakan simbol-simbol bintang dan bulan sabit di depan umum.

Puluhan stasiun bus di kota tersebut dijaga oleh petugas keamanan yang melakukan pemeriksaan terhadap penumpang. Sebelumnya, pembatasan ini muncul menyusul peraturan pemerintah Xinjiang yang melarang para mahasiswa dan pegawai negeri untuk berpuasa selama bulan suci Ramadhan.() republika.co.id/syababindonesia.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 373 kali, 1 untuk hari ini)