Ilustrasi: Ahok begitu tegas menghancurkan Masjid Apung di Pasar Ikan, Luar Batang, Jakarta Utara; tetapi membiarkan Gereja Protestan Minahasa i kawasan Pacuan Kuda Pulomas, Jakarta Timur. Padahal kawasan Pulomas mau digusur Ahok. (Baca: Biadab, Ahok Robohkan Masjid Apung di Luar Batang)/ foto (Ist)Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang merupakan trah Soekarno, diharapkan mampu mengikuti jejak Sang Proklamator (Soekarno atau Bung Karno).

“Bung Karno dulu mengusir penjajah, masak PDI-P saat ini enggak mau usir penjajah,” kata Prijanto Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, di Jakarta, Sabtu (13/8/2016).
Inilah beritanya.
***
Mantan Wagub DKI Sebut Ahok Penjajah
Sabtu, 13 Agustus 2016 | 21:35 WIB
JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto mengungkapkan, penggusuran pemukiman warga di beberapa wilayah ibukota menunjukkan bahwa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mirip seperti penjajah.
“Kalau dilihat kan Ahok ini mirip ‘kompeni’, penjajah. Dia mengusir pribumi dan memfasilitasi pemilik modal,” kata Prijanto, Jakarta, Sabtu (13/8/2016).
Oleh karena itu, Purnawirawan TNI yang terlibat aktif dalam Operasi Seroja di Timor Timur pada 1978 ini berharap, PDI-P tidak mengusung Ahok di Pilkada DKI 2017 mendatang.
Sebab, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang merupakan trah Soekarno, diharapkan mampu mengikuti jejak Sang Proklamator. Jika ayahnya mampu mengusir penjajah, diyakini presiden ke-5 itu juga bisa melakukan hal yang sama.
“Bung Karno dulu mengusir penjajah, masak PDI-P saat ini enggak mau usir penjajah,” kata Prijanto.
Sebagai partai terbesar, PDI-P diharapkan Prijanto memiliki harga diri untuk mengusung cagub dari internal partai dan mengalahkan Ahok dalam pertarungan di Pilkada DKI 2017 mendatang.
________________________________________
________________________________________
Reporter : Adiel Manafe
Editor : Y.C Kurniantoro/http://www.netralnews.com/
***
Perlu Kita Sadari, Siapa Yang Berjuang Mengusir Penjajah
Kita perlu melek dan sadar, siapa yang berjuang dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari Penjajah. Bukankah pihak gereja (contoh kasusnya Ahok, yang disebut mirip penjajah) merupakan pihak yang dulunya disusui penjajah Belanda? Kenapa justru sekarang nglunjak dan intoleran?
Lihat betapa banyaknya gereja disusui oleh penjajah Belanda dengan dana yang besar. Dana yang jauh sangat berlipat-lipat dibanding terhadap Islam. Bisa disimak data berikut:
Subsidi dalam tahun (jumlah f – Gulden)
———————————————————————————–
Agama 1936 1937 1938 1939
————————————————————————————
Protestan 686.100 683.200 696.100 844.000
Katolik 286.500 290.700 296,400 335.700
Islam 7.500 7.500 7,500 7.600
___________________________________________________________
Sumber: Staatsblad 1936: No. 355 hal 25, 26; 1937 No. 410, hal 25,26; 1938: No. 511, hal 27,28; 1939: No. 593, hal 32, dikutip Deliar Noer, Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942, LP3ES, cetakan II, 1985, hal 39.https://www.nahimunkar.org/kristenisasi-di-indonesia-dan-rekayasa-snouck-hurgronje-2/
(Dibaca 2.344 kali, 1 untuk hari ini)