.

  • Dinilai Menyakiti Masyarakat dan Pesimistis
  • Pada 30 Januari 2013, Ahok menyatakan sampai kiamat pun Kampung Pulo, Jakarta Timur, tetap akan banjir.
  • Ya, kalau sudah pesimis seperti ini buat apa diterusin jadi Wagub, mending mundur saja,” tegas Lulung.
    Inilah beritanya.

***

Pesimis Atasi Banjir, Haji Lulung Minta Ahok Mundur

Angkasa Yudhistira – Okezone

Senin, 3 Februari 2014 03:07 wib

JAKARTA – Masih ingat dengan perseteruan antara Wakil DPRD Jakarta Abraham Lunggana dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tentang penertiban PKL Tanah Abang?

Kali ini, pria yang akrab disapa Haji Lulung itu kembali memberikan kritikan tajam pada Ahok terkait persoalan banjir yang melanda Jakarta.

“Ahok bilang sampai kiamat banjir di Kampung Pulo, Jakarta Timur (Jaktim) tidak akan pernah bisa diatasi. Jelas ini pernyataan pesimis. Kalau pemimpinya sudah pesimis seperti ini, lantas rakyat Jakarta minta pertolongan siapa lagi?” kata Lulung di Jakarta, Minggu (2/2/2014).

Sekedar diketahui, pada 30 Januari 2013, Ahok menyatakan sampai kiamat pun Kampung Pulo, Jakarta Timur, tetap akan banjir. Karena menurut mantan Bupati Belitung Timur itu, rumah yang berada di Kampung Pulo berada di bantaran sungai.

Mendengar pernyataan pesimis itu, Lulung pun meminta Ahok untuk mundur saja dari jabatannya sebagai wakil gubenur. “Ya, kalau sudah pesimis seperti ini buat apa diterusin jadi Wagub, mending mundur saja,” tegas Lulung.

Menurut Lulung, pernyataan Ahok. tersebut sangat menyakiti warga Kampung Pulo. Ini dikatakan Lulung berdasarkan pengaduan warga. Kampung Pulo kepada dirinya.

Sebelum menjabat Wakil Gubernur, kata Lulung, Ahok pernah membuat kontrak politik dengan rakyat Jakarta. Kontrak politik itu diantaranya adalah akan menyelesaikan persoalan banjir di Jakarta.

“Dalam kampanyenya Ahok berkoar bahwa dia, kalau terpilih jadi wagub dia berjanji akan menyelesaikan persoalan banjir di Jakarta. Tapi kenapa melihat banjir yang terjadi di Kampung Pulo, dia bilang banjir disana sampai kiamat tidak akan pernah teratasi. Ini jelas dong pernyataan pesimis. Coba dia bilang seperti ini saat sebelum terpilih jadi wagub. Saya yakin rakyat Jakarta akan berpikir seribu kali untuk memilihnya,” ungkap Lulung.

Ditegaskannya, pernyataannya yang meminnta Ahok mundur dari jabatannya sebagai Wagub, bukan didasari atas sintemen pribadi karena dirinya pernah bersiteru dengan Ahok.

“Saya tidak pernah merasa bersiteru dengan Ahok. Kalau sekarang saya minta Ahok mundur dari Wagub, karena pernyataannya sebagai Wagub sudah menyakiti perasaan warga Kampung Polo, dengan mengatakan sampai kiamat banjir di Kampung Pulo tidak akan pernah diatasi. Dan pernyataan Ahok ini banyak dirilis media,” terangnya.
(hol)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 975 kali, 1 untuk hari ini)