Ahok Ngeles soal Pertamina Rugi Rp11 Triliun
Malah Kejeblos

Inilah beritanya.

***

Ahok Ngeles Dirut Nggak Lapor Kalau Pertamina Rugi Rp11 Triliun, Ditampol Said Didu dan Netizen: Selama ini rapat apa aja? Bohongnya Kok Bego



Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dihujat habis-habisan oleh netizen terkait kerugian Pertamina. Mantan Gubernur DKI Jakarta dan bekas narapidana kasus penodaan agama Islam itu pun dianggap tidak becus kerjanya.

Namun Ahok berkilah, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati tidak melaporkan terkait kondisi kerugian yang di derita holding migas nasional itu kepada dewan pengawas.

“Jadi sejak Januari sudah ada audit investigasi yang kami minta, termasuk perubahan sistem tapi tidak dikasih. Silahkan tanya ke direksi,” ujar Ahok saat berbincang dengan SINDOnews, di Jakarta, Rabu (26/8/2020).

https://ekbis.sindonews.com/read/144664/34/ahok-blak-blakan-ternyata-dirut-nggak-lapor-kalau-pertamina-rugi-rp11-triliun-1598429306

Pernyataan Ahok ini ditanggapi oleh mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu.

“Nggak lapor? Agenda wajib rapat bulanan Dekom (Dewan Komisaris) + Direksi adalah laporan keuangan bulan berjalan dan RAB bulan akan datang. Selama ini rapat apa aja ? Itu agenda wajib,” kata Said Didu di akun twitternya.

Warganet juga turut merespon cara ngelesnya Ahok.

“Selain laporan bulanan Direksi, fungsi Komisaris juga harus proaktif dalam hal pengawasan, terutama kinerja keuangan. Bukan hanya tunggu laporan,” ungkap @ZAEffendy.

“Iyo.. kayak gak faham perseroan aja.. kan ada Rapat Gabungan antara Board of Director dan Board of Commissioner .. biasanya bulanan.. hadeeehhh…

Yang dibahas kan performansi perusahaan berjalan..

Bohongnya kok Bego ya..,” komen @Abu__Azhary.

Nggak lapor ? Agenda wajib rapat bulanan Dekom + Direksi adalah laporan keuangan bulan berjalan dan RAB bulan akan datang. Selama ini rapat apa aja ? Itu agenda wajib https://t.co/33mAj8DtV2

— Muhammad Said Didu (@msaid_didu) August 26, 2020

Selain laporan bulanan Direksi, fungsi Komisaris juga harus proaktif dalam hal pengawasan, terutama kinerja keuangan. Bukan hanya tunggu laporan.

— #KataNalar (@ZAEffendy) August 26, 2020

Iyo.. kayak gak faham perseroan aja.. kan ada Rapat Gabungan antara Board of Director dan Board of Commissioner .. biasanya bulanan.. hadeeehhh… 

Yang dibahas kan performansi perusahaan berjalan.. 

Bohongnya kok Bego ya..

— Ordinary_People (@Abu__Azhary) August 26, 2020

Pembohong akan sll bohong dimanapun berada. Andalannya cuma dibela media pengkhianat bangsa dan buzzer

— Dondi Zulheri (@dondi_zulheri) August 26, 2020

[portal-islam.id] Kamis, 27 Agustus 2020 Berita Nasional

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.087 kali, 1 untuk hari ini)