Ahok Ramai-ramai Dihujat Gegara Pertamina Rugi Rp 11 Triliun

  • Teman Ahok Indonesia (TAI) mana suaranya?



Komisaris Utama Pertamina, Ahok. (Foto: Gesuri)

Jakarta – Perusahaan BUMN, PT Pertamina (Persero) mencatat kerugian hingga US$ 767,92 juta atau setara Rp 11,13 triliun (kurs Rp 14.500/US$) pada semester I tahun 2020.

Kabar kerugian itu pun membuat Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok jadi pembicaraan yang ramai di Twitter.

Kata kunci ‘Ahok’ bahkan jadi trending topic di jagat dunia maya bersanding dengan narasi dan tautan berita soal kerugian Pertamina yang mencapai Rp 11 triliun tersebut

Salah satu akun yang menyindir Ahok adalah @Prof_Blusukan.

“Waktu Ahok masuk Pertamina dia bilang gini : “Saya digaji untuk menyelamatkan uang Pertamina” Setelah Ahok masuk, Pertamina justru ‘KEHILANGAN UANGNYA’ Teman Ahok Indonesia (TAI) mana suaranya?” cuit akun tersebut.

Akun lainnya, @AcgungN menyatakan, Ahok hanya biasa-biasa saja.

“Terbukti Ahok bukan siapa2 ( biasa2 aja ),” katanya.

Selain itu ada akun @BintangTimur27 yang mempertanyakan kenapa Pertamina rugi.

“Padahal Rakyat Sudah Di Peras Kenapa Masih Rugi Koh @basuki_btp, Katanya Dengan Adanya Ente Di Pertamina Semua Mafia Bakal Di Babat Abis?” cuitnya.

“Ahok tidak becus kerja,” ujar salah satu warganet, @mpuanon.

Namun, ada juga yang membela Ahok. Salah seorang netizen mengatakan, jika tidak ada Ahok rugi Pertamina semakin besar.

“Untung ada Ahok. Kalau tidak ada beliau, mungkin kerugian Pertamina bakal melonjak jadi 44 T,” cuit akun @TofaTofa_id.

Hal senada juga diungkapkan akun @Ferysplace.

Menurutnya, tanpa Ahok kerugian Pertamina semakin besar.

“Klo bukan Ahok komisarisnya, ruginya bisa 110T,” cuitnya.

Basuki Tjahaja Purnama kini menjabat Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero). Pria yang beken disapa Ahok itu buka-bukaan soal tugas khusus untuk mengawal ketat perusahaan migas pelat merah itu.

Ahok mengatakan dirinya digaji salah satuya untuk menyelamatkan uang Pertamina. Dia menegaskan apapun akan dilakukan demi menyelamatkan uang perusahaan

Semester 1 2019, Pertamina Masih Untung

Diberitakan sebelumnya, PT Pertamina mengalami kerugian mencapai US$767,91 juta, atau setara Rp11,13 triliun pada Semester I-2020. Angka itu dengan asumsi kurs Rp14.500 per dolar Amerika Serikat.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan capaian mereka pada periode yang sama 2019, di mana perusahaan minyak pelat merah itu mampu menghasilkan laba sebesar US$659,95 juta atau sekitar Rp9,56 triliun.

Dari ikhtisar laporan keuangan Pertamina per 30 Juni 2020 yang dikutip VIVA, terdapat penurunan penjualan dan pendapatan usaha sekitar 24,71 persen, dari US$25,54 miliar menjadi US$20,48 miliar.

 

Hasbi Zainuddin

terkini.id, 25 Agu 2020 6:29 WITA

(nahimunkar.org)

(Dibaca 458 kali, 1 untuk hari ini)