Ahok Sudah Jelas Rugikan Negara, Rakyat dan Bangsa, Dia Lontarkan Isu ‘Kadrun’ untuk Alihkan Masalah Kerugian Pertamina 11 Triliun


Ilustrasi. Ahok sudah lama dinasihati orang agar saling menghormati. (apologinya belum tentu benar, bahkan menyakiti banyak orang). Foto/ prtlislm

  • … kembalinya Ahok melontarkan ucapan yang membuat gaduh sebatas pengalihan isu untuk menutupi kebobrokannya di Pertamina, yang merugi triliunan rupiah. 
  • “Tentu tidak layak dia masih ada di Pertamina apapun jabatannya. Jadi karena malu dia cari alih issu keluar dengan bawa dan sebut istilah ‘kadrun’,” kata Damai Hari Lubis Ketua Aliansi Anak Bangsa (AAB) yang juga Mujahid 212.
  • Dengan demikian, Damai pun menyarankan agar Ahok segera mundur dari jabatannya sebagai Komut Pertamina

Silakan simak ini.

***

Mujahid 212 Sebut Istilah Kadrun Yang Dikatakan Ahok Untuk Alihkan Isu Kerugian Pertamina

 

 

Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali membuat pernyataan kontroversi yang membuat gaduh di dunia jagat maya.

Pernyataan yang dimaksud adalah kalimat “persoalannya kalau saya jadi Dirut, ribut. Kadrun-kadrun mau demo, mau bikin gaduh lagi Republik ini gitu loh”, yang disampaikan dalam akun YouTube, POIN beberapa waktu lalu. 

Menanggapi itu, Ketua Aliansi Anak Bangsa (AAB) yang juga Mujahid 212, Damai Hari Lubis mengatakan bahwa dirinya tidak heran dengan ucapan Ahok yang kerap kali berbicara kotor.

“Kami tidak aneh terhadap Ahok yang suka bicara kotor. Ayat Al Quran saja dia nistakan. Dia protes kitab suci, walau bukan agamanya atau kepercayaannya. Jadi ucapan Ahok tidak perlu dihiraukan, apalagi untuk dibahas,” ujar Damai Hari Lubis seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (18/9). 

Karena kata pengacara Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) ini, Ahok sudah jelas merugikan negara, rakyat dan bangsa Indonesia. 

“Karena Komisaris Utamanya milik negara (rakyat Indonesia) yang disandangnya merugi. Tentu tidak layak dia masih ada di Pertamina apapun jabatannya,” kata Damai. 

Bahkan, Damai menilai, kembalinya Ahok melontarkan ucapan yang membuat gaduh sebatas pengalihan isu untuk menutupi kebobrokannya di Pertamina, yang merugi triliunan rupiah. 

“Tentu tidak layak dia masih ada di Pertamina apapun jabatannya. Jadi karena malu dia cari alih issu keluar dengan bawa dan sebut istilah ‘kadrun’,” kata Damai.

Dengan demikian, Damai pun menyarankan agar Ahok untuk segera mundur dari jabatannya sebagai Komut Pertamina. 

“Saran kami, Ahok mundur dari Komut Pertamina, itu lebih, daripada nyinyir entah kepada siapa,” pungkas Damai. 

Laporan : Rmolnetwork

Jumat, 18 September 2020 | 08:05

(nahimunkar.org)

(Dibaca 378 kali, 1 untuk hari ini)