ilustrasi


Melalui pandangan mata, terkadang bisa disebabkan melihat foto atau juga videonya. Karena itu, sewajarnya hamba Allah tidak memasang foto atau video dirinya di media sosial, atau anaknya, kecuali jika di sana ada hajat atau ada manfaat yang bisa dicontoh. Adapun jika tidak ada keduanya, maka berpotensi menimbulkan kibr (kesombongan), ujub, ghurur dan sebagainya. Sebagian kita (terkhusus ikhwan pengajian) menyangka bahwa memajang foto muka sendiri takkan berefek pada dirinya. Walau memang tidak ada nash sharih yang menyatakannya, namun melalui tajribah dan pengalaman kami juga sebagian hamba Allah, bahwa memajang foto pribadi memberikan efek AIN dan penyakit hati di diri sendiri maupun (mungkin) orang lain. Semoga Allah lindungi.

Maka ini nasehat untuk yang masih ‘sengaja’ memasang fotonya tanpa hajat dan maslahat; terutama jika ada niatan memamerkan bahwa ‘saya berjenggot’, ‘saya tidak isbal’, ‘saya berbuat baik begini dan begitu’. Jika ada bisikan niatan itu, dan sebenarnya tanpa memasang foto pun tidak masalah, maka liburkan niatan itu semua. Berhenti. Ingat. Amalan bisa bubar takutnya. Yang tadinya niatnya benar, bisa jadi buruk. Semoga Allah lindungi. Ini serangannya bukan ke fisik, tapi ke batin. Dan itu lebih besar lagi.

Ain bisa juga terjadi disebabkan pendengaran telinga. Karena itu, jika merekam suara sendiri untuk hal-hal yang tidak ada hajat dan maslahat, maka tidak usah disebarkan. Mungkin untuk hal ini, bagi kita tidak banyak. Karena siapa juga yang merekam suara sendiri?

Ala kulli hal, semua ada tempatnya dan ada porsinya. Jangan tampilkan diri di luar kadar dan hajat. Insya Allah, kalau ada sikap wara’ (kehati-hatian) di diri kita, maka perlindungan dari Allah pun semoga lebih besar lagi. Ada beberapa pengalaman yang patut diceritakan di satu sisi berkaitan dengan ini semua, namun demi mencegah mafsadat, maka kami urungkan. Lagipula, cukuplah kalimat-kalimat di atas sebagai nasehat yang mudah terfahami insya Allah. Baarakallaahu fiikum.

Hasan Al-Jaizy

هل العين تقع بمجرد نشر الصور ـ الشيخ خالد الفليج ـ قناة الأحواز الفضائية

موقع قناة الأحواز الفضائية : http://ahwz.tv/

 

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.267 kali, 1 untuk hari ini)