Sebuah rumah milik salah seorang tokoh masyarakat yang lokasinya tepat berada di bantaran Kali Ciliwung, tepatnya di Rt 11/03 Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, mendadak dikerumuni warga dan menjadi tontonan.

Hal ini bukan untuk melihat proses penggusuran rumah, namun karena rumah tersebut tidak dapat dihancurkan oleh alat berat.

Titin, warga Rt 11 Rw 03, yang melihat langsung kejadian aneh tersebut menjelaskan, peristiwa aneh itu bermula dari salah satu pengemudi excavator mencoba menggerakkan alat berat untuk menghancurkan rumah milik Haji Musa.

“Sampe empat kali mau dihancurin, tapi alat mati terus pada enggak bisa. Akhirnya pindah ke sebelah, mesinnya bisa beroperasi seperti biasa,” kata Titin pada VIVA.co.id.

Kemudian mesin excavator mencoba kembali mengancurkan rumah tersebut. Tapi, tiba-tiba saja mesin mati ketika ingin menghancurkan rumah tersebut, kemudian coba untuk dihidupkan lagi, namun kembali mati sampai empat kali.

Heran dengan kondisi tersebut, sang pengemudi kemudian memilih untuk beralih dan menghancurkan rumah lainnya yang ada di samping rumah Bapak Musa tersebut. Herannya, saat proses penghancuran rumah yang lain, mesin excavator berjalan normal dan tidak mengalami masalah.

Sementara itu, Yusuf, warga yang rumahnya berdekatan dengan Haji Musa mengatakan, rumah tersebut sering dijadikan sebagai tempat pengajian dan salat tarawih oleh warga sekitar.

“Itu biasanya hari Jumat dipakai untuk ngaji dan buat salat tarawih, tapi pemiliknya sudah meninggal, mungkin masih ada keistimewaannya. Jadi wajar lah kalau sulit dirobohkan,” kata Yusuf.

Kemudian Iing, salah seorang warga Kampung Pulo sekaligus tetangga Haji Musa,  juga mengaku terkejut dan sedikit heran. Karena sampai saat ini hanya rumah Haji Musa saja yang tidak bisa dirobohkan, sedangkan rumah yang lainnya sudah hancur luluh lantak.

co-becko

“Saya juga bingung kenapa tidak bisa dirobohkan, karena mungkin dari kedermawanan beliau selalu menyediakan rumahnya untuk pengajian, sekarang juga kan hari Jum’at mas,” kata Iing.

Haji Musa diketahui dahulu merupakan pedagang beras. Beliau terkenal sebagai tokoh masyarakat karena kedermawanannya yang selalu menyediakan rumahnya sebagai tempat pengajian. Beliau juga dikenal sosok yang rajin untuk beribadah.

“Haji Musa juga tidak pernah ketinggalan pengajian, sakit saja masih tetap ikut pengajian,” kata Iing menambahkan.

Hingga pembongkaran hari kedua berakhir, rumah Haji Musa tetap kokoh berdiri dan tidak terlihat tanda-tanda kerusakan akibat ganasnya excavator.

Sumber: http://m.news.viva.co.id/news/read/664132-ajaib–rumah-di-kampung-pulo-ini-tak-bisa-dirobohkan

Minggu, 23 Agustus 2015  RAGAM/ pkspiyungan.org

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.221 kali, 1 untuk hari ini)