LONTARANEWS – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang makan siang pekerja seni yang menjadi pendukungnya di Istana. Pertemuan dilakukan secara tertutup di tengah kondisi ekonomi yang melorot dan kepercayaan kepada pemerintah menurun.

“Jokowi mengundang pekerja seni yang jadi pendukungnya, ini indikasi memanfaatkan pekerja seni untuk meminta dukungan bisa lewat Twitter atau media apa saja,” kata pengamat politik Muslim Arbi kepada suaranasional, Kamis (1/9).

Kata Muslim, pekerja seni itu posisinya harus netral dan bukan bagian dari pemerintah. “Kalau sudah menjadi bagian dari pemerintah, pekerja seni sudah terkooptasi,” jelas Muslim.

Muslim menyindir, pertemuan tertutup JOkowi dengan pekerja seni itu kemungkinan mantan Wali Kota Solo mau belajar akting pencitraan agar lebih bagus. “Mungkin mau belajar akting lebih bagus biar tidak ketahuan rakyat kalau pencitraan,” sindir Muslim.

Menurut Muslim, posisi pekerja yang menjadi pendukung penguasa justru menurunkan derajat. “Setelah penguasa berganti, pekerja seni akan ditinggalkan begitu saja. Kalau posisinya independen, orang akan lebih menghargai,” papar Muslim.

Presiden Joko Widodo mengundang para pekerja seni di dunia perfilman untuk makan siang bersama di Istana Negara, Jakarta, Selasa (30/8/2016). (sn)NUSANEWS.com

Sumber: lontaranews.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 914 kali, 1 untuk hari ini)