.

 

Ada yang komentar seperti ini di situs www.lppimakassar.com

tasripin adiwijaya23 Mei 2014 08.50
“ Itulah (karunia) yang (dengan itu) Allah menggembirakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan mengerjakan amal shaleh. Katakanlah: “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upah pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan (Seharusnya-KELUARGAKU-)”. Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS [42]:[23])

Note : al Qurba = adalah kalimat definitive/ma’rifah/jelas karena ada al—terkait kepada Rosulullah, dan QURBA = adalah isim muthaadhi = superlative, atau sangat-sangat dekat sekali. Berarti Keluarganya yang paling dekat sekali, maka dijelaskan dalam hadist lainnya adalah : Fatimah, Ali, Hasan dan Husein.

Disini akan diurai dengan 2 (Dua) cara, yaitu :

I. Sesuai harapan Tuhannya dan Rosul-Nya, yaitu :

A. Bilangan [42], bilangan ini bila dijumlahkan [42]=4+2=6, ini dapat diuraikan sebagai berikut, perhatikan segitiga putih diatas (al Haq), yaitu :
1. Jumlah Washi (Ulil Amri Minkum – UAM) yang nama awalnya Muhammad, ada 4.
2. Jumlah UAM yang nama awalnya Ali, ada 4.
3. Jumlah UAM yang nama awalnya Hasan, ada 2.
4. Jumlah UAM yang nama awalnya Husein, ada 1.
5. Jumlah UAM yang nama awalnya Ja’far Shodik, ada 1.
6. Jumlah UAM yang nama awalnya Musa al Kazim, ada 1,
akan menghasilkan 13 Ulil Amri Minkum ketika Rosul masih hidup plus penggantinya Jumlahnya 12. Washi (UAM)

2. Bilangan [23], bilangan ini bila dijumlah akan menghasilkan bilangan 5, yaitu :
2.1 Muhammad Saw.
2.2 Fatimah Az Zahra as.
2.3 Ali bin Abi Thalib, al Murtadho, as.
2.4 Hasan, al Mujtaba as.
2.5 Husein as Syuhada as.

3. Bilangan [42][23], bilangan ini bila dijumlah akan menghasilkan,
4223=4+2+2+3=11, jumlah UAM pasca Imam Ali as terbunuh., dan dijumlahkan lagi, maka :

11=1 + 1= 2, ini adalah yang dimaksud :
1. Muhammad Saw,
2. Khadijah, Istri Pertama Rosul, yang telah melahirkan Sayidah Fatimah Az Zahra, dimana sepulangnya Mi’raj dan sebelumnya Allah SWT, menyilahkan kekasih-Nya mencicipi buah Apple di Kebun Yang Suci, yang dirinya telah diijinkanNya untuk menyinggahinya dan setelah bertemu kembali dengan istrinya, tidak lama kemudian istrinya yang tercinta Hamil dan melahirkan Sayidah Fatimah Az Zahra sebagai sumber Genetic Suci yang adalah merupakan Program Allah SWT, untuk Pengawalan RisalahNya sampai Yaumil Kiamah.

Bantahan gensyiah.com

Bismillahirrahmanirrahim.
Afwan baru balas.
Bantahan makalah syiah.
1. Bertentangan dengan firman Allah Qs. Al syu’ara: 109: dan aku sekali kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari tuhanku”.
Maka sangat aneh kalau ada orang yang membayangkan rasulullah minta upah atas dakwahnya setelah adanya ayat ini
2. Bertentangan dengan ahlulbait.
Ibnu abbas adalah ahlulbait terbesar dan paling alim dalam tafsir, mengatakan: yg dimaksud dengan qurba dalam ayat 23 alsyuro bukanlah kerabat rasulullah akan tetapi apa yang ada diantara nabi dan kaumnya dari qarabah nasabiyyah. Jadi maksudnya: aku tidak meminta upah atas apa yang aku bawa, akan tetapi aku meminta kepada kalian agar kalian mencintaiku karena kekerabatanku dengan kalian, agar kalian menjagaku karena kalian adalah kaumku dan orang yg paling berhak untuk mentaati aku dan menjawab dakwahku.
3. Tafsir ini yg benar, didukung oleh ikrimah, mujahid, qatadah, sya’bi dll.
4. 5 nabi sebelum Rasul Saw; Nuh, Hud, Shalih, Luth, Syuaib telah melontarkan hal yang sama yaitu ” aku tidak minta upah kepada kalian atas dakwahku ini, upahku hanya ada di sisi allah”
Bagaimana mungkin mereka murni ikhlas tanpa minta upah apapun bentuknya sementara nabi yang paling agung malah minta upah?
5. Seandainya yg dimaksud adalah minta upah berupa kecintaan kepada keluarga nabi saw, niscaya firman allah akan berbunyi: المودة في ذي القربى bukan المودة في القربى sebagaimana firman2 allah yg lain menggunakan ولذي القربى QS. Al anfal 41, al hasyr 7, ذا القربى QS. Arrum 38, ذوي القربى QS Baqorah 177
Semua wasiat tentang hak hak ahlulbait nabi atau seseorang disebut dzawil qurba bukan filqurba.
6. Alqurba berbentuk isim makrifat, maka hal itu haruslah sudah dikenal oleh para mukhathab (orang yg diajak bicara waktu itu) , sementara ketika ayat 23 alsyuro itu turun belum ada Hasan dan Husen, dan Ali belum menikah dengan Fatimah, maka penafsiran alqurba dengan Ali Fatimah Hasan Husen adalah mustahil, berbeda dengan kekerabatan yang ada antara beliau dan mereka.
7. Syekh al mufid – ulama besar syiah- juga telah berkata membenarkan tafsir yg shahih di atas, dg mengatakan: ” tidak sah ucapan bahwa allah menjadikan upah nabinya berupa kecintaan kepada ahlubaitnya.”
Sungguh salah besar orang yang mengatakan nabi minta upah berupa cinta ahlulbait. Ingat ayat yg muhkam di tempat lain adalah: hai kaumku aku tiada meminta harta benda kepada kamusebagai upah atas dakwahku, upahku hanyalah dari allah” qs hud 29) juga ayat 51
8. Adapun bilangan 42:23 ditafsiri seperti model syiah di atas maka itu bukan hujjah, hanya cocok cocokan, bisa saja orang menafsiri lain yang berbeda, misal:
4 adalah khulafaurrasyidin
2 adalah syahadat
4+2=6 adalah rukun iman
Sedang 23
Jika ditambah =5 itu rukun islam
4, 2, 2, 3 jika dijumlah =11, 11 adalah istri nabi
Dst….
Maka apa bedanya antara ini dan itu? Maka model begini bukan hujjah.
Semoga bisa meyakinkan ahlussunnah bahwa syiah orang yang sesat karena meninggalkan yg muhkam dan berpegangan dg yg mutasyabihat karena mencari fitnah dan takwil

Ditulis oleh Ust. Abu Hamzah, 28 rajab 1435, kartosuro/Gensyiah.com, May 28, 2014

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 569 kali, 1 untuk hari ini)