JAKARTA – Akhirnya, pengakuan adanya bantuan Amerika Serikat (AS) terhadap proses persidangan dalam kasus “terorisme” di Indonesia dinyatakan oleh ketua Mahkamah Agung (MA).

“Kita sekarang sudah dapat bantuan dari Amerika Serikat (AS) untuk perkara terorisme, untuk pengamanan persidangan,” kata Ketua MA, Harifin Tumpa usai laporan akhir tahun di Gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (28/2/2012), dikutip detikcom.

Tumpa tidak merinci dalam bentuk apa bantuan AS tersebut. Terkait pernyataan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) tentang adanya keterkaitan intervensi AS terhadap proses pengadilan, Tumpa membantahnya.

“MA tidak pernah dapat bantuan jika dihubungkan dengan perkara. MA akan selalu menolak apabila dikait-kaitkan (dengan perkara),” katanya.

Sementara itu, menurut pengamat “terorisme” Mardigu, pengakuan Tumpa bahwa adanya bantuan AS untuk proses persidangan kasus “terorisme” merupakan pelecehan kedaulatan bangsa.

“Kalau bantuan data, saya tidak heran, kalau fisik justru memalukan dan melecehkan kedaulatan bangsa. sebetulnya untuk persidangan ‘teroris’ tidak perlu membutuhkan pengamanan dari AS,” jelasnya kepada itoday hari Selasa kemarin. “Kalau kita menginjinkan, kita lemah, kita lebay”.

Dengan adanya pernyataan Harifin Tumpa selaku Ketua MA, jelas  menguatkan adanya intervensi AS kepada Indonesia, khususnya masalah kasus “terorisme.” (siraaj/arrahmah.com) Siraaj

Rabu, 29 Februari 2012 09:43:2

***

Kasasi Ustadz Abu Ditolak, TPM Curigai Intervensi Asing

Jakarta (SI ONLINE) – Tim Pengacara Muslim (TPM) mengungkap ada kecenderungan intervensi Amerika Serikat baik langsung maupun tidak langsung dalam penolakan permohonan kasasi Ustadz Abu Bakar Ba’asyir. Meskipun, kata Koordinator TPM Ahmad Michdan, dugaan intervensi itu memang harus dibuktikan terlebih dahulu.

Dugaan itu muncul karena kasus yang disangkakan kepada Ustadz Abu adalah kasus terorisme. Sedangkan AS adalah negara yang memimpin perang melawan terorisme. Michdan menuding AS juga yang membiayai sejumlah proyek antiteror di Indonesia, seperti pendirian Densus 88, Pelatihan terorisme di Semarang, dan  pembentukan Satgas Anti Teror di Kejaksaan. “Semua itu dananya dari AS”, kata Michdan kepada Suara Islam Online, Selasa (28/2/2012).

Saat ditanya, sesungguhnya apa yang ditakutkan oleh Amerika dari seorang Ustadz Abu, Michdan menjawab bahwa AS menakuti Ustadz Abu karena ia melakukan pembelaan terhadap Islam dan umat Islam. Baik dalam negeri maupun luar negeri. “Ustadz Abu membela umat Islam yang dizhalimi Amerika seperti di Irak, Afghanistan dan lainnya”, kata Michdan.

Selain itu Ustadz Abu juga dipandang sebagai ikon perjuangan penegakan syariah Islam. Jika Syariah Islam tegak di Indonesia, tentu saja kepentingan AS di negeri ini akan banyak terganggu.

Diberitakan sebelumnya Wakil ketua Komisi Yudisial (KY), Imam Anshari Saleh, menjamin tidak ada campur tangan pihak asing terhadap penolakan kasasi amir  Jamaah Anshorut Tauhid  (JAT) ini. “Tidak ada intervensi (pihak asing). Kita tidak bisa mencurigai tanpa ada bukti,” ujar Imam seperti dilansir detikcom, Selasa (28/2/2012).

Menurut Imam, keputusan tersebut telah dipertimbangkan MA berdasarkan fakta dan petimbangan hukum yang matang. Jika ada pihak yang memiliki bukti keterlibatan pihak asing, Imam berjanji akan menindaklanjuti laporan tersebut. “Kalau ada bukti intervensi silakan laporkan kepada kami,” tegasnya.
Rep: Shodiq Ramadhan  Selasa, 28 Februari 2012 | 18:28:45 WIB suaraislam online

(nahimunkar.com)

(Dibaca 856 kali, 1 untuk hari ini)