Akibat bagi China Jika Corona Terbukti Bocor dari Lab Wuhan


Ilmuwan di lab Wuhan. Foto: CCTV

Jakarta – 

Teori bahwa virus Corona bocor atau bahkan dibuat di laboratorium Wuhan Institute of Virology (WIV) terus diinvestigasi, khususnya oleh Amerika Serikat. Jika teori itu nantinya terbukti benar, mungkin akan runyam akibatnya, khususnya bagi China.

Stephen L. Carter, profesor hukum di Yale University, dalam kolomnya di Bloomberg menyebut China kemungkinan akan menjadi sasaran kemarahan dan dimintai pertanggungjawaban.

“Jika sebuah virus yang telah membunuh hampir 600 ribu orang di Amerika Serikat dan hampir 4 juta orang di seluruh dunia benar-benar bocor dari laboratorium di China, ketakutan yang terjadi di dunia dalam satu setengah tahun terakhir mungkin akan menjadi kemarahan,” tulisnya.

“Umpama virus Corona sungguh bocor dari lab Wuhan, bahkan meski tidak sengaja, dunia akan meledak dalam kemarahan. Tekanan untuk melakukan sesuatu soal ini, untuk menemukan cara menghukum China karena kelalaian dan menutup-nutupi, akan intens,” begitu ramalannya.

Namun jika hal itu terjadi, sebaiknya kemarahan tidak menjadi membabi buta. “Jika situasi tidak menyenangkan itu muncul, apapun keputusan kita, marilah kita berpikir menyeluruh ketimbang bertindak dalam kemarahan,” pungkas dia seperti dikutip detikINET dari Bloomberg.

Sejauh ini, sama sekali belum ada bukti bahwa virus Corona berasal dari lab Wuhan. Namun demikian, beberapa pihak menilai investigasi memang perlu dilakukan.

“Tidak mungkin untuk menyatakan apakah evolusi terakhir (COVID-19) terjadi di sebuah laboratorium atau bertempat di alam,” cetus profesor Stanford dan ahli mikrobiologi, David Relman.

Famili terdekat dari COVID-19 memang ditemukan sekitar satu dekade lalu di gua selatan China. David menyebut hipotesis kebocoran dari lab benar-benar kemungkinan yang masuk akal. Apalagi lab Wuhan menyimpan banyak jenis virus Corona dari kelelawar, termasuk yang ditemukan di gua itu.

“Mereka tidak hanya mempelajari virus tersebut. Mereka sebenarnya mengumpulkan sampel dari alam dalam jumlah terbesar dan keragaman yang terbesar pula dari tempat manapun di Bumi ini,” katanya baru-baru ini.

Pemerintah China sendiri berang dengan teori tersebut dan menilainya sebagai pengalih perhatian karena dan bermotif politis. Sedangkan pihak WIV berulangkali pula membantah teori virus Corona berasal dari laboratorium mereka, apalagi sejauh ini tak ada bukti sahihnya. China tampaknya mendapat dukungan dari seorang ilmuwan Barat.

Beberapa hari lalu, Danielle Anderson, ilmuwan asing yang pernah bekerja di WIV, sangsi virus Corona bocor dari lab tersebut dan kemungkinan penyakit ini berasal dari alam. Namun demikian, ia mengaku tak bisa sepenuhnya menyangkal adanya potensi
kebocoran.


(fyk/fyk)

Tim – detikInet

Rabu, 07 Jul 2021 18:10 WIB

(nahimunkar.org)

(Dibaca 211 kali, 1 untuk hari ini)