Akibat Berzina dan Homosex, Pelajar di NTT Idap HIV Stadium 4, Penghalal Homosex Musdah Mulia Ada Andilnya?


Ilustrasi pengidap HIV/AIDS/ foto aryati

Seorang pelajar laki2 di Lembata NTT mengidap HIV Stadium 4.

  • Ternyata, perilaku pergaulan bebas pelajar tersebut sudah tidak bisa dikontrol. Dia banyak melakukan hubungan badan, dibayar maupun tanpa dibayar. Lebih mencengangkan lagi, dia juga pernah melakukan hubungan sesama jenis.
  • Jauh-jauh hari sudah ada manusia penghalal homosex, logikanya berarti ada andil masalah gawat ini.

***

Musdah Mulia halalkan homosex

Tentang menghalalkan homosex, inilah artikel yang menyoroti Musdah Mulia:

Prof UIN Jakarta Halalkan Homoseksual

Written by Adian Husaini

Harian The Jakarta Post, edisi Jumat (28/3/2008) pada halaman mukanya menerbitkan sebuah berita berjudul  Islam ‘recognizes homosexuality’  (Islam mengakui homoseksualitas). Mengutip pendapat dari Prof. Dr. Siti Musdah Mulia, guru besar di UIN Jakarta, koran berbahasa Inggris itu menulis bahwa homoseksual dan homoseksualitas adalah alami dan diciptakan oleh Tuhan, karena itu dihalalkan dalam Islam. (Homosexuals and homosexuality are natural and created by God, thus permissible within Islam).

Menurut Musdah, para sarjana Muslim moderat berpendapat, bahwa tidak ada alasan untuk menolak homoseksual. Dan bahwasanya pengecaman terhadap homoseksual atau homoseksualitas oleh kalangan ulama aurus utama dan kalangan Muslim lainnya hanyalah didasarkan pada penafsiran sempit terhadap ajaran Islam. Tepatnya, ditulis oleh Koran ini: “Moderate Muslim scholars said there were no reasons to reject homosexuals under Islam, and that the condemnation of homosexuals and homosexuality by mainstream ulema and many other Muslims was based on narrow-minded interpretations of Islamic teachings.”

Mengutip QS 49 ayat 3, Musdah menyatakan, salah satu berkah Tuhan adalah bahwasanya semua manusia, baik laki-laki atau wanita, adalah sederajat, tanpa memandang etnis, kekayaan, posisi social atau pun orientasi seksual. Karena itu, aktivis liberal dan kebebasan beragama dari ICRP (Indonesia Conference of Religions and Peace) ini, “Tidak ada perbedaan antara lesbian dengan non-lesbian. Dalam pandangan Tuhan, manusia dihargai hanya berdasarkan ketaatannya.” (There is no difference between lesbians and nonlesbians. In the eyes of God, people are valued based on their piety).

Demikian pendapat guru besar UIN Jakarta ini dalam diskusi yang diselenggarakan suatu organisasi bernama “Arus Pelangi”, di Jakarta, Kamis (27/3/2008).

Menurut Musdah Mulia, intisari ajaran Islam adalah memanusiakan manusia dan menghormati kedaulatannya. Lebih jauh ia katakan, bahwa homoseksualitas adalah berasal dari Tuhan, dan karena itu harus diakui sebagai hal yang alamiah.

– See more at: https://www.nahimunkar.org/professor-doktor-musdah-mulia-penghalal-homosex-kena-batunya/#sthash.XXAIMbq5.dpuf

***

Homosex perbuatan terkutuk, pelakunya dan pasangan berbuatnya dihukum bunuh

Berikut ini penjelasannya:

Artikel Buletin An-Nur :

Homo Seksual
Selasa, 01 Juli 14

Baru-baru ini masyarakat diramaikan oleh kasus yang sangat menghebohkan sekaligus menjijikan. Berbagai media massa tak henti menyiarkan berita ini. Kasus ini adalah kasus homoseksual yang awalnya menimpa sebuah sekolah internasional di Jakarta. Lalu bagaimana Islam melihat homoseksual?

Islam adalah agama sempurna yang sesuai dengan fitrah manusia. Dan tidaklah sesuatu itu baik bagi manusia melainkan Islam dalam garda terdepan dalam memerintahkannya. Dan tidaklah sesuatu itu buruk, maka Islam pasti sudah melarangnya. Seperti inilah Islam memandang homoseksual. Sebuah perilaku yang menyelisihi kodrat manusia, maka Islam melarang homoseksual. Dalam sejarah mengatakan bahwa perilaku penyimpangan seks homoseksual terjadi pada kaum Nabi Luth ‘Alaihis Salam. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengabadikannya dalam al-Qur’an di dalam firman-firman-Nya,

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya. ‘Mengapa kalian mengerjakan perbuatan fahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelum kalian? ‘Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melampui batas.” [Al-A’raf : 80-81]
Firman-Nya juga,

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ * أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ وَتَقْطَعُونَ السَّبِيلَ وَتَأْتُونَ فِي نَادِيكُمُ الْمُنْكَرَ

“Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya: “Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu”. Apakah sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu?” [QS. al-Ankabut: 28-29].

Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman,

أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ

“Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.” [QS. asy-Syu’ara’: 165-166].

Firman-Nya yang lain,

وَلُوطًا إِذْ قالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفاحِشَةَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَ أَإِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّساءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ

“Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika ia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji itu sedang kamu melihat(nya). Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu(mu), bukan mendatangi wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak dapat mengetahui (akibat perbuatanmu).” ( An-Naml 27:54-55)

Larangan homoseks juga terdapat dalam beberapa sabda Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, di antaranya,

Dari Jabir Radiyallahu ‘Anhu, dia berkata bahwa Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي عَمَلُ قَوْمِ لُوطٍ

“Sesungguhnya yang paling aku takuti (menimpa) umatku adalah perbuatan kaum Luth.” (HR. Ibnu Majah, no. 2563)

Dalam hadits lain dari Ibnu Abbas Radiyallahu ‘Anhu, dia berkata bahwa Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

لَعَنَ اللهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ، لَعَنَ اللهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ، لَعَنَ اللهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ

“Allah melaknat siapa saja yang melakukan perbuatan kaum Luth, Allah melaknat siapa saja yang melakukan perbuatan kaum Luth, Allah melaknat siapa saja yang melakukan perbuatan kaum Luth.” [HR Nasa’i dalam as-Sunan al-Kubra, No. 7297]

Hukuman pelaku Homoseks

Adapun mengenai hukuman bagi mereka, secara garis besar Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah bersabda,

مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ، فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ

“Barangsiapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah kedua pelakunya.” [HR Tirmidzi : 1456, Abu Dawud : 4462, Ibnu Majah : 2561 dan Ahmad : 2727]

Para pengikut madzhab Hambali menukil ijma’ (kesepakatan) para sahabat yang mengatakan bahwa hukuman homoseks adalah dibunuh. Mereka berdalil dengan hadits: “Barangsiapa yang kalian dapatkan melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah yang menyetubuhi dan yang disetubuhi”.

Mereka juga berdalil dengan perbuatan Ali Radiyallahu ‘Anhu yang merajam orang yang melakukan homoseksual. Syafi’i Rahimahullah berkata, “Dengan ini, kita berpendapat merajam orang yang melakukan perbuatan homoseksual, baik dia seorang muhsan atau bukan.”

Dan sebagaimana yang diriwayatkan oleh Khalid bin Walid bahwa ada di pinggiran kota Arab seorang laki-laki yang dinikahi sebagaimana dinikahinya seorang perempuan. Maka dia menulis surat kepada Abu Bakar Shiddiq Radiyallahu ‘Anhu. Abu Bakar lalu bermusyawarah dengan para sahabatnya. Orang yang paling keras pendapatnya adalah Ali Radiyallahu ‘Anhu. Dia berkata, “Tidaklah melakukan perbuatan ini kecuali hanya satu ummat dan kalian telah mengetahui apa yang telah Allah lakukan kepada mereka. Aku berpendapat agar dia dibakar dengan api.” Kemudian Abu Bakar Radiyallahu ‘Anhu mengirim surat kepada Khalid bin Walid Radiyallahu ‘Anhu untuk membakarnya.

Abdullah bin Abbas Radiyallahu ‘Anhu berkata, “Dipertontonkan dari bangunan yang paling tinggi lalu dilemparkan (ke bawah) diikuti lemparan batu.”

Dengan demikian hukuman homoseks adalah bisa dengan dibakar, dirajam dengan batu, dilempar dari bangunan yang paling tinggi yang diikuti lemparan batu, atau dipenggal lehernya. Ada pula yang mengatakan ditimpakan tembok kepadanya.

Agar terbebas dari Homoseksual

Berikut beberapa cara agar terbebas dari penyakit homoseksual,
1. Belajar ilmu syar’i.
2. Berteman dengan teman yang shalih. Karena teman yang shalih akan senantiasa membimbing kita mengenal Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan menuntun kita menjauhi hal-hal yang diharamkan oleh syariat Islam.
3. Mengisi waktu kosong dengan yang bermanfaat.
4. Selalu mengingat bahwa homoseksual adalah dosa besar dan dilaknat pelakunya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

وَلُوطًا إِذْ قالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفاحِشَةَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَ (54) أَإِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّساءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ

“Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika ia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji itu sedang kamu melihat(nya). Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu(mu), bukan mendatangi wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak dapat mengetahui (akibat perbuatanmu).” ( An-Naml 27:54-55)
5. Menjauhi segala sesuatu yang berkaitan dengan homoseksual atau membuatnya menjadi kewanita-wanitaan atau menyerupai wanita.

Sebagaimana dalam hadits.

لَعَنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المُخَنَّثِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالمُتَرَجِّلاَتِ مِنَ النِّسَاءِ وَقَالَ أَخْرِجُوهُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ

“Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam melaknati lelaki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai lelaki, dan beliau bersabda: Usirlah mereka dari rumah-rumah kalian.” (Muttafaqun ‘alaih)

Wallahu’a’lam bishawab.

Dari berbagai sumber.

http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatannur&id=753

 

(nahimunkarcom) https://www.nahimunkar.org/musdah-mulia-direktur-megawati-institute-dan-masalah-homosex/

***

Akibat Pergaulan Bebas, Pelajar di Lembata NTT Idap HIV Stadium 4


LEMBATA,  – Perilaku pergaulan bebas menjadi semacam ‘budaya’ di kalangan pelajar saat ini. Kehidupan yang jauh dari kontrol orang tua menjadi salah satu faktor mengapa hal itu bisa terjadi.

Di sisi lain, gaya hidup glamor yang sulit dikendalikan, ditambah pula ketidaksanggupan untuk bertanggung jawab terhadap diri sendiri, membuat mereka terjebak dalam relasi yang tidak sehat itu.

Bahaya pergaulan bebas yang bisa mengakibatkan terjangkit HIV/AIDS hingga merenggut nyawa, rupanya tak begitu dihiraukan. Sebagian dari mereka memilih nekat meski nyawa dan masa depan jadi taruhan.

Cerita tentang seorang pelajar Lembata yang terdiagnosa positif HIV baru-baru ini setidanya menjadi pelajaran sekaligus bahan permenungan bagi generasi muda kita untuk lebih bijak dalam membangun relasi.

Melansir Pos Kupang, Kamis (5/3), pada awal Maret 2020 ini kembali ditemukan satu orang pelajar SMA berjenis kelamin laki-laki positif terinfeksi HIV stadium empat. Kondisinya pun sangat memprihatinkan.

Dokter Alma Carvallo, seperti yang dilaporkan Pos Kupang, membeberkan cerita di balik petualangan sang pelajar tersebut. Menurut Dokter Alma, pada mulanya anak pelajar dibawa ke rumah sakit karena sakit kejang-kejang.

Namun setelah diperiksa dan ditelusuri lebih lanjut ternyata dia sudah terinfeksi HIV stadium empat. Dia pun kemudian menelusuri perilaku pelajar yang selama ini tinggal di kos-kosan tersebut.

Ternyata, perilaku pergaulan bebas pelajar tersebut sudah tidak bisa dikontrol. Dia banyak melakukan hubungan badan, dibayar maupun tanpa dibayar. Lebih mencengangkan lagi, dia juga pernah melakukan hubungan sesama jenis.

Informasi dari dokter yang banyak menangani masalah HIV dan Aids di Lembata ini pun sontak saja membuat semua peserta yang hadir terkejut dan merasa prihatin.

Tambah Daftar Panjang Pelajar Terinfeksi HIV

Peristiwa ini menambah daftar panjang pelajar di Lembata yang terinfeksi HIV. Dokter Alma pun selalu mengingatkan bahwa jenis penyakit mematikan ini bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu.

“Bahkan, di bulan Februari ada ibu hamil juga yang kena,” kata dia sembari menambahkan bahwa berdasarkan data kategori pekerjaan ibu rumah tangga terbanyak mengidap HIV dan Aids.

Ini belum lagi diperparah dengan fakta lain yang dia ungkapkan bahwa ada kasus suami menjual istrinya di tempat hiburan malam semata untuk mendapatkan uang.

Dia meminta semua ASN, pegawai honorer, TNI, Polri dan masyarakat luas untuk tidak segan-segan melakukan tes HIV.

Data Kasus HIV/AIDS di NTT

Pada 2019 lalu, Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) NTT memberikan laporan soal kasus HIV/AIDS di NTT. Laporan tersebut menunjukkan bahwa kasus HIV/AIDS tertinggi ada di Kota Kupang, yakni sebanyak 1.454 kasus dengan jumlah meninggal sebanyak 67 orang.

Sedangkan jumlah kasus terbanyak kedua adalah di Kabupaten Belu,yakni 918 kasus. Dari sisi jumlah yang meninggal dunia, Kabupaten Belu tertinggi korban meninggal, yakni dari jumlah kasus 918 kasus, ada 248 orang yang meninggal.

Sedangkan jumlah kasus terendah di Kabupaten Sabu Raijua, yakni tujuh kasus tanpa ada yang meninggal.

Sementara dari sisi usia , kasus HIV/AIDS terbanyak pada usia 25 – 49 tahun sebanyak 5.194 kasus, kemudian usia 20-24 tahun sebanyak 776 kasus, sementara penderita di atas 50 tahun sebanyak 334 kasus.

Berikut data kasus HIV/AIDS di kabupaten dan kota se- NTT.

  1. Kota Kupang: 1.454 (67)
  2. Kupang: 183 (12)
  3. TTS: 267 (115)
  4. TU: 294 (99)
  5. Belu: 918 (248)
  6. Malaka: 244 (17)
  7. Alor: 189 (27)
  8. Lembata: 252 (79)
  9. Flotim: 616 (123)
  10. Sikka: 749 (184)
  11. Ende: 269 (112)
  12. Nagekeo: 85 (25)
  13. Ngada: 111 (59)
  14. Manggarai Timur: 63 (22)
  15. Manggarai: 166 (39)
  16. Manggarai Barat: 68 (3)
  17. Sumba Timur: 244 (28)
  18. Sumba Tengah: 24 (4)
  19. Sumba Barat: 56 (16)
  20. Sumba Barat Daya: 250 (88)
  21. Rote Ndao: 25 (2)
  22. Sabu Raijua: 7 (0).

Total kasus : 6.554*


dawainusa.com Editor 05/03/2020

 

(nahimunkar.org)


 



(Dibaca 16.031 kali, 1 untuk hari ini)