Inilah beritanya.

Siang ini, Aliansi Ormas Islam Pembela Masjid Serbu PT Jatimasindo

Jumat 25 Januari 2013 – 07:55:06 WIB

Plakat Masjid_8347523842
dnaberita/sugandhi

MEDAN | DNA – Usai Solat Jum’at (25/1/2013) hari ini, ratusan Ummat Islam dan massa BKM Raudhatul Islam (RI)yang tergabung dalam Aliansi Ormas Islam Pembela Masjid dipastikan akan menyerbu pengembang PT. Jatimasindo di Hotel Emerald Garden. Aksi damai yang di koordinatori Ketua BKM Asmui Parinduri dan Aktivis Islam Pembela Masjid Al Mukarrom Murwinto tersebut menuntut PT. Jatimasindo bertanggungjawab dan membangun kembali Masjid Raudhatul Islam Massa.
Ratusan massa Islam yang “marah” tersebut meminta perusahaan property milik keluarga Li situ jangan bermanuver yang aneh-aneh dengan melakukan politik adu domba dan pecah belah diantara Ummat Islam dan OKP IPK (Ikatan Pemuda Karya). Setelah sebelumnya membenturkan para pejuang masjid dengan perguruan beladiri Tapak Suci dan Ormas Islam Muhammadiyah.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humasy) BKM Raudhatul Islam Jalan Putri Hijau Gang Peringatan Kelurahan Silalas – Medan Barat Sugandhi Siagian, SH Jum’at (25/1/2013) disekretariat BKM-RI kepada wartawan menjelaskan, aksi unjuk rasa damai ini dilakukan karena PT. Jatimasindo semakin terkesan semakin “menggila” dan membabibuta menyalurkan hasratnya untuk pembenaran atas perbuatannya merusak, menghancurkan dan menguasai lahan masjid .

“Aliansi Ormas Islam dan jama’ah Masjid RI meminta PT. Jatimasindo bertanggungjawab atas perubuhan Masjid Raudhatul Islam yang dilakukan pada 11 April 2012 yang lalu tersebut dibangun kembali ditempat semula. Manuver politik PT. Jatimasindo mengadu domba Para Pejuang Pembela Masjid dengan Ormas Islam dan OKP merupakan salah satu cerminan dari upaya perusahaan kapitalis tersebut agar para pejuang pembela masjid takut dan kacau sehingga lemah dan menyerah.

Yang terjadi justru para pejuang yang tergabung dalam Aliansi Ormas Islam tersinggung dan marah.  PT. Jatimasindo telah salah langkah dalam menerapkan kebijakan untuk mengembangkan perusahaannya dengan melibatkan pihak-pihak luar yang tidak paham syariat Islam yang mengatur tentang keberadaan masjid dan hukum merubuhkan/ memindahkan masjid termasuk Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Waqaf,” katanya.

Ditegaskannya, pada dasarnya para pejuang pembela masjid dan Aliansi tidak merasa keberatan PT. Jatimasindo mendirikan tembok dilahan sekitar areal masjid yang diakui miliknya. Namun hendaknya permasalahan Masjid Raudhatul Islam terlebih dahulu diselesaikan dengan cara membangunnya kembali ditempat semula. Disamping itu IMB tembok juga harus dimiliki apalagi diketahui seluruh jalan-jalan diareal tersebut adalah milik negara.

“Kalau juga masih ngotot mengaku-ngaku sejumlah lahan jalan diareal tersebut milik PT. Jatimasindo harus dijelaskan secara hukum dasar kepemilikannya dari siapa (pihak mana) membelinya. Negara kita adalah negara hukum setiap warga negara harus taat hukum, termasuk Arsyad Lis yang disebut-sebut salah seorang pemilik PT. Jatimasindo. Jangan anggap remeh terhadap hukum di NKRI dan aparat-aparatnya. Karena itu agar keluarga Lis dan relasi pendukungnya bisa hidup nyaman damai mesti menyelesaikan persoalan masjid ini secara kekeluargaan musyawarah persuasif yaitu membangun kembali Masjid RI ditempat semula,” ujarnya.(sam/sgndh)

http://www.dnaberita.com/berita-82406-siang-ini-aliansi-ormas-islam-pembela-masjid-serbu-pt-jatimasindo.html

***

FUI Sumut Kawal Keberadaan Masjid Raudhatul Islam

Kamis, 24 Januari 2013

Hidayatullah.com–Perang batu terjadi di kawasan Masjid Raudhatul Islam yang berada di Jalan Putri Hijau Gang Peringatan Kecamatan Medan Barat, Rabu (23/1/2013).  Di lokasi masjid yang pernah dirobohkan pengembang, PT Jatisamindo itu, Ikatan Pemuda Karya (IPK) dan Forum Umat Islam (FUI) Sumut terlibat bentrok. Masalah Masjid Raudhatul Islam adalah penyebabnya.

FUI yang mendukung Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Raudhatul Islam tak ingin ada IPK di sana. Pasalnya, IPK dianggap antek Hotel Emerald Garden yang ingin membangun tembok di kawasan Masjid Raudhatul Islam. “IPK diduga diperalat PT Jatimasindo, kami tidak akan gentar melakukan pertahanan,” tegas Sekretaris Forum Umat Islam Sumut, Indra Suheri.

Perang batu antara dua kubu memang tidak menyebabkan korban. Namun, ketegangan dan mencekam sangat terasa. Dilaporkan Sumut Pos, kejadian bermula ketika puluhan massa beratribut IPK tampak berada di pos perumahan Putri Hijau, tepatnya di belakang Hotel Emreald. Diduga kehadiran IPK mengawal dan pengamanan pembangunan tembok.

Umat Islam yang berada di lokasi berang. Pasalnya, masjid itu pada 11 April 2011 lalu telah dirobohkan pihak PT Jatisamindo. Warga melawan, masjid itu berstatus wakaf. Artinya, tidak bisa dirobohkan dan dipindahkan. Kasus ini telah dikasuskan dan hingga kemarin belum ada penyelesaian.

Pada 15 Juli 2012, warga pun membangun kembali masjid yang telah dirobohkan tersebut. Namun, pada 10 Januari 2013, pihak pengembang malah ingin memindahkan  dan membangun masjid itu ke jarak 100 meter dari posisi awal. Sontak hal itu kembali membangkitkan amarah warga.

Keberadaan IPK diduga untuk mengawal pembangunan tembok menutup akses ke masjid. “Jangan coba pancing kami. Kami semua rindu syahid mempertahankan masjid ini,” kata Ketua FUI Sumut Sudirman Timsar Zubil.

Aksi saling lempar batu berhenti setelah polisi tiba di lokasi dan menenangkan kedua kelompok. Setelah dilerai, FUI, massa penyokong Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Raudhatul Islam bertahan di sekitar masjid.

Sementara IPK berkumpul di perumahan belakang Hotel Emerald Garden. Meski sempat terjadi saling tentang antara kedua pihak, potensi bentrok susulan langsung dieliminasi. Polisi berhasil membujuk massa IPK membubarkan diri. Sementara massa pembela masjid berjaga-jaga sambil memegang tongkat. Polresta Medan yang dipimpin Wakapolresta Medan AKBP Pranyoto melakukan negosiasi.

“Dalam negosiasi Wakapolresta dengan IPK, IPK diwajibkan angkat kaki dari areal Masjid Raudhatul Islam. Negosiasi itu pun disetujui IPK dan akhirnya pergi,” kata Indra Suheri.

Penghancuran dan pemindahan Masjid Raudhatul Islam oleh pengembang properti PT Jatimasindo terus ditentang sejumlah ormas. Mereka menyatakan, lahan masjid itu tidak bisa dihancurkan atau dipindahkan tanpa cara yang benar karena berstatus wakaf dan memiliki sertifikat wakaf.

Persoalan Masjid Raudhatul Islam:

11 April 2011: Dirobohkan oleh Pengembang PT Jatisamindo.

15 Juli 2012 : Dibangun kembali oleh warga di tapak lahan masjid yang dirobohkan.

10 Januari 2013 : Pematokan lahan untuk membangun Masjid Raudhatul Islam yang baru oleh PT Jatisamindo. Lokasinya 100 meter dari masjid yang lama.

23 Januari 2013 : Bentrok antara IPK dan pendukung Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Raudhatul Islam – FUI.

Beberapa Masjid di Medan yang Dirobohkan:

1. Masjid Al-Hidayah di komplek PJKA Gang Buntu, Kecamatan Medan Timur.

2. Masjid Al-Ikhlas di jalan Timor kecamatan Medan Timur.

3. Masjid Raudhatul Islam di Jalan Putri Hijau Gang Peringatan Kecamatan Medan Barat.

4. Masjid Al Khairiyah di Jalan Bekiun Kecamatan Medan Barat.

5. Masjid Jendral Sudirman di Komplek Kavaleri Padangbulan.

6. Masjid At Thoyyibah di Jalan Multatuli Kecamatan Medan Maimun.

7. Masjid Ar-Ridho di Komplek Kodam Polonia.*

Rep: Insan Kamil

Red: Syaiful Irwan

***

Berita terntang perubuhan Masjid ini tahun lalu sebagai berikut. Perubuhan Masjid Raudhatul Islam Lukai Umat Islam

Shalat Ashar Berjama'ah_83256421378

Ormas Islam demo perubuhan Masjid Raudhatul Islam dan shalat Asar berjamaah. ORBIT/Suhardiman

Medan-ORBIT: Organisasi massa (Ormas) Islam kembali turun ke jalan mengecam perubuhan masjid. Mereka mengecam langkah pembangunan yang melukai perasaan umat beragama dan tak mengindahkan amanah UUD 1945 di negara ini.

Informasi dihimpun Harian Orbit Minggu (5/2), salah seorang pengunjukrasa yang mengecam perubuhan Masjid Raudhatul Islam belakang Emerald Garden Hotel Jalan Putri Hijau Medan.

Unjuk rasa tersebut mendapat tindakan keras aparat kepolisian sehingga seorang aktivis dilarikan ke rumahsakit untuk mendapat perawatan. Padahal aksi  yang digelar merupkan aksi damai menuntut tanggungjawab developer (pengembang) PT Jatimasindo yang merubuhkan Masjid Raudhatul Islam.

Seorang pendemo, Tarmizi mengalami memar di kepala bagian belakang dan pingsan akibat terjatuh ke dalam parit saat terjadi aksi saling dorong antara pendemo dengan aparat kepolisian. Tarmizi dibawa ke Rumkit Putri Hijau dengan menggunakan mobil Xenia milik rekan aktivis untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Atas tindakan keras petuas kepolisian itu, pengunjukarasa pun menuding aparat hukum telah berhasil ‘dimanfaatkan’ pengembang untuk melawan aspirasi masyarakat.

“Pak Polisi, jangan mau dimanfaatkan pengembang untuk melawan rakyat sendiri. Mari kita tindak oknum-oknum yang tidak menghargai persatuan umat beragama,” ujar salah seorang demonstran saat menggelar aksi di depan Emerald garden Hotel, Jumat (3/2).

Tindakan keras petugas menimbulkan suasa aksi ujuk rasa jadi memanas. Massa kemudian menghancurkan neonbox milik Hotel Emerald Garden dengan menggunakan kayu.

Koordinator Aksi, Taufik Ismail, menyatakan masyarakat mengecam keras aksi penghancuran masjid-masjid di Kota Medan yang dilakukan oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Hal ini  diindikasikan sebagai bentuk dan sikap tidak saling menghormati antarpemeluk agama.

“Perubuhan masjid-masjid di Kota Medan demi kepentingan pembangunan yang bukan untuk masyarakat bertentangan dengan amanat Undang-undang Dasar 1945,” ungkapnya.

Aksi Setiap Jumat

“Apapun alasan perubuhan masjid dapat memicu tindakan anarkisme masyarakat. Apa yang kami lakukan adalah reaksi atas apa yang sudah terjadi,” katanya.

Dengan menggunakan pengeras suara, dirinya menuntut seluruh pengembang yang melakukan perubuhan masjid di Kota Medan agar segera  membangunnya kembali.

“Kami tidak anti pembangunan, namun jika pembangunan itu harus mengorbankan hak umat, kami akan terus melakukan perlawanan,” kecamnya.

Pantauan Harian Orbit, aksi ormas Islam itu berhenti saat memasuki waktu shalat Ashar, dengan menggelar shalat berjamaah di badan jalan depan Hotel Emerald Garden.

Hingga selesai menunaikan shalat, tidak satupun perwakilan pengembang menemui para pendemo. Karenanya, mereka pun memutuskan untuk membubarkan diri sembari mengancam akan menurunkan massa yang lebih besar lagi pada demo yang akan digelar Jumat pekan depan.

Mereka berjanji akan melakukan aksi yang sama dengan massa yang lebih besar setiap Jumat sampai perubuhan masjid dapad dituntaskan. Om-Suh

http://www.harianorbit.com/perubuhan-masjid-raudhatul-islam-lukai-umat-islam/

***

Massa Demo Tuntut Bangun Masjid Khairiyah dan Raudhatul Islam

Minggu, 18 Maret 2012 – 00:33:39 WIB

Massa Demo_82365237482

MEDAN, SO–Ratusan massa Aliansi Ormas Islam bersama forum rakyat Bersatu dan IMM Sumatera Utara melakukan aksi unjuk rasa damai berdemo di depan Hotel Emerald Garden Medan.

Massa menuntut dibangunnya Masjid Khariyah dan Raudhatul Islam yang dirobohkan pihak pengembang PT Jati Masindo. Akibat ada aksi demo itu jalan KL Yos Sudarso di tutup selama dua jam.

Dalam orasinya, pengunjuk rasa meminta kepada pengembang segera melakukan pembangunan kedua mesjid itu di tempat semula agar tidak mengusik hati umat Islam yang berlarut -larut, aksi aliansi ormas Islam yang dilakukan cara damai ini adalah sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap Kapolda Sumut yang berjanji untuk mempertemukan mereka dengan gubernur tidak terealisasikan pada Senin lalu.

“Aksi kami ini, juga merupakan bentuk kekecewaan terhadap Kapolda Sumut yang tidak merealisasikan janjinya kepada kami. Jumat lalu dia katakan akan mempertemukan dengan gubernur dan tidak bisa diwakili tidak terbukti.

Pasalnya dia juga tidak datang dalam pertemuan Senin kemarin dan hanya diwakilkan Wakapolda Sumut,” teriak Inda Suheri, Ketua FUI I sebagai orator dalam aksi damai ini.

Sementara itu orator lainnya, Rafdinal mengatakan, pihak kepolisian harus ingat peristiwa aksi penggulingan Soeharto, dan reformasi pertama kali terjadi di Medan. Karena itu pihak kepolisian dan Muspida harus bisa menyelesaikan permasalahan renovasi masjid.

“Kita semua tidak menginginkan Medan kembali bergejolak, pemerintah harus kembali membangun masjid-masjid yang telah dihancurkan pengembang,” teriaknya.

Aksi ratusan massa ini berlangsung damai. Dalam aksi kali ini, massa aliansi ormas Islam lebih banyak dihadiri para kaum ibu. Usai melakukan orasi massa langsung menuju lokasi masjid Khariyah dan Raudhatul Islam untuk melakukan pembersihan tanah lokasi masjid tersebut yang sudah di tumbuhi oleh rerumputan dan saat tiba waktu Shalat Ashar, massa bersama -sama lakukan shalat berjemaah di lokasi halaman Mesjid Raudhatul Islam.

Dilaporkan : Mil

http://www.sumbaronline.com/berita-9379-massa-demo-tuntut-bangun-masjid-khairiyah-dan-raudhatul-islam.html

***

Penghancuran Mesjid Raudhatul Islam Lecehkan UU No.41 Tahun 2004
Kategori: LAW – Dibaca: 146 kali

Reruntuhan_8346583274239

dnaberita/dok

MEDAN | DNA – Mengacu pada Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 masjid adalah waqaf.  Maka karena itu sesuai statusnya sebagai waqaf masjid tidak boleh dipindahkan tangankan, diperjual belikan, dipindah-pindah, diruislag, diwariskan kepada anak cucu apalagi dihancurkan.

Demikian ditegaskan ketua panitia pelaksana pembangunan Masjid Darurat Raudhatul Islam Jalan Putri Hijau Gang Peringatan Alwie didampingi Aktivis Islam Pembela Masjid (AIPM) Sumut Murwinto,Rahmad Listrik, Ahmadin Nasution, Ali Hasan, Muhammad Gandhi Siagian, Affan Muhammadiyah, Muhammad Habibie, Muhammad Taufik, Genggong, Ahmad Nasution  di lokasi pembangunan Masjid Raudhatul Islam.

“Penghancuran Masjid Raudhatul Islam merupakan penghinaan terhadap umat Islam dan pelecehan UU No. 41 Tahun 2004.  Karena itu tidak boleh dibiarkan maka umat Islam dibantu sejumlah AIPM Sumatera Utara sejak Minggu (15/7/2012) sepakat membangun kembali Masjid Raudhatul Islam yang dirubuhkan oleh developer PT. Jatimasindo dan antek-anteknya demi untuk kepentingan perniagaan,” ujarnya.

Dijelaskannya, Masjid Raudhatul Islam merupakan masjid yang telah diwaqafkan yang telah memiliki kekuatan hukum (akte waqaf nomor 270).  Dirubuhkan semena-mena oleh pengusaha yang jelas-jelas tidak menghormati hukum yang berlaku di Indonesia pada 11 April 2011.  Pembangunan kembali Masjid Raudhatul Islam ini merupakan simbol perlawanan umat Islam terhadap pengusaha swasta yang kapitalis dan tidak mau menghormati umat Islam dan kerukunan umat beragama di Medan-Sumatera Utara.

Sebentar lagi Umat Islam akan memasuki bulan suci Ramadhan 1433 Hijriyah. Masjid Raudhatul Islam yang sangat sederhana ini akan diisi dengan rutinitas amal ibadah Ramadhan diantaranya yaitu sholat sunnah Tarawih berjamaah, Tadarus Al Qur’an, berbuka puasa bersama umat Islam dari berbagai penjuru daerah, silaturahmi akbar, pembentukkan panitia amil zakat fitrah dan berbagai aktivitas lainnya. Dana pembangunan masjid ini murni berasal dari dana umat yang dikumpulkan para AIPM dan sumbangan masyarakat.

Alwie dengan nada santun menyarankan orang-orang Islam yang terlibat penghancuran masjid-masjid di Medan – Sumatera Utara, termasuk Masjid Raudhatul Islam Jalan Putri Hijau Gang Peringatan Kelurahan Silalas-Medan Barat ini segera insyaf.  “Bertaubat kepada Allah SWT karena manusia hanya seorang hamba tuhan yang tidak akan pernah luput dari khilaf dan salah.  Manusia bukan malaikat tapi hanya mahkluk yang sangat dho’if (lemah),” ujarnya.(sam/sugandhi)

http://www.dnaberita.com/berita-69435–penghancuran-mesjid-raudhatul-islam-lecehkan-uu-no41-tahun-2004.html

***

{إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ فَسَيُنْفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ (36) لِيَمِيزَ اللَّهُ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَيَجْعَلَ الْخَبِيثَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَيَرْكُمَهُ جَمِيعًا فَيَجْعَلَهُ فِي جَهَنَّمَ أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ } [الأنفال: 36، 37]

36. Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan,

37. Supaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahannam. mereka Itulah orang-orang yang merugi. (Al-Anfal: 36-37)

Ayat itu menurut Tafsir As-Sa’di, menjelaskan permusuhan orang-orang kafir, tipu daya dan makar mereka, serta perlawanan mereka kepada Allah dan RasulNya,   dan usaha mereka untuk memadamkan cahaya dan kalimatNya, dan bahwa akibat makar mereka akan kembali kepada diri mereka sendiri, dan makar yang buruk tidak akan menimpa kecuali terhadap pelakunya.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 528 kali, 1 untuk hari ini)