Gubernur Kalbar atas Pidatonya Beberapa Waktu Lalu yang Bernada Provokatif, Intoleran dan Menyerang Simbol Islam. Bahkan akibat Pidato Cornelis, salah satu Ulama tak bersalah dipulangkan dengan paksa oleh Aparat. Aparat ternyata lebih takut dengan Ancaman Massa Segelintir Dayak Kristen, dibanding memikirkan perasaan dan hati ummat Islam.

Demikian di sampaikan PangDa LPI Aceh dalam pesan tertulisnya lewat WhatsApp kepada redaksi, Sabtu (06/05)

“HARI INI Di ACEH Sejumlah Masyarakat Aceh menggelar aksi di bundaran simpang 5 Kota Banda Aceh serta mendatangi Hotel Hermes Palace tempat dimana Cornelis menginap dalam rangka pembukaan acara Petani Nelayan PENAS di Propinsi Aceh.”ujarnya.

Menurutnya, masyarakat Aceh mendatangi dan meminta kepada pihak Hotel Hermes utuk segera mengeluarkan Cornelis dari hotel tersebut karena Masyarakat Aceh tidak menghendaki Cornelis datang ke Aceh karena beberapa waktu lalu Gubernur Kalimantan Barat menolak kedatangan Ulama di Kalimantan Barat yang bertujuan berdakwah itu.

“Bumi aceh haram di injak oleh siapapun yang benci kepada Ulama dan Islam termasuk Cornelis, kami minta kepada Gubernur kafir harbi itu untuk segera angkat kaki dari aceh sebelum kami akan mengusir paksa” ujar salah seorang peserta aksi dalan orasinya.

Akhirnya pihak Hotel Hermes memberikan keterangan pada peserta aksi bahwa Gubernur Kalimantan Barat itu sudah check out sekitar pukul 12.00 tadi dengan memperlihat surat tanda check out kepada peserta aksi.
Kemudian peserta aksi kembali dengan tertip.(*)

Sumber: radarkotanews.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.981 kali, 1 untuk hari ini)