Aksi 212, Massa Minta ‘Kasus Ahok – Sumber Waras’ Diusut

 

Massa aksi 212 mengaku kecewa dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena memilih Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai komisaris Pertamina. Foto/Okto Rizki Alpino/SINDOnews

A+ A-

JAKARTA – Massa aksi 212 mengaku kecewa dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena memilih Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai komisaris Pertamina. Pendemo tak terima karena pejabat yang pernah terlibat masalah hukum dengan mudah mendapatkan jabatan yang strategis. Sedangkan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq masih dicekal dan tak bisa kembali ke Indonesia.

Orator aksi 212 Marwan Batubara mengatakan, tak sepatutnya presiden memilih Ahok sebagai komisaris Pertamina yang notabene merupakan BUMN tervital bagi NKRI. Sebab kata dia, Ahok masih menyisakan kasus-kasus korupsi yang belum diungkap oleh KPK saat BTP menjabat sebagai wakil Gubernur dan Gubernur DKI.

“Pertamina adalah milik rakyat kami tidak rela Ahok jadi komisaris, karena masih menyisakan kasus Sumber Waras dan kebocoran APBD DKI 2014. Ahok punya 6 sampai 10 kasus lagi. Ahok siap menjadi presiden Indonesia. Partai pendukung pemerintah boleh takut sama Ahok tapi kita rakyat Indonesia berjuang Ahok diadili,” kata Marwan di lokasi, Jumat (21/2/2020).


Selanjutnya dia menyatakan, selain masih terjerat kasus korupsi Ahok juga dianggap sebagai pribadi yang sombong. Karena, kata dia, Ahok merasa jumawa bakal terpilih sebagai presiden di periode mendatang.

“Karena (Ahok) sombong mengatakan bisa memenangkan Pilpres karena merasa dia bersih,” kata Marwan yang juga Direktur Indonesia Resources Studies (IRESS) ini.

(mhd)

Okto Rizki Alpino

metro.sindonews.com Jum’at, 21 Februari 2020 – 16:27 WIB

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 180 kali, 1 untuk hari ini)