Aksi bela ulama mendesak kepolisian Polda Kalimantan Barat agar memproses kasus pidato Cornelis Gubernur Kalbar yang diduga  berisi provokasi/ foto kalbar.deliknews.com

Baru kali ini melihat seorang Gubernur (Kalbar, Cornelis) yang terang-terangan menyatakan (dirinya) seorang provokator di video yang beredar menolak ulama datang ke kalbar untuk berceramah”, ungkap Habib Abdurrahman bin Ali Muhtahar usai rapat tertutup dengan Kapolda Kalbar di Mako Polda Kalbar, Sabtu (20/5/2017)./ harianindo.com

***

Aksi Bela Ulama 205 Desak Polda Kalbar Proses Cornelis

Pontianak- Ribuan pendemo yang menamakan aksi bela ulama mendesak kepolisian Polda Kalimantan barat agar memproses pengaduan 12 advokat bela ulama, terkait pidato Cornelis di Kabupaten Landak yang diduga beraroma provokasi.

Setelah setengah jam berorasi, puluhan
ulama perwakilan pendemo bertemu dengan Kapolda Kalbar, hasil pertemuan itu menurut salah satu orator yang ada dimobil pendemo, Kapolda berjanji akan memproses pengaduan advokad bela ulama pada Jumat, (19/5).

Lanjut orator, Kapolda juga memperbolehkan ulama dari Jakarta datang ke Kalimantann Barat untuk berdakwah, ” ujarnya, Sabtu (20/5) pukul 16.00 Wib.

Setelah menyampaikan hasil pertemuan dengan kapolda,orator mengajak para pendemo, untuk membubarkan diri dengan tertib dan Selanjutnya pendemo membubarkan diri dan kembali ke Masjid Mujahidin dengan berjalan kaki dan ada mengendari motor dan mobil.

Hingga berita ini dituliskan deliknews.com belum bisa mengkonfirmasi Kapaolda Kalbar atau Kabid Humas.

(Tim)/ By Ngadri – kalbar.deliknews.com

***

Inilah Permintaan Massa Aksi Bela Ulama Untuk Kepolisian RI

Perwakilan Aksi Bela Ulama

Jakarta – Kepolisian didesak untuk bersikap netral dalam kasus video Gubernur Kalbar Cornelis yang beredar di media sosial oleh perwakilan dari aksi damai bela ulama kepolisian. Video tersebut diduga mengandung unsur provokasi terhadap penolakan kedatangan ulama ke Kalbar beberapa waktu lalu itu.

Habib Abdurrahman bin Ali Muhtahar, salah satu perwakilan aksi damai bela ulama mengungkapkan, tujuan kedatangannya untuk meminta keadilan kepada aparat penegak hukum. Juga menuntut kepada kepolisian agar melakukan proses penyelidikan dan transparansi dalam laporan mereka atas kasus Gubernur Kalbar tersebut.

Baru kali ini melihat seorang Gubernur yang terang-terangan menyatakan seorang provokator di video yang beredar menolak ulama datang ke kalbar untuk berceramah”, ungkap Habib Abdurrahman bin Ali Muhtahar usai rapat tertutup dengan Kapolda Kalbar di Mako Polda Kalbar, Sabtu (20/5/2017).

Ia juga menambahkan, umat Islam tidak pernah melakukan tindakan yang membuat perpecahan dengan suku dan agama lain yang ada di Kalimantan Barat.

 “Kami ini tidak membeci dan memusuhi suku dayak, kami umat islam cinta damai, karena didalam suku dayak juga banyak muslim. Kami datang ke mapolda kalbar meminta siapapun orang, baik pejabat atau aparat serta apapun latarbelakangnya kalo mereka yang coba-coba menodai Pancasila, kalo mereka coba-coba merusak NKRI dan kalo mereka coba-coba menghina simbol Islam Diantaranya Al Qur’an dan Ulama kami akan tempuhi jalur hukum”, pungkasnya. (Yayan – harianindo.com)/ http://www.harianindo.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.985 kali, 1 untuk hari ini)