Meletusnya bom yang kerap terjadi di sana-sini dan kadang bahkan beriring-iringan mengakibatkan munculnya komentar yang menganggap bahwa itu rekayasa untuk kepentingan tertentu, misalnya sengaja untuk mengalihkan santernya pemberitaan kasus-kasus besar, agar manusia lupa dan tidak membicarakannya lagi.

Seandainya itu betul, berarti beberapa kejahatan besar sekaligus dilancarkan.

  1. Membahayakan bagi kehidupan dan keselamatan jiwa yang seharusnya dilindungi.
  2. Membahayakan bagi yang jadi sasaran keburukan, misalnya kelompok yang biasa dijadikan tertuduh, tidak lain Ummat Islam.
  3. Menutupi kejahatan-kejahatan besar agar tidak terungkap.

Suara-suara yang mengomentari meletusnya bom, baik yang baru saja terjadi maupun yang sudah berselang waktu, masih dapat kita simak. Di antaranya seperti berikut ini.

***

Aksi Teror Bom Kerap Mengiringi Kasus Besar

Tribunnews.com – Minggu, 25 September 2011 19:56 WIB

Laporan Wartawan Tribunnews.com Edwin Firdaus

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Bidang Pemberdayaan Umat PB HMI, Malik menuding aksi bom bunuh diri di Solo berlatar belakang konspirasi politik oleh penguasa. Menurutnya konspirasi itu berupa konsep memindahkan satu isu ke isu berikutnya.

“Saya menilai bom bunuh diri di Solo merupakan konpirasi politik penguasa yang mengorbankan umat beragama untuk memindahkan satu isu ke isu berikutnya,” ujar Malik saat ditemui Tribunnews.com usai menggelar Konpers ‘mengecam aksi teroris’, di kantor PB HMI, Jakarta, Minggu (25/9/2011).

Lebih lanjut Malik menilai rentetan kejadian konflik agama yang sebenarnya terjadi selama ini merupakan kesengajaan yang dilakukan oleh elit penguasa dalam menenggelamkan suatu permasalahan besar yang sedang muncul.

“Coba kita lihat rentetan kejadian. Contoh kecil saat munculnya berita skandal BLBI, di sana para elemen masyarakat sedang berusaha membongkar kasus tersebut, tetapi meledak kejadian Bom Bali di saat yang bersamaan. Contoh lain, yakni permasalahan skandal korupsi di bank BI, malah muncul kasus bom di Kuningan. lalu kasus korupsi Pajak dan skandal Bank Century, malah muncul kasus terorisme di Aceh, Temanggung dan Pamulang. Sekarang telah terkuak kasus korupsi di partai penguasa dan di berbagai kementerian serta DPR, malah kembali aksi bom bunuh diri di Solo. Siapa coba yang mendesigne hal tersebut, kalau bukan seorang penguasa?,” ujar Malik menjelaskan.

Dari analisa itu, Malik menyimpulkan aksi terorisme yang sering terjadi sengaja untuk tidak dibasmi oleh penguasa.

“Mereka (terorisme) dibiarkan terus berkembang untuk dijadikan alat rekayasa pengalihan isu yang malah banyak memakan korban sesungguhnya,” tegas Malik menutup pembicaraan.

Penulis: Edwin Firdaus  |  Editor: Hasiolan Eko P Gultom

Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com

http://www.tribunnews.com/2011/09/25/aksi-teror-bom-kerap-mengiringi-kasus-besar

***

Teror Bom Sengaja Mengobok-obok Islam

Bagus Santosa
Senin, 25 April 2011 08:30 wib

JAKARTA – Adanya tudingan Negara Islam Indonesia (NII) di balik penangkapan Pepi Fernando, dinilai hasil permainan aktor intelektual.

Kata pengamat intelijen AC Manullang, ada yang memanfaatkan penangkapan dalang teror bom buku dan serpong yang menyeret Pepi Fernando.

“Saya melihat ini dibawah suatu operasi intelektual. Karena ada aktor intelektual di belakangnya dengan membawa NII. Bukan tidak mungkin itu dari Jakarta atau luar negeri,” ungkapnya kepada okezone, Minggu (23/3/2011) malam.

“Ini semua tujuannya adalah mengobok-obok Islam sendiri, jika diobok-obok nanti terjadilah, bukan tidak mungkin seperti yang di Timur Tengah,” lanjutnya.

Dia pun yakin aktor intelektual di balik ini semua teror bom bisa dicari.

Pepi Fernando diduga sebagai salah satu anggota NII. Pepi sendiri adalah tersangka otak rencana aksi bom di Gereja Christ Cathedral, Serpong sekaligus perakit bom buku yang beberapa waktu meledak di kantor KBR 68H, Utan Kayu, Jakarta Timur. Saat penggerebekan di kediaman Pepi, Minggu 24 April siang, di Jalan Seruni II, Nomor 14, Blok CE, RT 08/19 Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Bekasi Barat, Jawa Barat, ditemukan barang bukti satu granat nanas dan sebuah campuran adonan bahan peledak diameter tiga sentimeter. (lam)

http://international.okezone.com/read/2011/04/25/337/449444/teror-bom-sengaja-mengobok-obok-islam

***

Din: Bom Utan Kayu untuk Alihkan Isu Besar

Rabu, 16 Maret 2011 15:59 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,KEBUMEN – Ketua PP Muhammadiyah, Din Samsuddin, menengarai latar belakang bom Utan Kayu merupakan upaya untuk mengalihkan isu-isu besar yang kini menjadi sorotan publik. Isu-isu besar itu antara lain mulai dari isu kasus Century, Gayus Tambunan atau kasus pajak, hingga isu besar yang diungkapkan Wikileaks.

”Saya kira motifnya itu. Yakni, upaya untuk mengalihkan perhatian publik terhadap persoalan-persoalan besar itu,” kata Din di Gombong, Kebumen, Kamis (16/3).

Karena itu, Din berharap masyarakat tidak mudah teralihkan perhatiannya dari persoalan-persoalan besar yang sebenarnya memang perlu dituntaskan. Namun, Lepas dari semua itu, Din menyatakan Muhammadiyah mengutuk pelaku bom Utan Kayu tersebut. Dia menilai modus bom dalam buku itu sangat berbahaya karena sangat efektif untuk membunuh tokoh-tokoh masyarakat yang tidak disukai.
Din pun mendesak aparat keamanan menyelidiki kasus bom Utan Kayu dengan tuntas. ”Aparat harus menemukan pelakunya dan mengungkap latar belakang pengiriman bom tersebut,” katanya.

Redaktur: Didi Purwadi

Reporter: Eko Widiyanto

http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/11/03/16/169915-din-bom-utan-kayu-untuk-alihkan-isu-besar

***

Munarman: Bom Alihkan Isu Hubungan Dagang RI-Israel

Nala Edwin – detikNews

Jakarta – Pengeboman Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton telah mengalihkan perhatian publik atas isu hubungan dagang RI-Israel. Padahal saat ini telah dibuka kantor dagang Israel di Jakarta yang dicurigai akan menjadi agen intelejen zionisme.

“Tiap hari kita mendengar berita tentang terorisme dan pengeboman di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, padahal saat ini ada pembukaan kantor dagang Israel di Jakarta, dan itu tidak diberitakan sama sekali,” kata Panglima Komando Laskar Islam (KLI) Munarman.

Hal itu dia sampaikan dalam pidatonya di hadapan sekitar 200 orang dalam acara tabligh akbar bertema Menolak Hubungan Dagang Antara Indonesia-Israel di Masjid Agung Al Azhar, Jl Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Sabtu (15/8/2009).

Secara diam-diam, kata Munarman, Israel dan Indonesia terus menjalin hubungan dagang. Padahal kantor dagang Israel selalu digunakan sebagai kamuflase untuk operasi-operasi intelijen yang dilakukannya. “Ia menggunakan lembaga itu untuk operasi-operasi intelijen,” kata mantan terpidana kasus kisruh Monas ini.

Dalam kesempatan yang sama, Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khaththath mengatakan, dibukanya kantor dagang Israel di Jakarta ini merupakan perkembangan dari hubungan diplomatik RI-Israel sejak 2001. Saat itu keluar surat Menperindag Ruhut Binsar Pandjaitan tertanggal 10 Januari 2001 yang melegalkan hubungan dagang RI-Israel.

“FUI meminta agar pemerintah segera menutup kantor dagang Israel dan menghentikan hubungan ekonomi IR-Israel untuk mencegah dominasi zionis di Indonesia,” tegas Al Khaththath. (sho/gah)

http://www.detiknews.com/read/2009/08/15/141720/1183755/10/munarman-bom-alihkan-isu-hubungan-dagang-ri-israel

***

Teror Bom Rekayasa, Dibuat Agar Masyarakat Lupa Dosa Politik SBY

Jum’at, 18 Maret 2011 , 16:29:00 WIB

Laporan: Ari Purwanto

RMOL.Rangkaian teror bom yang terjadi belakangan ini di Jakarta adalah sebuah rekayasa.
Hal itu dikatakan pengamat intelijen MT Arifin saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online, Jumat (18/3).

“Kalau saya melihat pola, corak dan target yang ada, ini bukan teror tapi rekayasa,” kata Arifin.
Ia juga mengatakan bahwa tuduhan jaringan lama bermain juga sangat prematur. Apalagi teror-teror yang terjadi dilakukan dengan bentuk low explosive yang sebenarnya ditujukan untuk menakut-nakuti saja.

“Ini merupakan cara untuk mempengaruhi publik dan cuci otak masyarakat sehingga masyarakat tidak lagi fokus,” imbuhnya.

Target yang diinginkan adalah pemberitaan yang terus-menerus dan lama di media, sehingga masyarakat lupa dengan dosa-dosa pemerintah. [arp]

http://www.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=21463

***

Demikianlah suara-suara yang sering didengar di masyarakat luas.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 481 kali, 1 untuk hari ini)