Palestina menyerukan penyelidikan independen atas aksi brutal Israel terhadap demonstran di Jalur Gaza. Foto/Istimewa 

YERUSALEM – Palestina menginginkan Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB untuk membentuk komisi guna melakukan penyelidikan independen aksi brutal militer Israel di Gaza. Militer Israel telah membunuh dan melukai rakyat Palestina yang melakukan aksi protes.

Duta besar Palestina di PBB, Riyad Mansour, mengatakan rekannya di Jenewa akan memulai proses awal pekan depan dengan konsultasi awal. Diharapkan hal ini akan berujung pada pertemuan darurat Dewan HAM PBB dan persetujuan dari resolusi yang mengesahkan badan untuk menyelidiki kejahatan ini.

“Tampaknya pasukan pendudukan Israel tidak mampu menahan diri, mereka tidak mendengarkan siapa pun dan mereka melanjutkan pembantaian ini,” kata Mansour seperti dikutip dari Al Arabiya, Sabtu (21/4/2018).

Untuk minggu keempat, ribuan orang di Gaza melancarkan protes di perbatasan dengan Israel untuk memprotes blokade wilayah yang diperintah oleh Hamas itu. Mereka juga mendesak “hak untuk kembali” dari para pengungsi Palestina dan keturunan mereka ke tempat yang sekarang menjadi Israel.

Tentara Israel yang menembaki demonstran dari seberang pagar perbatasan menewaskan empat warga Palestina pada Jumat waktu setempat. Insiden ini semakin menambah jumlah korban tewas sejak aksi protes dimulai pada akhir Maret lalu menjadi 32 orang. Sementara jumlah yang terluka menjadi lebih dari 1.600, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Israel mengatakan mereka mempertahankan perbatasannya, dan menuduh Hamas menggunakan aksi protes sebagai kedok untuk melakukan serangan. Warga Palestina mengatakan meningkatnya jumlah korban menunjukkan militer Israel tetap mempertahankan kebijakan menembak para demonstran meskipun ada kecaman internasional tentang penggunaan kekuatan mematikan terhadap demonstran yang tidak bersenjata. (ian)

Sumber: international.sindonews.com / Berlianto

(nahimunkar.org)

(Dibaca 226 kali, 1 untuk hari ini)