Aksi Ruwatan yang dilakukan para pendukung Jokowi pimpinan Agus Sunandar bersama kelompoknya di depan rumah Amien Rais, di Jogja, Kamis (16/10/2014), dinilai oleh Ketua DPW Barisan Muda Penegak Amanat Nasional DIY, bersifat menyebarkan pernyataan-pernyataan fitnah.

Dalam upacara ruwatan (kemusyrikan menurut pandangan aqidah Islam, karena mendambakan hilangnya kesialan kepada selain Allah, dengan upacara dan sesaji) itu terlontar ungkapan bahwa Amien Rais sebagai Sengkuni politik sambil membawa “ubo rampe” serta prosesi ruwatan.
Bagaimanapun, seorang tokoh dianggap seperti Sengkuni atau sosok yang berwatak jahat, tentu penganggapnya dinilai memfitnah, apabila tanpa bukti yang benar. Apalagi dalam kasus ini, Amien Rais sama dengan dilabrak dan dianggap Sengkuni. Itu saja masih dengan cara menggelar upacara ruwatan, yang menurut aqidah Islam adalah satu jenis kemusyrikan.
Entah mana yang lebih nglunjak dibanding misalnya peristiwa tiba-tiba ada sekelompok orang datang ke depan rumah tokoh masyarakat sambil berteriak-teriak dan nunjuk-nunjuk ke arah rumah: Maling…! Maling….!
Bagaimanapun, shahibul bait tentu akan sakit hati. Dalam kasus ini, apa yang mereka sebut Sengkuni itu adalah tokoh jahat dalam pewayangan. Sengkuni adalah orang yang lemah lembut, sopan, tapi dibalik itu mempunyai rencana yang jahat, suka mengadu domba, suka menjadi provokator, suka mengembangkan siasat buruk.
Bagaimana sikap terhadap penyebar fitnah serta melabrak dengan cara menggelar kemusyrikan seperti itu, ternyata kini pelaku ruwatan sebar fitnah itu diadukan ke polisi.

Berita tentang pelaksanaan ruwatan sebar fitnah itu dapat dibaca di nahimunkar.com: Ruwatan, Mitos Jorok Penghancur Iman Digelar Pendukung Jokowi di Sekitar Rumah Amien Rais
By nahimunkar.com on 17 October 2014 https://www.nahimunkar.org/ruwatan-mitos-jorok-penghancur-iman-digelar-pendukung-jokowi-di-sekitar-rumah-amien-rais/

Berikut ini berita dilaporkannya ke polisi acara kemusyrikan dan dianggap sebar fitnah itu.
***

Dianggap Sebar Fitnah, Aksi Ruwatan Amien Rais Dipolisikan

Sabtu, 18 Oktober 2014 20:52 WIB

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SLEMAN – Terkait aksi dari Paguyuban Masyarakat Pelestari Tradisi (Pametri) yang melakukan aksi ruwatan kepada Amien Rais di depan kediamannya Kamis (16/10/2014) lalu, Ketua DPW Barisan Muda Penegak Amanat Nasional DIY, Damba Aktivis, melaporkan kegiatan ritual tersebut ke Polda DIY, Sabtu (18/10/2014).

Tepat pukul 17.00, Damba beserta jajarannya menyambangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda DIY.

Dalam kesempatan tersebut dia melaporkan Agus Sunandar yang saat itu berperan sebagai koordinator aksi ruwatan di kediaman Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Dewan Pimpian Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN).

Menurut Damba Aktivis, adapun yang dilakukan oleh Agus Sunandar bersama kelompoknya yang telah melakukan kegiatan ruwatan merupakan kegiatan yang bersifat menyebarkan pernyataan-pernyataan fitnah.

Hal itu terkait bahwa dalm kegiatan tersebut terlontar ungkapan bahwa Amien Rais sebagai Sengkuni politik sambil membawa “ubo rampe” serta prosesi ruwatan.

Dalam kesempatan tersebut Damba juga menyertakan bukti-bukti berupa lampiran berita dari surat kabar Radar Jogja. Serta print out dari portal berita online seperti krjogja.com, antaranews.com, radarkogja.co.id, news.liputan6.com, solopos.com, regional.kompas.com, news.detik.com dan merdeka.com. (*)

Editor: soni

Sumber: Tribunnews/ http://lampung.tribunnews.com/

 

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.575 kali, 1 untuk hari ini)