Aktivis HAM: Rezim Jokowi Babak Belur, Rusak Berat

  • ”Ini negeri mafia dan bandit politik,” tegas Busyro Muqodas Ketua PP Muhammadiyah.
  • Bahkan, ujarnya,  momentum pandemi pun dirampok untuk Omnibus Law dan  UU Minerba diloloskan untuk melayani  kepentingan segelintir taipan/konglomerat tamak.
  • Tak puas hanya itu, rezim Jokowi juga  menindas: aktivis diretas, kebebasan memimbar akademik diteror, ”Ini negeri mafia dan bandit politik,” tegas Busyro Muqodas Ketua PP Muhammadiyah.

 


Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka resmi diusung DPI Perjuangan dan beberapa partai lain sebagai calo kepala daerah di Pilkada Solo 2020. Selain Gibran, ada tiga lagi keluarga Jokowi yang bakal maju di ajang pilkada serentak tahun ini. Yaitu, M. Bobby Afif Nasution (menentu) di Pilkada Kota Medan, Wahyu Purwanto (adik ipar) di Pilkada Gunungkidul, dan Doli Sinomba Siregar, paman Bobby Nasution (besan) di Pilkada Tapanuli Selatan.

Pegiat HAM asal Papua, Natalius Pigai mengatakan, Indonesia di zaman Jokowi babak belur alias bobrok dan  rusak berat. Babak belur terkait  isu demokrasi, HAM, hingga tata krama.

“Indonesia zaman Jokowi, era babak belurnya; demokrasi, HAM, keadilan, etika, moral dan tata krama berbangsa dan bernegara,” ujar dia di akun @NataliusPigai2, Selasa (21/7).

Sementara KPK sudah dirusak dan dilumpuhkan, hukum diperjualbelikan.

Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM Busyro Muqoddas menyebut, Indonesia menerapkan sistem otoritarianisme gaya baru sejak periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan melakukan politisasi atas TNI dan Polri.

Bahkan, ujarnya,  momentum pandemi pun dirampok untuk Omnibus Law dan  UU Minerba diloloskan untuk melayani  kepentingan segelintir taipan/konglomerat tamak.

Tak puas hanya itu, rezim Jokowi juga  menindas: aktivis diretas, kebebasan memimbar akademik diteror, ”Ini negeri mafia dan bandit politik,” tegas Busyro Muqodas Ketua PP Muhammadiyah.

  • Posted By:

    redaksi

    konfrontasi.com, July232020

    (nahimunkar.org)

(Dibaca 907 kali, 1 untuk hari ini)