• Postingan pelecehan Mahdi tersebut langsung menuai kecaman termasuk dari salah seorang pendakwah Salafi, Syaikh Nassir Ridwan yang menyebut pernyataan Mahdi sebagai sesat dan menyesatkan. Dia juga meminta Mahdi diadili karena telah menghina Islam dan Allah.

AKTIVIS liberal Mesir yang sudah divonis murtad oleh banyak pihak dan pernah membuat heboh dengan poster telanjangnya serta kampanyenya yang menolak adanya syariat Islam di Mesir, kembali membuat ulah.

Dalam akun Facebooknya, Alia Al-Mahdi memposting gambar yang melecehkan seruan adzan. Dirinya mengganti seruan adzan “Allahu Akbar” (Allah Maha Besar) dengan “Perempuan yang Maha Besar”.

Dia juga mengubah kalimat “Asyhadu Alla Ilaha ilallah” (Saya Bersaksi Tiada Tuhan Selain Allah) menjadi “Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan, penguasa atau Ayah.”

Postingan pelecehan Mahdi tersebut langsung menuai kecaman termasuk dari salah seorang pendakwah Salafi, Syaikh Nassir Ridwan yang menyebut pernyataan Mahdi sebagai sesat dan menyesatkan. Dia juga meminta Mahdi diadili karena telah menghina Islam dan Allah.

Syaikh Nassir Ridwan juga mendesak pihak universitas Al-Azhar serta Kementerian Dalam Negeri, untuk “berurusan” dengan Alia Al-Mahdi dalam upaya mencegah terjadinya kembali kontroversi di Mesir.

Sementara itu, Mahmoud Muhna anggota dewan ulama senior Al-Azhar, mendesak pemerintah Mesir untuk mengirim Mahdi – yang ia sebut sebagai murtadin – ke pengadilan pidana.

Alia Al-Mahdi sendiri mulai melakukan aksi protes melawan pemerintahan Islam di Mesir dengan berpose bugil di internet dan dia bangga serta tidak pernah menyesal akan tindakannya itu.

Namun, meskipun Presiden Islamis Muhammad Mursi telah digulingkan pada tanggal 3 Juli lalu, Mahdi tampaknya berkomitmen untuk terus mendesak harus adanya garis merah terhadap syariat Islam.

Akhir September lalu, ia mendesak presiden interim Mesir untuk menyertakan perwakilan bagi kalangan ateis di panel komite yang sedang mempersiapkan konstitusi negara.

Pada awal 2013 , dia juga berpose telanjang ketika ia ikut berpartisipasi dalam aksi protes yang digelar oleh gerakan perempuan Internasional Femen di Stockholm untuk mengatakan “Tidak untuk konstitusi Syariah di Mesir!”.[fq/islampos/alarabiya] Selasa 22 Muharram 1435 / 26 November 2013 07:16

(nahimunkar.com)

 

(Dibaca 776 kali, 1 untuk hari ini)