Akktivis Suriah Hadeel Bashaar Kuki yang keluar dari penjara baru-baru ini, menyatakan bahwa para tahanan di penjara-penjara Assad mengalami tindakan penyiksaan dan perkosaan.

Kuki sendiri telah memberikan kesaksiannya di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia di Jenewa untuk periode penahanannya di penjara Aleppo, dan membantah klaim rezim Suriah bahwa bentrokan di Suriah melibatkan Al-Qaidah, menekankan bahwa semua warga Suriah – termasuk Kristen dan Alawi – mengalami praktek penyiksaan yang mengerikan yang dilakukan oleh pasukan Assad.

Dia menekankan bahwa semua wanita yang ditangkap oleh pasukan Assad mengalami tindakan penyiksaan dan perkosaan, namun banyak dari mereka yang tidak berani mengumumkan secara terbuka apa yang telah mereka alami selama dipenahanan.

Dia mencatat bahwa teknik penyiksaanterhadap para tahanan bervariasi, ada yang disiksa dengan listrik, atau apa yang dikenal sebagai “Carpet of the Wind”, dan teknik penyiksanaan di mana pasukan keamanan memukuli kaki para tahanan sampai luka parah dan kemudian melemparkan mereka ke dalam sel yang diisi dengan air dan garam.(fq/imo)

ERAMUSLIM > DUNIA

http://www.eramuslim.com/berita/dunia/aktivis-suriah-semua-tahanan-wanita-di-penjara-assad-telah-diperkosa.htm
Publikasi: Jumat, 16/03/2012 13:45 WIB

***

Tentara salibis AS memperkosa dua Muslimah pada saat pembantaian di Kandahar

KANDAHAR – Tim misi investigasi parelemen Afghan untuk pencarian fakta pembantaian sadis di Kandahar oleh tentara salibis AS, menemukan fakta yang menambah daftar kebiadaban tentara salibis AS bahwa mereka (salibis AS) telah memerkosa dua Muslimah pada saat pembantaian di Kandahar.

Dua anggota pencari fakta, Hamidzi Lali dan Shakiba Hashemi, mengatakan pada rapat umum parlemen Afghanistan pada hari Sabtu (17/3/2012) bahwa tentara salibis AS telah memperkosa dua wanita Afghan sebelum memulai pembantaian, seperti yang dilansir presstv.

Pda (11/3), tentara salibis AS mendatangi rumah-rumah warga sipil Afghan di tiga desa di distrik Panjwaii, Kandahar dan menembaki warga sipil dan melemparkan bom ke rumah-rumah warga sehingga menewaskan puluhan warga Muslim sipil yang kebanyakan adalah wanita dan anak-anak.

Tim investigasi melaporkan sebelumnya, bahwa sekitar 20 tentara salibis AS terlibat dalam tragedi sadis itu. Hal ini berbeda dengan apa yang dikonfirmasi Washington yang bersikeras mengatakan bahwa pembantaian itu hanya dilakukan oleh satu orang tentaranya. (siraaj/arrahmah.com) Ahad, 18 Maret 2012 07:34:49

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.665 kali, 1 untuk hari ini)