Akui Komunikasi Pemerintah Buruk, PDIP: Sudah Pakai Buzzer, tapi Medsos Dikuasai Oposisi


Gambar ilustrasi (Fuad Hasim/detikcom)

 

Politisi senior PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari mengamini pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengatakan komunikasi publik para pembantunya sangat jelek hingga muncul berbagai polemik di ruang publik mengenai UU Cipta Kerja ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Eva dalam rangka menjawab persepsi publik yang dirilis oleh Indikator Politik Indonesia mengenai tindakan represif aparat penegak hukum kepada para demonstran hingga berujung pada aksi anarkis dalam beberapa waktu terakhir.

“Saya harus mengakui dan Pak Jokowi juga ngaku bahwa, komunikasi publik pemerintah jelek banget, baik massa covid maupun massa UU Cipta Kerja itu kan jelek itu. Harus kita akui jadi kalau itu berdampak pada persepsi kepada responden-responden yang terjaring itu masuk akal,” paparnya.

Menurutnya, saat ini sosial media telah dikuasai oleh kelompok oposisi pemerintah sehingga banyak masyarakat yang mudah terhasut dan menyatakan demokrasi di Indonesia kian luntur.

“Tapi karena ini persepsi maka apa yang ada di media apa yang ada di sosmed yang dipakai rujukan, sementara ada temuan ternyata sosmed itu kan didominiasi oleh kelompok oposisi,” bebernya.

“Walaupun, sekarang sudah pakai buzzer segala macem, tapi kalau ditraccing ataupun didiagnose kan dominannya adalah dominan yang oposisi tonenya bukan harus orangnya partai,” tandasnya.

Sumber: pojoksatu.id

IDtoday News

Oktober 26, 2020

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 672 kali, 1 untuk hari ini)