SABTU, 03 RAMADHAN 1436H / JUNE 20, 2015

FILE - This Sept. 28, 2001, file photo of Muslim Uighur men emerging from the Id Kah mosque after prayers, in Kashgar, in China's western Xinjiang province Friday, Sept. 28, 2001.  This weekend's bloody riot in China's Muslim far west carries disturbing reminders of anti-Chinese violence in another troubled region  -- Tibet --  and shows how heavy-handed rule and radical resistance are pushing unrest to new heights. The  clash between ethnic Muslim Uighurs and China's Han majority in Xinjiang that left at least 140 dead signaled a new phase in a region used to seeing bombings and assassinations by militant separatists but few mass protests. (AP Photo/Greg Baker,file)

KAIRO (Panjimas.com) – Al-Azhar Mesir mengecam Pemerintah Komunis China (PKC) atau Pemerintah Komunis Tiongkok (PKT) yang melarang umat Islam di provinsi Xinjiang untuk menjalankan ibadah puasa selama bulan suci Ramadhan 1436 H. (Baca: Pemerintah Komunis China Kembali Larang Muslim Uighur Puasa Ramadhan 1436 H)

Seperti diberitakan Panjimas.com sebelumnya, Tiongkok melarang pegawai negeri sipil (PNS), pelajar dan guru di Xinjiang menjalankan puasa selama Ramadhan 1436 H mulai hari Kamis (18/6/2015) dan memerintahkan restoran-restoran untuk tetap buka.

“Al-Azhar dan imam besar Ahmed al-Tayeb mengutuk larangan pemerintah Tiongkok terhadap umat Islam untuk menjalankan puasa dan menunaikan ritual-ritual keagamaan mereka selama Ramadhan di Xinjiang,” kata sebuah pernyataan Al-Azhar seperti dilansir dari AFP.

“Al-Azhar menolak segala bentuk penindasan yang diterapkan kepada Muslim Uighur di Tiongkok yang mempengaruhi hak beragama mereka dan kebebasan pribadi mereka,” kata lembaga Islam terkemuka itu seraya menuntut komunitas internasional, PBB dan kelompok-kelompok HAM mengakhiri pelanggaran ini.

Selama bertahun-tahun, pemerintah Tiongkok yang menganut faham Atheis dan Komunis ini telah terbukti membatasi praktik beribadah di Xinjiang yang kebanyakan dihuni warga minoritas Muslim Uighur.

Tiongkok melarang umat Islam di Xinjiang untuk mengamalkan agama dan keyakinannya karena beralasan menghadapi ancaman di Xinjiang yang kemudian dikambinghitamkan kepada umat Islam yang dilabeli “ekstrimis dan teroris”.

Para pembela hak-hak sipil warga Uighur mengungkapkan pembatasan yang dilakukan Tiongkok di Xinjiang ini telah meningkatkan ketegangan antar etnis di sana sehingga terjadi bentrok yang menewaskan ratusan orang dalam beberapa hari terakhir. [Muhajir/Ant]

http://panjimas.com/news/2015/06/20/al-azhar-mesir-kecam-pemerintah-komunis-china-karena-larang-umat-islam-puasa-ramadhan/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 665 kali, 1 untuk hari ini)