• Al Zaytun dilaporkan telah merampas kemerdekaan orang lain.Itu perampasan bisa kena 4 tahun penjara, menurut  Kapolsek Gantar, Indramayu, Iptu Acep Hasbullah.

pim pp alzaitun & mentri agama_82365723

Foto: kompasiana

Ilustra_tangkap_823756732845

Ilustrasi Penyekapan/ radarcirebon

Menteri Agama Suryadharma Ali dan pemimpin pesantren Al-Zaytun, Panji Gumilang, di pesantren ini Jum’at (14/12 2012). Menag memuji-muji pendidikan Al-Zaytun yang modern, menciptakan pemimpin bangsa yang berakhlak. Tapi kenyataannya, sejak hari itu pula 7 karyawan Al-Zaytun disekap, dianiaya, dan diborgol, dari Jum’at hingga Ahad, kemudian mereka mempolisikan Al-Zaytun. Dusta Menteri Agama selama ini qadarullah langsung dibuka buktinya. Semoga sadar!

  • Pesantren Al Zaytun Dipolisikan oleh Sejumlah Karyawannya yang disekap, dianiaya dan diborgol dan dirampas kemerdekaannya.
  •  Para karyawan melaporkan pihak keamanan, kepala bagian keuangan, dan pihak manajemen Al Zaytun. Penyekapan dan perampasan kemerdekaan orang lain itu dilakukan Al-Zaytun sejak Jumat (14/12) hingga Minggu (16/12).
  • Berarti perampasan kemerdekaan orang lain, penyekapan, pemborgolan dan penganiayaan oleh Al-Zaytun terhadap para karyawan itu tepat sejak saat Menteri Agama Suryadharma Ali memuji-muji Al-Zaytun sebagai pendidikian yang dia banggakan, pendidikan modern yang menciptakan pemimpin bangsa yang berakhlak.
  • Betapa dustanya!

Pujian selangit Menteri Agama terhadap Ma’had Al-Zaytun pimpinan Panji Gumilang langsung dinyatakan bohong oleh kejadian nyata pada hari itu pula, yang akhirnya Al-Zaytun dipolisikan oleh sejumlah karyawannya karena merampas hak dan kemerdekaan serta melakukan penganiayaan. Padahal Menteri Agama baru saja memujinya selangit.

Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan “ Inilah yang membanggakan telah berdiri IAI AL-AZIZ dari daerah terpencil Indramayu adanya pendidikan modern yang menciptakan pemimpin bangsa yang berakhlak”

Ia menambahkan, Kementerian Agama tengah mempersiapkan program pendidikan berskala Internasional seperti Al-Zaytun dengan program Insan Cendikiawan.

Menteri agama memuji itu di Pesantren AL-Zaytun Gantar Indramayu pada Peresmian Institut Al-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS), yang di resmikan secara langsung oleh Menteri Agama RI Drs. Surya Ali. M. Si, Jum’at (14/12/2012). (lihat  berita:
Menteri Agama Resmikan IAI AL- Zaytun Indramayu

Inilah yang membanggakan telah berdiri IAI AL-AZIZ dari daerah terpencil Indramayu adanya pendidikan modern yang menciptakan pemimpin bangsa yang berakhlak

Jumat, 14 Desember 2012 16:55 http://dunia-islam.pelitaonline.com/news/2012/12/14/menteri-agama-resmikan-iai-al-zaytun-indramayu )

Alhamdulillah, kebohongan Menteri Agama Suryadharma Ali itu telah Allah buktikan dustanya secara nyata.

Inilah berita-beritanya.

***

Pesantren Al Zaytun Dipolisikan Karyawannya

  • Misteri Penyekapan Karyawan di Al Zaytun Terkuak. Masih ingat Ponpes Al Zaytun di Indramayu? Ponpes pimpinan Panji Gumilang yang sempat ramai dengan pemberitaan terkait NII KW9 itu kini kembali menghadapi proses hukum. 6 Orang karyawan ponpes itu melaporkan pihak Al Zaytun atas dugaan penyekapan.
  • Mereka bicara soal tuntutan kenaikan upah hingga penyekapan. Para karyawan itu ditaruh di dalam ruangan karena menuntut upah sesuai standar yang berlaku. Selama ini mereka hanya mendapat upah Rp 300-400 ribu per-bulan. Sementara UMR Kabupaten Indramayu tahun 2012 mencapai Rp1.200.000.
  • Menurut korban, selama disekap mereka diborgol dan dianiaya oleh oknum petugas Pesantren Al Zaytun.
  • “Laporannya karena merampas kemerdekaan orang lain. Kalau untuk penganiayaan itu perlu diperiksa lagi, ” jelas Kapolsek Gantar, Indramayu, Iptu Acep Hasbullah.
  • Acep menjelaskan, kasus ini untuk kelancaran penyidikan dilimpahkan ke Polres Indramayu. “Itu perampasan bisa kena 4 tahun penjara.”

Diduga Lakukan Penyekapan, Al Zaytun Dipolisikan Karyawannya

Jakarta – Masih ingat Ponpes Al Zaytun di Indramayu? Ponpes pimpinan Panji Gumilang yang sempat ramai dengan pemberitaan terkait NII KW9 itu kini kembali menghadapi proses hukum. 6 Orang karyawan ponpes itu melaporkan pihak Al Zaytun atas dugaan penyekapan.

“Laporannya dilakukan pada Senin dan hari Selasa kita melimpahkan ke Polres,” jelas Kapolsek Gantar, Indramayu, Iptu Acep Hasbullah saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (19/12/2012).

Karyawan yang melaporkan itu yakni Sanusi (39), Sutrisno (32), Tukino (42), Widodo (45), Adi Trimojo (36), Herman, dan Samirejo. Mereka mengaku disekap karena menuntut kenaikan upah.

“Mereka itu bekerja ada yang di bagian bangunan, tukang masak, dan lainnya,” jelas Acep.

Para karyawan melaporkan pihak keamanan, kepala bagian keuangan, dan pihak manajemen Al Zaytun. Penyekapan dilakukan sejak Jumat (14/12) hingga Minggu (16/12).

“Laporannya karena merampas kemerdekaan orang lain. Kalau untuk penganiayaan itu perlu diperiksa lagi,” jelasnya.

Acep menjelaskan, kasus ini untuk kelancaran penyidikan dilimpahkan ke Polres Indramayu. “Itu perampasan bisa kena 4 tahun penjara. Tapi memang harus menunggu olah TKP,” tuturnya.
(ndr/nrl) Indra Subagja – detikNews

Rabu, 19/12/2012 11:47 WIB

***

Protes Upah, 7 Karyawan Ponpes Al-Zaytun Disekap dan Dianiaya

Selasa, 18 Desember 2012 16:47 WIB

Metrotvnews.com, Indramayu: Sebanyak tujuh orang karyawan Pondok Pesantren Mahad Al-Zaytun di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, disekap dan dianiaya oleh pihak keamanan pondok. Mereka dibebaskan oleh polisi yang mendapat laporan dari istri korban.

Tujuh karyawan pondok itu dapat dibebaskan setelah jajaran Polsek Gantar bernegosiasi dengan pihak keamanan pondok. Mereka yang disekap masing-masing bernama Sanusi(39), Sutrisno (32), Tukino(42), Widodo (45), Adi Trimojo (36), Herman, dan Samirejo.

Menurut korban, selama disekap mereka diborgol dan dianiaya oleh oknum petugas.

Penyekapan tersebut diduga buntut dari tuntutan karyawan yang meminta pengelola mahad Al-Zaytun, Syeh Panji Gumilang mengubah sistem pengupahan sesuai dengan upah minimum regional.

Saat ini karyawan hanya menerima gaji pada kisaran Rp300 ribu per-bulan. Sementara UMR Kabupaten Indramayu tahun 2012 mencapai Rp1.200.000.

Hingga sore ini pihak Humas Mahad Al-Zaytun dan pimpinan pondok tidak dapat dihubungi.(Dedy Musashi/DSY)

***

Rabu, 19/12/2012 12:46 WIB

Misteri Penyekapan Karyawan di Al Zaytun Terkuak dari Nyanyian para Ibu

Jakarta – 5 Orang karyawan Ponpes Al Zaytun mengaku disekap. Mereka pun melaporkan manajemen Al Zaytun ke polisi. Pangkal musabab peristiwa ini karena mereka menuntut kenaikan upah. Penyekapan itu pun terkuak setelah istri para tersangka melapor ke polisi. Sudah 3 hari suami mereka tidak pulang.

“Kita hanya terima laporan saja,” kata Kapolsek Gantar, Indramayu, Iptu Acep Hasbullah saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (19/12/2012)

Informasi yang dikumpulkan, pada Minggu (16/12) ada 3 orang ibu-ibu yang juga istri dari karyawan yang diduga disekap. Ibu-ibu itu pada pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB, datang ke Polsek Gantar. Mereka curhat soal nasib suaminya yang sudah 3 hari tidak pulang.

Mendapat laporan itu, Polsek Gantar segera melakukan kroscek. Sore pukul 16.00 WIB, Tim Polsek Gantar yang dipimpin Acep menyambangi Al Zaytun.

Di lokasi pihak kepolisian bersama Koramil Gantar bertemu dengan manajemen Al Zaytun. Perundingan dilakukan dan ternyata suami para ibu itu berada di sebuah ruangan di basement. Mereka pun tidur di ruangan 2×3 dan hanya beralas kardus. Total ada 5 orang di ruangan yakni Sanusi (39), Sutrisno (32), Tukino (42), Widodo (45), Adi Trimojo (36), dan Herman.

Polisi lalu membawa pulang mereka setelah melakukan pembicaraan. Mereka bicara soal tuntutan kenaikan upah hingga penyekapan. Para karyawan itu ditaruh di dalam ruangan karena menuntut upah sesuai standar yang berlaku yakni Rp 900 ribu. Selama ini mereka hanya mendapat upah Rp 300-400 ribu.

“Mereka bekerja di bagian bangunan dan di dapur,” terang Acep saat dikonfirmasi.

Pada Senin (17/12), ada 5 orang yang melakukan pelaporan ke Polsek Gantar atas dugaan perampasan kemerdekaan orang lain. Nah, pada Selasa (18/12) Polsek Gantar melimpahkan ke Polres Indramayu.

“Kasus ini masih diselidiki. Silakan ditanyakan ke Polres,” tutur Acep.

Hingga berita ini diturunkan pihak Al Zaytun belum memberikan keterangan.

(ndr/nrl) Indra Subagja – detikNews

***

Semoga Bapak Menteri Agama Suryadharma Ali menyadari kedustaan-kedustaannya yang telah banyak diketahui Ummat Islam dan bahkan qadarullah ditunjukkan langsung buktinya itu. Sejumlah langkah yang menyakiti Ummat Islam hendaknya disudahi dan minta ampun kepada Allah, dan juga minta maaf kepada Ummat Islam. Di antaranya dapat disimak kembali: Kementerian Agama, sudah nilainya merah, bersekongkol dengan aliran sesat syiah lagi  https://www.nahimunkar.org/19159/kementerian-agama-sudah-nilainya-merah-bersekongkol-dengan-aliran-sesat-syiah-lagi/.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.765 kali, 1 untuk hari ini)