الجامع الكامل في الحديث الصحيح الشامل  – تأليف الدكتور أبي أحمد محمد عبد الله الأعظمي

Arabic: Al-Jamiul Kamil Fee Al-Hadith As-Sahih Al-Shamil (12 Vol Set)

Code:A25

$299.95/ dar-us-salam.com

Kitab Hadits Shahih memuat kurang lebih 15.000 hadits beserta takhrijnya tanpa pengulangan. Atau sekitar 20.000 bila disertai pengulangan, dalam 12 jilid.

الجامع الكامل في الحديث الصحيح الشامل

by ابي احمد محمد عبد الله الاعظمي

goodreads.com

Jami ul-Kamil by Muhaddith dhiya ur rahman hindi madani/ booksbyulema FRIDAY, JUNE 26, 2015

***

Karya Ini adalah Jawabanku

by Nahimunkar.com, 20 Januari 2016

-sejenak bersama penulis Al-Jami Al-Kamil

“Saya menyadari bahwa pengerjaan Jami’Al-Kamil ini akan banyak menguras waktu dan tenaga. Namun sejak menggoreskan pena, saya tidak pernah bertanya kapan proyek ini akan selesai. Saya hanya bekerja dan bekerja. Tak terasa setelah 15 tahun berlalu, semua berakhir juga. Alhamdulillah.”

Saat berkunjung di kediaman Prof. Dr. Dhiyaurrahman Al-A’Dzamy -hafidzahullah- beberapa waktu yang lalu, kami menyempatkan diri untuk bertanya-tanya seputar Al-Jami’ Al-Kamil.

Diantara pertanyaan kami adalah,

“Apa yang mendorong anda menulis kitab ini..?”

Beliau menjawab:

“Setidaknya ada dua faktor utama yang mendorong saya untuk menulis Al-Jami’ Al-Kamil.

Pertama:
Sebagai orang islam, kita memiliki dua sumber utama, yaitu Al-Quran dan Assunnah. Kitab (Al-Quran) alhamdulillah tersusun dan terjaga dengan baik serta mudah dijumpai.

Akan tetapi sumber yang kedua yaitu Assunnah terpisah-pisah dalam ratusan kitab. Bila kita kecualikan Shohihain, maka pada ratusan kitab itu bercampur baur antara yang sahih dan yang dhaif. Padahal semestinya hadis-hadis sohih tersebut dikumpulkan dan dihimpun menjadi satu agar menjadi rujukan kedua bagi kaum muslimin.

Kedua: Saya banyak melakukan kunjungan ke berbagai negara untuk menyampaikan kuliah seputar hadis dan teologi. Pertanyaan yang sering diajukan pada saya adalah:

“Apakah kalian memiliki buku hadis yang menghimpun seluruh hadits sahih seperti Al-Quran?”

Saya tidak bisa menjawab. Bila saya menjawab Sohihain, maka tidak semua hadits sohih terhimpun dalam sohihain.
Biasanya saya menjawab, “Kami belum punya kitab seperti itu. Tetapi hadis-hadis sahih tersebut terpisah-pisah dalam ratusan kitab. Jawaban ini tentu tidak memuaskan.
Lagipula, Apakah setiap orang mampu memilah hadis-hadis sahih tersebut dari ratusan kitab yang ada?
Jawabannya tentu tidak. Bahkan seorang pakar sekalipun apabila ditanya tentang kesahihan satu hadis, maka ia akan melakukan riset untuk memastikan kesahihan hadits tersebut.

Maka terlintaslah di benak saya untuk menghimpun hadis-hadis sahih tersebut dalam satu kitab.
Meski kitab ini saya khususkan untuk hadits-hadits sohih, namun saya juga menyertakan hadits yang menurutku dhoif untuk menjelaskan kedhoifannya serta menjadi bahan penelitian bagi yang lain.

Saya tidak mengklaim bahwa saya telah melunasi hutang ummat. Dimana berabad-abad lamanya umat tidak memiliki kitab himpunan hadits sohih yang lengkap, baru pada abad ini kitab tersebut mucul melalui tangan saya. Sekali-kali tidak. Apa yang saya lakukan semata-mata untuk menjawab pertanyaan yang selama ini diajukan pada saya.

Saya menyadari bahwa pengerjaan Jami’Al-Kamil ini akan banyak menguras waktu dan tenaga. Namun sejak menggoreskan pena, saya tidak pernah bertanya kapan proyek ini akan selesai. Saya hanya bekerja dan bekerja. Tak terasa setelah 15 tahun berlalu, semua berakhir juga. Alhamdulillah.

Setelah merampungkan semuanya, saya berpikir lagi. Buku ini terlalu besar untuk masyarakat awam. Akhirnya saya memutuskan untuk meringkasnya dalam 4 jilid tanpa menyertakan takhrij. Sehingga nantinya edisi lengkap dapat dimanfaatkan oleh penuntut ilmu, sementara edisi ringkasan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat awam.

Alhamdulillah.

Sekian…
Kami juga sempat menanyakan manhaj serta sumber rujukan yang dipakai dalam penulisan. Beliau menjawab dengan panjang lebar.
Insyaallah semunya ada dalam kata pengantar Al-Jami’Al- Kamil.

Catatan:

Kitab Al-Jami’ Al-Kamil adalah karya guru kami Prof.DR. Dhiyaurrahman Al-A’Dzamy -hafidzahullah-. Kitab tersebut memuat kurang lebih 15.000 hadits beserta takhrijnya tanpa pengulangan. Atau sekitar 20.000 bila disertai pengulangan. Sejatinya kitab ini akan dicetak dalam 20 Jilid, karna berbagai pertimbangan, nantinya hanya akan dicetak dalam 12 jilid saja, dengan mengubah ukuran huruf serta jarak antar baris. Semua itu untuk menghindari harga yang yang sulit dijangkau.
Saat ini masih dalam proses cetak.
Semoga lancar.
Amiin

_______
Madinah 08-04-1437 H
ACT El-Gharantaly

***

Dari Hindu Masuk Islam Akhirnya Jadi Ahli Hadits dan Mengajar di Madinah

Dia adalah seorang mantan Hindu Brahman India. Ia masuk Islam ketika ia berusia 18 tahun dan nama hindunya ialah Banke Laal. Dia mulai belajar Islam dan motivasinya yang kuat mengantarkannya belajar di Universitas Islam Madinah.

Tidak tanggung-tanggung, ia diterima di Fakultas Hadits hingga menyelesaikan gelar Doktornya di bidang hadits dan pernah menjadi Dekan Fakultas Hadits di Universitas Islam Madinah.

Setelah pensiun dari Universitas Islam Madinah, ia ditunjuk sebagai pengajar tetap di Masjid Nabawi.

Sebagai pengakuan atas kontribusinya yang besar terhadap Ilmu Hadis, ia diberikan kewarganegaraan Arab Saudi.

Dia menulis banyak kitab tetapi yang paling fenomenal adalah “Al-Jami’ Al-Kaamil fii Al-Hadits As-Shahih As-Syamil” (Kompilasi Seluruh Hadits Shahih).

Beliau adalah Syaikh Ziaur Rahman Azami, salah satu ulama terbesar dalam bidang hadits di abad ini.

Dalam 1400 tahun perjalanan keilmuan Islam tidak ada yang menyusun semua narasi hadits shahih ke dalam satu buku, Syaikh berhasil melakukan ini selama rentang 15 tahun dan menggunakan lebih dari 200 buku induk hadits untuk menyusunnya dalam sebuah karya yang mencakup 20 jilid tanpa hadits yang berulang atau ganda, dan semuanya berstatus shahih. Berapa banyak hadits yang telah beliau susun? Lebih dari 16.000 hadits.

Hari ini umat Islam dapat dengan bangga memegang mushaf Alquran di satu tangan dan mengatakan ini adalah Firman Allah Ta’ala dan memegang karya kompilasi Syaikh di tangan lain dan mengatakan ini adalah sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

Para pakar hadits meyakini bahwa Syaikh Ziaur Rahman Azami telah berhasil mengumpulkan 99% dari seluruh hadits shahih yang ada di muka bumi dalam sebuah kompilasi kitab.

Beliau terlahir sebagai seorang Hindu dan masuk Islam dalam kehidupan dewasa dan berhasil sampai pada capaian ini. Sungguh kisah ini membuat kita yang terlahir sebagai Muslim semua malu.

Al-Izzah Media Center

https://www.facebook.com/alizzahmediacenter/photos/a.1694754164118475.1073741828.1694728324121059/2014501615477060/?type=3&theater

***

Muhaddits Besar Itu Dulunya Beragama Hindu

by Nahimunkar.com, 30 Juli 2015

Dia adalah Prof. Dr. Muhammad Dhiya’urrahman Al A’dzamy. Berikut biografi singkat beliau yang berhasil kami himpun dari berbagai sumber dan berdasarkan wawancara kami dengan beliau setahun yang lalu.

Beliau dilahirkan di India pada tahun 1362 H/1943 M dari sebuah keluarga Hindu yang taat. Beliau tidak ingat pasti kapan tanggal lahirnya. Semua data tentangnya hilang saat melarikan diri dari India.

Terlahir dari keluarga yg berkecukupan membuatnya mampu melanjutkan pendidikan hingga tingkat tsanawy (SMP). Sejak usia dini minat bacanya cukup tinggi. Banyaknya agama dan kepercayaan di India mendorong rasa ingin tahunya untuk mempelajari berbagai agama, mulai dari Yahudi, Kristen ,Budha dan agama-agama lainnya. Hingga kemudian Allah membukakan hatinya untuk memeluk Islam.

Interaksinya dengan berbagai macam literatur keagamaan mendorongnya menulis berbagai makalah ilmiah di bidang perbandingan agama. Diantara karya beliau dibidang perbandingan agama adalah “Dirasat fi Al-Yahudiyah wa An-Nashraniyah wa Adyaan Al-Hindi. Buku ini dicetak dalam jilid besar oleh “Maktabah Ar-Rusyd”

Perjalanan spiritualnya hingga memeluk islam sangat panjang. Semuanya beliau tuangkan dalam sebuah risalah yang berjudul “Min Dzulumaat Al Watsaniyyah Ila Dhiyaa’ Al-Islam”

Saat menyatakan masuk islam, keluarga menolak keras perpindahan yang dilakukannya. Berbagai cara ditempuh agar menyurutkan iman keislamannya. Puncaknya mereka berencana untuk membunuhnya. Karena tekanan dan penindasan yang dialaminya demi mempertahankan keyakinan barunya, beliau melarikan diri ke negara tetangga Pakistan. Di Pakistan beliau ikut sebuah lembaga pendidikan asuhan Jamaah Islamiah (JI) yang diketuai oleh Abul A’la Al Maududy. Disanalah beliau mempelajari dan mendalami Madzhab Hanafy. Hingga akhirnya Allah membimbing beliau untuk sepenuhnya mengikuti dalil dan meninggalkan fanatik madzhab serta Jama’ah Islamiyah. Kisahnya bersama Jamaah Islamiyah bisa dibaca pada bagian terakhir dari buku beliau “Marwiyaat Abu Hurairah” cet. Maktabah Al ghuraba’ madinah.

Agar keilmuannya semakin mantap, beliau memutuskan untuk pindah ke negeri Haramain. Di tempat barunya, beliau melanjutkan pendidikan strata satu di Universitas Islam Madinah (UIM). Setelah menyelesaikan pendidikan strata satu, beliau melanjutkan pendidikan pada program pasca sarjana Universitas Al Azhar Kairo di bidang hadits. Setelah meraih predikat Doktor dengan nilai terbaik beliau kembali dan diberi tugas sebagai dosen di Universitas Islam Madinah.

Beberapa tahun kemudian beliau dipercaya untuk menjalankan amanah sebagai Dekan Fakultas Hadits Universitas Islm Madinah. Selain pakar di bidang Hadits, Beliau juga sangat mumpuni di bidang perbandingan agama dan theologi, beliu sering diminta untuk menjadi pembimbing terhadap sejumlah desertasi di didang ini. Sebagai penghormatan atas kerja keras dan pengabdiannya terhadap Islam Kerajaan Saudi Arabia memberinya kewarganegaraan.

Kini beliau -hafidzahullah- tinggal menetap di Madinah Al Munawwarah. Diusianya yang tak lagi muda beliau menghabiskan waktunya untuk menulis pada berbagai disiplin ilmu. Tiga hari dalam sepekan (Senin, Selasa, Rabu ba’da Isya) beliau rutin menyampaikan ta’lim di Masjid Nabawi As-Syarief dengan materi Ilmu Hadits(*).

Saya pernah bertanya, “Mengapa anda lebih banyak waktu menulis ketimbang memberi pelajaran..?” Beliau menjawab “Bila aku mati, karyaku adalah kehidupan yang kedua bagiku”

Diantara Karya beliau:

  1. Al jaami” al kamil (insyaallah akan dicetak dalam 20 jilid(**)
  2. Mu’jam Mustholsh Al-Hadits
  3. Dirasaat fil jarh watta’dil
  4. Dirasat fi Al Yahudiyah wa An Nashraniyah wa Adyaan Al-Hindi
  5. Minnatul Kubro Syarh & Takhrij Sunan As-Shughro (9 jilid)
  6. Aqdhiah Rasulillah sallallahu alaihi wasallam karya Ibn al-Thalla’ al-Qurtubi (wafat 497 h) (dirosah & tahqiq)

Dan Masih banyak lagi

Catatan:

* Saat ini beliau fokus pada qiroah & ta’liq terhadap Shohih Bukhory

** Kabar itu kami terima dari beliau beberapa pekan sebelum kami meninggalkan Madinah, wallahu a’lam apakah ada perubahan atau tidak.

_______________

Madinah, Ahad 23-04-1435 H

ACT El-Gharantaly

by: Aan Chandra Thalib

(nahimunkar.com)

(Dibaca 643 kali, 1 untuk hari ini)