Demo warga tolak Ahok (IST)


Rakyat Jakarta menolak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memimpin ibu kota kembali karena banyak merugikan rakyat kecil.

“Ahok lebih banyak memihak pengembang dan menggusur rakyat kecil,” kata Ketua Dewan Pendiri Network for South East Asian Studies (NSEAS), Muchtar Effendi Harahap kepada suaranasional, Selasa (6/9).

Menurut Muchtar, kebijakan Ahok lebih menguntungkan kelompok keturunan China dan menindas rakyat Jakarta. “Ahok memihak pengembang China yang banyak gusur rakyat miskin,” ungkap Muchtar.

Kata Muchtar, Ahok tidak berprestasi dalam mengurus pemerintahan di DKI Jakarta.

Ia pun mengatakan, di hadapan pemerhati anak-anak dan psikolog Seto Mulyadi perilaku Ahok kerap berbicara kasar di depan publik dinilai tidak sesuai dengan norma-norma budaya Indonesia.

Budaya Indonesia mengajarkan sopan-santun dan kerendahan hati dalam menghadapi dan menyampaikan suatu permasalahan, apalagi di depan khalayak ramai.

“Aktivis pemerhati anak, Seto Mulyadi menilai gaya bicara Ahok cenderung kasar dan ceplas-ceplos dinilai tidak bisa dijadikan contoh baik, terutama bagi anak anak. Apalagi anak di bawah umur belum mengerti soal dinamika terjadi di pemerintahan,” ungkap Muchtar.

Selain itu, ia mengatakan, banyak kebijakan Ahok yang merugikan umat Islam seperti melarang kurban di sekolah.

Sumber: suaranasional.com/06/09/2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.424 kali, 1 untuk hari ini)