Peta Aleppo. (MEE)


KIBLAT.NET, Aleppo – Pejuang Suriah pekan ini telah menewaskan lebih dari 300 tentara Rezim Suriah yang akan merebut kompleks akademi militer di Romousah. Dua pekan lalu, pejuang Suriah berhasil menguasai kompleks tersebut saat operasi pembukaan blokade oleh Rezim dan sekutunya.

Naji al-Mustafa, komandan senior di Brigade Suqour al-Jabal pada Selasa (23/08), mengatakan pasukan perlawanan telah membuat pasukan Assad dan sekutunya malu dengan kekalahan merek. Banyak tentara mereka yang tewas dan puluhan lainnya terluka, selain 5 tank yang berhasil dihancurkan di Romousah.

Di tempat terpisah, Omar Salkhou, seorang komandan dalam Brigade Nuruddin Zanki, mengumumkan bahwa pasukannya siap untuk membuka jalur bantuan kemanusiaan untuk warga sipil yang terkepung di lingkungan al-Sheikh Maqsood yang berada di bawah kendali Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG).

Perlu dicatat, ketegangan terbaru antara YPG dan pasukan Rezim Assad di provinsi Hasakah meluas hingga Aleppo. Sehingga mengakibatkan pemblokiran di sepanjang jalur lintasan antara wilayah Rezim dan Kurdi, meskipun hal ini belum bisa dikonfirmasi.

PBB sendiri menjanjikan bantuan untuk penduduk Aleppo. Meskipun tergantung dari komitmen gencatan senjata yang dilakukan oleh Rusia, yang telah bekerja sama dengan Rezim Assad dalam melakukan serangan menyasar warga sipil di Aleppo.

Aleppo adalah kota terbesar kedua di Suriah yang memiliki nilai strategis. Sejak awal konflik di Suriah pada 2011, kota ini telah menjadi tempat pertempuran antara Rezim Suriah dan pejuang oposisi yang ingin melindungi warga.

Reporter : Ibas Fuadi
Sumber : Zaman el-Wasl

Sumber: kiblat.net

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.393 kali, 1 untuk hari ini)