Medan – Anda masih ingat Masjid Al Ikhlas di Jalan Timor, Medan, Sumatera Utara?. Ya, masjid yang telah rata dengan tanah karena dirobohkan dan ingin ditukar guling oleh Kodam I Bukit Barisan pada 4 Mei 2011 lalu akhirnya dibangun di tempat yang sama. Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewijk F Paulus secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Al-Ikhlas Jalan Timor, Selasa pagi kemarin (15/5/2012).

Lodewijk mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung pembangunan Masjid Al Ikhlas, baik itu moril dan materil, sehingga pembangunan masjid tersebut terealisasi. Pangdam mengharapkan pembangunan masjid ini dapat menetralisir kembali konflik yang pernah terjadi antara Kodam I/BB dengan umat.

“Mudahan-mudahan dengan berdirinya pembangunan masjid ini kembali, kita berharap kepada Allah SWT agar tidak ada lagi masalah antara Kodam I/BB dengan masyarakat. Untuk itu marilah kita bersama-sama untuk mengakhiri permasalahan yang ada dan mari kita mendukung pembangunan masjid ini ke depannya agar ramai seperti yang dahulu,” ujar mantan Danjen Kopassus itu.

Sementara itu, Ketua MUI Sumut Prof Abdullah Syah SH MH mengatakan, masjid merupakan tempat melaksanakan ibadah yang menjadi rumah Allah SWT.

“Syukur Alhamdullilah pelaksanaan pembangunan masjid telah dilaksanakan. Dengan dibangunnya masjid ini tidak ada lagi konflik yang timbul selama ini. Orang yang mendatangi masjid adalah orang-orang yang mensucikan diri. Kami juga mengucapkan terima kasih pada Bapak Panglima karena telah merealisasikan pembangunan masjid ini,” ucapnya.

Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho, mengatakan pembangunan Masjid Al Ikhlas ini bentuk kepedulian Panglima Kodam I/BB Mayjen TNI Lodewijk F Paulus, untuk menyelesaikan masalah masjid tersebut dengan arif dan bijaksana.

“Memang persoalan ini sangat pelik dan sulit namun dapat diatasi dan diselesaikan Bapak Panglima secara arif dan bijaksan dengan melakukan pendekatan persuasif dengan dialog sehingga tercapainya pembangunan Masjid Al Ikhlas kembali,” ucap Gatot.

Wali Kota Medan, Rahudman Harahap menyatakan kalau Pemkot Medan akan memberikan kontribusi pembangunan Masjid Al Ikhlas. “Insya Allah Pemko pasti akan membantu pembangunannya,” kata Rahudman.

Ketika disinggung wujud kontribusi apa yang akan diberikan Pemko Medan, Rahudman sama sekali belum ingin membeberkannya. “Nanti kita bantulah, Insya Allah,” ucapnya lagi.

Peletakan batu pertama ini sebelumnya ditandai pembacaan ayat suci Al Quran yang dibacakan Serda KD Tanjung. Pembangunan Masjid Al Ikhlas di atas lahan 400 meter persegi, diperkirakan menelan biaya berkisar Rp808 juta dengan kurun waktu 132 hari.

“Perencanaan pembangunan Masjid Al Ikhlas di atas areal lahan 20×20 meter persegi, satu lantai dengan satu menara setinggi 12 meter berkubahkan staenlis,” kata Kolonel Hari Subagio, ketua panitia pembangunan Masjid Al Ikhlas Medan.

Selain Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewijk F Paulus, peletakan batu pertama juga disaksikan Kapoldasu, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, Plt Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho, Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, Wakil Wali Kota, Dzulmi Eldin, Ketua MUI Sumut, Prof  Abdullah Syah SH MH, DPD RI, Rahmat Syah, Ketua MUI Kota Medan, Prof Muhammad Hatta bersama unsur muspida dan muspika.

Masjid Al Ikhlas diratakan dengan tanah pada masa Kodam I/BB dipimpin seorang jenderal Kristen Mayjend TNI Leo Siegers, 4 Mei 2011. Pada September 2011, Siegers digantikan oleh Mayjen TNI Lodewijk Freidrich Paulus yang sebelumnya menjabat Danjen Kopassus. Alumni Akabri tahun 1981 ini menggantikan Mayjen TNI Leo Siegers berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI nomor 683/IX/2011 tanggal 6 September 2011. Siegers kemudian menjadi staf ahli KSAD.

Rep: shodiq ramadhan/sumutpos (SI ONLINE)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 322 kali, 1 untuk hari ini)