Alhamdulillah Pengajian Kitab Shahih Al-Bukhari Khatam, dari 1992-2019 Selama 27 Tahun




Selesai sdh pembahasan Sahih Bukhori dimulai dari 1992 – 2019 selama 27 tahun, barokallahu fiika ustad Abdul Hakim bin Amir Abdat

Top of Form

Murli Munthe berada di Masjid al Mubarak; Krukut; West Jakarta.

19 Oktober pukul 09.04 · Jakarta

 

Postingan di fb 19 Oktober 2019 itu dari seorang yang aktif di pengajian Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdad yang mengkaji kitab Shahih Al-Bukhari di Masjid Al-Mubarak Krukut, Jl Gajah Mada Jakarta Kota, tiap Sabtu pagi hingga siang.

Pagi harinya dia posting:

 

https://hadits.in/bukhari/7008… Munthe
9 jam ·
Pagi ini hadist terakhir di kajian Shahih Bukhori Krukut Kota


قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلِمَتَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ada dua kalimat yang disukai Ar Rahman, ringan di lisan dan berat di timbangan, yaitu SUBHANALLAH WABIHAMDIHI dan SUBHAANALLAAHIL’AZHIIM.”

(HR. Bukhari: 7008) –


HADITS.IN

HR. Bukhari no…


https://hadits.in/bukhari/7008?fbclid=IwAR2FHeC-Wyi3cGf_REtvaB9H8U3ebgwqak1B6O9TQIEluh3OQhWQ4EKh_8A


Rupanya postingan itu merujuk ke ENSIKLOPEDI HADITS 9 IMAM  yang dikenal luas, produksi Lidwa Pustaka dengan prusahaan software Saltanera. (silakan lihat ini: https://www.nahimunkar.org/saltanera-perusahaan-software-yang-mengelola-ensiklopedi-hadits-9-imam-bersama-lidwa-pustaka/ ).

Alhamdulillah, di tengah hiruk pikuk ibukota Jakarta, ternyata ada kajian (tiap pekan) Hadits Shahih Al-Bukhari yang berlangsung 27 tahun hingga khatam.

Ustadz Abdul Hakim Abdad biasanya membaca hadits satu persatu hadits, dijelaskan sanad-sanadnya, matannya, maknanya, kandungannya, hukum fiqhnya, rangkaiannya dengan hadits lain, dan bahkan sering pula menyoroti pemahaman yang kurang benar ataupun keadaan yang sedang ramai di masyarakat.

Ada pula untuk menguatkan aqidah maka dibahas kitab Syarhus Sunnah Al-Barbahari.

Sehingga bagi yang memperhatikan benar2, apalagi yang punya latar belakang berbagai disiplin ilmu2 (pengantar) syar’i (ushul fiqh, ilmu tafsir, ushulul hadits atau mushtolah hadits dsb) dan ilmu-ilmu alat (nahwu, Sharaf, balaghah dsb) maka menghadiri dengan mendengarkan pengajian kitab hadits ini cukup meresap. Makanya ustadz-ustadz yang bahkan sudah belajar ke Syaikh2 di Timur Tengah pun tidak bosan2 bila berkesempatan hadir di majelis pengajian Kitab Shahih Al-Bukhari ini pun mereka hadir dengan setia.

Adapun yang latar belakangnya umum, maka insyaAllah mudah faham, karena penjelasannya cukup runtut rapi, dan suaranya pun tidak samar alias jelas kenceng. (Kecuali yang ngantuk2… he he… ga’ salah jugalah, karena teman dari Sukabumi biasanya berangkatnya jam 02 dini hari, ya bila ngantuk itu bisa dimaklumi…).

Cara menjelaskan hadits satu persatu itu kalau ditengok ya mirip cara para syaikh Timur Tengah yang dihadirke ke Indonesia untuk mengisi daurah untuk para ustadz. Para syaikh biasanya kalau menjelaskan itu sampai jelas, sehingga nantinya para da’i ketika menyampaikan kepada Umat Islam tidak salah dan tidak samar.

Itulah pentingnya ilmu. Satu persatu harus ditekuni sampai sejelas-jelasnya. Karena dalam Islam ini tidak boleh beramal tanpa ilmu, apalagi berbicara agama untuk Umat tanpa ilmu. Itu tidak boleh. Ini sering diulang-ulang oleh Ustadz Abdul Hakim dalam pengajiannya.

Demikianlah sekilas tentang pengajian Kitab Shahih Al-Bukhari yang baru saja khatam, dan khabarnya mungkin akan diulang kembali, atau insyaAllah ada khabar nantinya.

***

Ilmu Sebelum Berkata dan Beramal

Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab rahimahullah dalam Tsalatsatul Ushul  berkata,

قَالَ الشَّافِعِيُّ رَحِمَهُ اللهُ: لَوْ مَا أَنْزَلَ اللهُ حُجَّةً عَلَى خَلْقِهِ إِلاَّ هَذِهِ السُّوْرَةُ لَكَفَتْهُمْ.

وَقَالَ البُخَارِيُّ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى:
“بَابُ: العِلْمُ قَبْلَ القَوْلِ وَالْعَمَلِ، وَالدَّلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى: {فَاعْلَمْ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ} فبدأ بالعلم قبل القول والعمل”.

Imam Syafi’i rahimahullah berkata, “Andai Allah menurunkan hujjah pada hamba hanyalah surat Al-‘Ashr ini, tentu itu sudah mencukupi mereka.”

Imam Bukhari rahimahullah berkata, “Bab ‘Ilmu Sebelum Berkata dan Beramal’, dalilnya adalah firman Allah Ta’ala (yang artinya), ‘Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu’.” (QS. Muhammad: 19). Dalam ayat ini, Allah memulai dengan berilmu lalu beramal.

https://rumaysho.com/18246-tsalatsatul-ushul-ilmu-sebelum-berkata-dan-beramal.html

Karena begitu pentingnya mengetahui ilmu sebelum berbicara dan beramal, sampai-sampai anak saya (Hasan Al-Jaizy/ Hasan Mukmin Mabruk alumni Pesantren Al-Isryad Tengaran Salatiga Semarang Jateng) waktu hampir lulus Syari’ah LIPIA Jakarta, ia bertanya: Yah (ayah), apa Mukmin bisa Yah, ngisi pengajian seperti para Ustadz, Yah?

Saya jawab, bisa! Kan kamu ada ilmunya yaitu ilmu syari’ah, ilmu pengantar2nya, dan ilmu2 alatnya (ilmu Bahasa dsb). Bahkan kamu bisa Bahasa inggris segala, malah pernah jadi guru Bahasa Inggris itu di Lembaga pengajaran Bahasa Inggris.

Sebenarnya saya menjawab bukan karena itu anak saya, dan sekadar memberi pengharapan untuk bisa. Tapi karena saya menghargai ketekunan seseorang. Sebagaimana Ustadz Abdul Hakim Abdad yang dikenal sangat tekun membaca kitab-kitab (hingga konon ribuan kitab-kitab di Perpustakaan LIPIA, beliau tahu tempat-tempatnya, karena sedemikian tekunnya, hamper tiap hari bergelut dengan kitab2). Sedang anak saya mengkaji kitab2 dengan mencatatnya pun hamper sampai jam 02 malam hamper tiap hari. Disamping itu ketika (anak saya) berangkat kuliah atau pun mengajar kursus dan di perjalanan pulangnya, dia senantiasa mendengarkan kajian para syaikh Timur Tengah, pakai alat di kuping. Bukannya mendengar music yang haram, tapi mendengarkan kajian2 kitab oleh para syaikh Timur Tengah.

Maka saya menjawab, “Bisa” itu tadi bukan sekadar menghibur, tapi memang saya yakini begitu, dan tentunya atas pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, ada Ustadz yang sudah mulai tua, dan mulai tumbuh generasi penerus yang insyaAllah akan mengemban perjuangan menyiarkan ilmu Islam ini untuk I’laaai kalimatillahi hiyal ‘ulya (meninggikan kalimah Allah yang sejatinya memang tinggi).

Semoga Allah memberkahi para asatidz yang menegakkan Islam dengan ilmunya di mana-mana, demikian pula para murid dan umat Islam pada umumnya di manapun. Keberkahan Allah lewat para penyebar dan penuntut ilmu jangan sampai pudar, dan semoga semakin semarak dalam ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

Ilustrasi foto/ idwiki/ lidwa-saltanera

 

Hartono Ahmad Jaiz

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 819 kali, 1 untuk hari ini)