Saat mendampangi Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Kebun Binatang Ragunan, ibu negara, Iriana Jokowi membawa tas mewah asal Italia bermerek, Gucci.

Tas merek Gucci bernama Dionysus Blooms print shoulder bag ini memiliki 11 variasi gambar yang berbeda.

Dikutip dari kumparan, Iriana memilih tas dengan print bunga-bunga yang tengah menjadi tren di dunia fashion saat ini.

Di situs resminya, tas yang dibawa Iriana dibanderol seharga US$ 2.450 atau setara dengan Rp 32 jutaan. Merupakan sebuah harga yang fantastis mengingat Gucci merupakan label ternama yang sudah dikenal kualitasnya.

Putri Jokowi bernama Kahiyang Ayu juga mengenakan tas mewah lansiran rumah mode Chanel. Tas dengan seri ‘Boy’ warna merah dan ukuran medium ini terbuat dari kulit domba dengan sentuhan warna pink keemasan pada tali rantainya.

Dikutip dari situs resmi Chanel, tas ini dijual seharga Rp 60,8 juta. Angka yang cukup besar untuk sebuah tas. [suaranasional.com ]

***

Utang Indonesia Meroket Rp 3.667 Triliun 2017. Siapa Bakal Menanggung?

by Nahimunkar.com,  7 Juni 2017

Jakarta –Berdasarkan data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Selasa (30/5/2017), menyebutkan per akhir April 2017, total utang pemerintah pusat mencapai Rp 3.667,41 triliun.

Jumlah utang ini mengalami peningkatan dibanding bulan Maret 2017. Pada bulan Maret lalu tercatat jumlah utang pemerintah sebesar Rp 3.649,75 triliun. Artinya ada peningkatan utang secara signifkan sebesar Rp 17 triliun selama sebulan.

Disebutkan utang pemerintah ini sebagian besar dalam bentuk surat utang atau Surat Berharga Negara (SBN). Hingga bulan April 2017, nilai penerbitan SBN mencapai Rp 2.932,69 triliun. Sementara pada akhir Maret 2017 mengalami peningkatan s Rp 2.912,84 triliun.

Sedangkan utang pemerintah dalam bentuk pinjaman (baik bilateral maupun multilateral) pada bulan April 2017 tercatat Rp 734,71 triliun. Bulan Maret 2017 mengalami penurunan sebesar Rp 738,2 triliun.

Berikut data perkembangan jumlah utang pemerintah pusat sejak tahun 2000 hingga 2016:
2000: Rp 1.234,28 triliun
2001: Rp 1.273,18 triliun
2002: Rp 1.225,15 triliun
2003: Rp 1.232,5 triliun
2004: Rp 1.299,5 triliun
2005: Rp 1.313,5 triliun
2006: Rp 1.302,16 triliun
2007: Rp 1.389,41 triliun
2008: Rp 1.636,74 triliun
2009: Rp 1.590,66 triliun
2010: Rp 1.676,15 triliun
2011: Rp 1.803,49 triliun
2012: Rp 1.975,42 triliun
2013: Rp 2.371,39 triliun
2014: Rp 2.604,93 triliun
2015: Rp 3.098,64 triliun
2016: Rp 3.466,96 triliun

Dari data ini nampak utang pemerintah pusat terus mengalami peningkatan secara signifikan. Dibawah pemerintahan Jokowi, utang pemerintah pusat mengalami peningkatan secara signifikan. Utang yang besar ini digunakan untuk membangun infrastruktur sesuai janji politik di masa kampanye dulu. Namun pembangunan yang berlandaskan uang hasil utang adalah sangat berbahaya.[nusan/mmc]

Sumber: mmcindonesia.com

(nahimunkar.com)

***

Peringatan/ Ancaman dalam Al-Qur’an

Dalam Surat An-Naml dijelaskan, 9 orang jahat saja mengakibatkan adzab yang dahsyat. Allah menyebutkan:

وَكَانَ فِي الْمَدِينَةِ تِسْعَةُ رَهْطٍ يُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ وَلَا يُصْلِحُونَ (48)

Dan adalah di kota itu sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan. (QS An-Naml: 48)

Di samping itu apabila yang mempelopori dosa-dosa itu justru para pemimpin dan kaum elitnya, atau orang-orang terkemuka namun sejatinya jahat. Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an, mengancam dengan tegas:

{وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا (16) وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِنَ الْقُرُونِ مِنْ بَعْدِ نُوحٍ وَكَفَى بِرَبِّكَ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا } [الإسراء: 16، 17]

Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya [Al Isra”,16-17]

Kalau terjadi demikian, sebenarnya yang manjadikan datangnya adzab itu adalah tingkah laku dosa manusia-manusia itu sendiri. Karena Allah tidak zalim.

{فَلَوْلَا كَانَ مِنَ الْقُرُونِ مِنْ قَبْلِكُمْ أُولُو بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ الْفَسَادِ فِي الْأَرْضِ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّنْ أَنْجَيْنَا مِنْهُمْ وَاتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوا مَا أُتْرِفُوا فِيهِ وَكَانُوا مُجْرِمِينَ (116) وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَى بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ (117) } [هود: 116، 117]

Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa. Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan [Hud,116-117]

Semoga adanya peringatan dari Allah Ta’ala ini menjadi peringatan bagi manusia agar benar-benar kembali ke tuntunan Allah Ta’ala, bertaubat, dan menjalani hidup dengan taat hingga benar-benar menjadi orang yang bertaqwa dengan sebenar-benar taqwa. Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.

https://www.nahimunkar.org/kenapa-negeri-ini-sering-ada-bencana-dan-musibah/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.683 kali, 1 untuk hari ini)