“Apabila tentang pembahasan akhir zaman ini dibedah, maka Hadits-Hadits Nabi lah sebagai panduannya. Kalau itu dianggap sebagai ujaran kebencian dan sebagainya, maka demi Allah sangat banyak ayat-ayat al-Qur’an yang harus kita hapus dan sangat banyak Hadits Nabi yang kita tiadakan,” tegas Ustadz Zulkifli Muhammad Ali./ www.hidayatullah.com Kamis, 18 Januari 2018 – 15:15 WIB

***

Alhamdulillah, Ust. Zulkifli Tidak Ditahan dan Boleh Kembali Berdakwah

Setelah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih empat jam di Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) Badan Reserse Kriminal Polri, Jakarta, Kamis (18/1), Ustadz  Zulkifli Muhammad Ali tidak ditahan oleh pihak kepolisian. Zulkifli diperiksa sebagai tersangka kasus ujaran kebencian.

Selama proses pemeriksaan , ia mengaku didampingi sekitar 40 kuasa hukum dari total 120 kuasa hukum. Namun, karena ruang pemeriksaan yang tidak terlalu besar, maka hanya diperbolehkan dua kuasa hukum yang masuk ruang pemeriksaan.

“Pengacara kita totalnya di atas 120, yang mendampingi ada 40-an. Di dalam ruangan karena ruang yang kecil, hanya diperbolehkan dua orang dan itu bergantian terus,” kata Zulkifli usai diperiksa di Dittipid Siber Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (18/1).

Zulkifli mengatakan, proses pemeriksaan berjalan dengan lancar. Usai pemeriksaan, Zulkifli sudah diperbolehkan kembali untuk berdakwah, meskipun status tersangkanya belum dicabut.

“Tadi sudah disampaikan, pak direktur kita yang menyampaikan, pak Ustadz  dipersilakan untuk kembali berdakwah,” katanya.

Mengenai pencabutan status tersangkanya, Zulkifli belum mau berkomentar terkait hal tersebut. Namun, ia mengatakan, jika pihak kepolisian masih memerlukan pemeriksaan, maka ia akan kembali dipanggil oleh pihak kepolisian.

“Cuma tetap saja (penyidik mengatakan) kapan-kapan Ustadz  kami perlukan, mungkin kita bisa kembali bekerjasama, berkomunikasi untuk cara yang lebih soft, yang lebih lembut sehingga tidak perlu ada keributan apa-apa,” katanya.

Zulkifli mengatakan, selama proses pemeriksaan , kalimat yang dipermasalahkan berkaitan dengan akhir zaman. Di mana konten yang ia sampaikan ketika berdakwah berdasarkan atas ayat-ayat Al-Quran yang jelas dan hadis Nabi.

“Ketika saya mengatakan bahwa kekacauan ini, ketika di Timur Tengah terjadi akan merata ke seluruh dunia. Karena saya ceramahnya di Jakarta, termasuk di Jakarta saya bilang. Nah ini lah yang dipertanyakan letak buktinya. Hadisnya jelas, ayat-ayatnya jelas, kalau mau tahu ada kitabnya. Saya menyarankan ada ensiklopedi akhir zaman oleh Syekh dr Muhammad Ahmad Al-Mubayyadh. Kitabnya sangat tebal, itu sangat lengkap tentang akhir zaman disana,” tambahnya.

Dalam ensiklopedi tersebut, katanya, berbagai macam bentuk jenis akhir zaman yang terjadi diceritakan dalam kitab tersebut. “Jadi berbagai macam bentuk jenis akhir zaman yang terjadi, termasuk kehancuran Amerika, kehancuran Israel ada disana Nabi ceritakan,” tambahnya.(kl/rol)/ /www.eramuslim.com Redaksi – Kamis, 2 Jumadil Awwal 1439 H / 18 Januari 2018 20:17 WIB

***

Sementara itu hidayatullah.com memberitakan, UZMA (Ustadz  Zulkifli Muhammad Ali) menegaskan dan meluruskan bahwa apapun yang telah ia sampaikan seluruhnya sudah ada pada Hadits Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang menuntunnya.

“Apabila tentang pembahasan akhir zaman ini dibedah, maka Hadits-Hadits Nabi lah sebagai panduannya. Kalau itu dianggap sebagai ujaran kebencian dan sebagainya, maka demi Allah sangat banyak ayat-ayat al-Qur’an yang harus kita hapus dan sangat banyak Hadits Nabi yang kita tiadakan,” tegasnya./ www.hidayatullah.com Kamis, 18 Januari 2018 – 15:15 WIB

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.033 kali, 1 untuk hari ini)