Ali Khamenei pemimpin spiritual syiah membolehkan para pengunjung pengajiannya tidak shalat maghrib dan ‘isya’. Itu dia umumkan lewat akun twitter @Khomeinii1, 4/1/2014 1:44 p. Dalihnya, untuk menghargai kehadiran para pengunjung pengajiannya untuk menuntut ilmu di Husainiyyah Sayyiduna Abdullah bin Saba’ di Teheran.

Pembatalan kewajiban shalat maghrib dan ‘isya’ demi menghargai para pengunjung pengajiannya itu dapat dinilai sebagai menandingi Allah Subahanahu wa Ta’ala. Karena yang berhak membatalkan (mengampuni tidak usah dilaksanakannya) kewajiban shalat dari Allah hanyalah Allah.

Berarti Ali Khamenei pemimpin spiritual syiah itu memfungsikan dirinya menandingi Allah?

Inilah beritanya.

***

Ali al-Khamenei: santri boleh tidak shalat maghrib dan isyak

Ali al-Khamenei dalam kicauannya mengatakan:

Pengajianku hari ini sebelum maghrib di Husainiyyah Sayyiduna Abdullah bin Saba’ di Teheran. Sebagai apresiasi atas kehadiran kalian untuk mencari ilmu maka kalian dimaafkan untuk tidak shalat maghrib dan isyak!

Gensyiah.com, December 18, 2014   Fatwa

***

Pemimpin Syiah Itu Melepas Tali Islam Terakhir

 

Dalam hadits, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda

لَتُنْقَضَنَّ عُرَى الْإِسْلَامِ عُرْوَةً عُرْوَةً، فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ تَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِي تَلِيهَا، وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضًا الْحُكْمُ وَآخِرُهُنَّ الصَّلَاةُ “

الراوي: أبو أمامة الباهلي المحدث: الألباني – المصدر: صحيح الجامع – الصفحة أو الرقم: 5075
خلاصة حكم المحدث: صحيح

 http://dorar.net/h/5b1ee69847ed638e350c2aefadd003b4

Sesungguhnya tali Islam akan dilepaskan seutas demi seutas, ketika terlepas satu utas maka umat manusia berpegang tali berikutnya, maka perkara yang pertama kali terlepas adalah hukum dan yang paling akhir adalah shalat { Hadits Riwayat Imaam Ibnu Hibban no: 6715 yang di-shohiihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albaany dalam Kitab Shohiih At Targhiib Wat Tarhiib no: 572, dari Shohabat Abu Umaamah رضي الله عنه, Ahmad dalam Musnadnya : (5/251), dari jalan yang sama dikeluarkan oleh At Thobraaniy dalam Al Kabir : (8/116), Al Hakim dalam Al Mustadrak : (4/92).

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 3.633 kali, 1 untuk hari ini)