• MUI Karanganyar Pastikan Aliran Nabi Palsu Sesat
  • MUI Karanganyar Telah Panggil Nabi Palsu Suparmin

Inilah berita-beritanya.

***

Polisi Siap Sapu Bersih Pengikut Nabi Palsu di Karanganyar

Buku ajaran_823765283742

Buku ajaran yang ditulis Nabi Palsu Rohmad (Foto: Bramantyo/Okezone)

KARANGANYAR– Polisi akan menindak tegas pengikut ajaran Rohmad yang menganggapnya sebagai imam sekaligus nabi di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, menegaskan akan bertindak tegas kepada Jamaah Muslimah bila pada pertemuan selanjutnya tetap bersikukuh terhadap keyakinannya itu.

Pasalnya, keterangan Suparmin yang dipercaya sebagai penerus Rohmad, saat diklarifikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Masjid Agung Karanganyar, adalah salah dan masuk dalam kategori penodaan agama.

“Kami masih memberi waktu kepada para ulama untuk menyadarkan jamaah Muslimah, apa yang diyakini adalah salah. Bila para ulama sudah angkat tangan, maka kami akan menegakan hukum bagi kelompok ini,” papar Nazirwan kepada Okezone, seusai sidang MUI, di Karanganyar, Jumat 15 Febuari.

Menurut Nazirwan, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada para ulama untuk menyadarkan ajaran yang menyimpang tersebut. Namun untuk mencegah adanya aksi radikal yang lebih luas, bila para ulama angkat tangan pihaknya siap bertindak. Apalagi, jumlah pengikut ajaran Rohmat terus bertambah, hingga mencapai sekira 150 orang.

Pantauan Okezone, dalam sidang tersebut banyak warga yang penasaran dan ingin melihat dari dekat sosok Suparmin yang mengangkat dirinya sebagai sebagai nabi penerus Rohmad. Sesekali para pengunjung menggeleng-gelengkan kepala, saat Suparmin dan pengikutnya memberikan penjelasan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Pertemuan yang digagas MUI tersebut berjalan panas, karena kelompok Suparmin bersikukuh Rohmad merupakan imam sekaligus nabi yang ditunjuk Allah. MUI memutuskan sidang dilanjutkan pekan depan untuk memberi kesempatan kepada Jamaah Muslimah bertaubat.

Untuk mengantisipasi gesekan seusai sidang, sejumlah polisi bersiaga di luar area Masjid Agung.

(tbn) Bramantyo – Okezone Sabtu, 16 Februari 2013 01:01 wib

***

MUI Karanganyar Pastikan Aliran Nabi Palsu Sesat

KARANGANYAR– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, memutuskan aliran Jamaatul Muslimin, yang mengangkat almarhum Rohmad sebagai Imam setingkat Nabi, sebagai ajaran sesat.

MUI juga meminta agar aliran tersebut tidak disebarluaskan, serta menyerahkan kepada Polres Karanganyar untuk mengambil langkah tegas.

Ketua MUI Karanganyar, Jawa Tengah, Zainuddin, mengatakan, keputusan yang diambil MUI didasarkan karena mempercayai Rohmad menerima wahyu dari Allah SWT melalui malaikat Jibril.

Fatwa sesat itu diperkuat, setelah pihaknya menggelar tabayun dengan kelompok tersebut, dan memperlajari buku pedoman yang dipercaya sebagai kumpulan wahyu dari malaikat Jibril.

“MUI sudah menyatakan aliran Jamaah Muslimin sebagai aliran sesat, dan sudah terjadi kesepakatan Aliran pimpinan Suparmin siap dibimbing MUI untuk kembali ke jalan benar,” jelas Zainuddin kepada wartawan di Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (22/2/2013).

Menurut Zainuddin, sangat berbahaya bila paham yang dianut aliran tersebut disebarluaskan. Pasalnya sudah sangat jelas, Rasulullah tidak pernah menyampaikan pesan sepeninggalnya akan ditunjuk seorang Imam atau ada Nabi lain sesudah Rasulullah.

“Rasulullah sudah sangat jelas dan menjelaskan, setelah dirinya tidak akan ada nabi lain sesudahnya hingga hari akhir. Selama ini penganut Jamaatul Muslimin melakukan upaya memahami dan memaknai Alquran tidak menggunakan kaidah-kaidah baku,” paparnya.

Zainudin menambahkan, sangat berbeda bila aliran ini mendeklarasikan sebagai paham kepercayaan baru dan tidak menistakan agama Islam.

“Kami tidak akan mencap aliran ini sebagai aliran sesat, apabila aliran ini mengumunkan sebagai agama baru,dan tidak ada hubungannya dengan Islam, silahkan saja,” pungkasnya.

(kem) Jum’at, 22 Februari 2013 13:28 wib/ Bramantyo – Okezone

***

MUI Karanganyar Panggil Suparmin Nabi Palsu

Bramantyo – Okezone

Jum’at, 15 Februari 2013 16:38 wib

Suparmin_8237652734

Suparmin (bersandar) di Masjid Agung Karanganyar (foto: Bramantyo/Okezone)

KARANGANYAR – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Karanganyar, Jawa Tengah, akhirnya memanggil Suparmin yang mengangkat dirinya sebagai nabi. Suparmin mengaku penerus Rahmad yang sebelumnya juga mengangkat diri sebagai nabi.

Pertemuan tersebut digelar di Masjid Agung Karanganyar dihadiri unsur muspida, perwakilan Kementerian Agama, dan ormas Islam.

Di pertemuan itu, Suparmin, yang didampingi sejumlah pengikutnya, diminta menjelaskan tujuh poin dalam ajaran yang mereka anut. MUI juga meminta penjelaskan motif didirikannya Jamaah Muslimah, penyebar ajaran tersebut.

Ajaran yang disampaikan Suparmin diduga kuat melenceng dari ajaran Islam, seperti, adanya nama Rohmad untuk menggantikan nama Nabi Muhammad SAW dalam salawat. Kemudian, jamaah diharuskan mengenakan pakaian berwarna putih saat melaksakan salat.

Selain diminta menjelaskan hal di atas, Suparmin juga ditanya menyoal penyetoran zakat wajib hanya diberikan kepada Jamaah Muslimah, apabila tidak dilakukan maka dinilai kafir. MUI juga menyoroti, kalimat menjawab salam yang diajarkan oleh Suparmin. Pasalnya, Jamaah Muslimah tidak menjawab salam secara utuh, hanya dengan “walaikum”.

MUI juga mempertanyakan aturan dalam ajaran tersebut yang menyebutkan salat harus diikuti oleh 40 orang ditambah satu imam. Mereka juga tidak mau berbaur saat melaksanakan Salat Jumat.

Terakhir, MUI meminta penjelasan soal pengurusan orang meninggal dan buku pedoman yang menyebutkan Rohmad sebagai imam. Dalam ajaran tersebut, orang meninggal tidak perlu dikafani dan pengurusannya hanya boleh dilakukan oleh kelompok Jamaah Muslimah.

(ris)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.138 kali, 1 untuk hari ini)