Jokowi-LDII-220612-1-370x264

  • MUI Desak Pemerintah Bubarkan Aliran Sesat LDII
  • Rekomendasi MUI untuk Pembubaran Ahmadiyah, LDII dan sebagainya
  • Antara Pentolan Aliran Sesat LDII dan Bandar Narkoba yang Diberi Grasi

Inilah beritanya.

***

Jokowi gandeng aliran sesat LDII untuk sukseskan program-programnya

JAKARTA (Arrahmah.com) – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menggandeng ormas yang masih kontroversial, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), untuk menyosialisasikan program-program usungan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

“Saya hanya ingin menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan program pemerintah yang nanti bisa dikaitkan dengan LDII,” kata Jokowi di kantor DPP LDII DKI Jakarta, Kamis (28/3/2013), sembari menyebut program-program seperti normalisasi Sungai Ciliwung, Kali Sunter, Pesanggrahan, dan Angke yang harus memindahkan sebagian warga yang tinggal di tepi sungai.

“Kan LDII di mana-mana, titip-titip kalau imam di masjid tolong sampaikan bahwa tinggal di badan sungai melanggar aturan,” kata Jokowi.

Jokowi mengakui tokoh agama lebih mudah mendekati masyarakat karena lebih dipercayai masyarakat, sedangkan dia sendiri mengaku sudah melakukan pendekatan sosial seperti beberapa kali mendatangi warga di bantaran kali dan sungai.

“Tapi saya ke sana belum ngomong soal pemindahan atau relokasi. Cuma bagi-bagi tas, buku dan beras,” katanya.

Jokowi juga meminta tokoh agama ikut menyampaikan soal penggunaan Kartu Jakarta Sehat (KJS) karena selama ini banyak warga yang langsung mendatangi rumah sakit tanpa meminta rujukan Puskesmas terlebih dahulu. “Ya jelas aja rumah sakit jadi penuh,” katanya.

LDII adalah ormas yang pada masa lalu bernama Islam Jamaah, kemudian berganti nama menjadi Lemkari. Karena ajarannya yang dinilai masih menyimpang, LDII sendiri hingga saat ini masih belum bisa diterima oleh mayoritas umat Islam dan ormas-ormas Islam.

(saif/SI/arrahmah.com) Saif Al Battar Senin, 20 Jumadil Awwal 1434 H / 1 April 2013 08:36

***

MUI Desak Pemerintah Bubarkan Aliran Sesat LDII

  • Sama seperti terhadap Ahmadiyah, MUI minta agar pemerintah membubarkan LDII karena menyebabkan keresahan di tengah umat Islam.

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mendesak agar pemerintah segera meninjau kembali keberadaan Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia (LDII) yang merupakan jelmaan dari Islam Jamaah. Sebab, dalam praktek, LDII tetap memberlakukan ajaran Islam Jamaah. Sama seperti terhadap Ahmadiyah, MUI minta agar pemerintah membubarkan LDII karena menyebabkan keresahan di tengah umat Islam. Demikian dikemukakan Wakil sekjen MUI Drs. H. Natsir Zubaidi dalam dialog silaturrahiem dengan MUI Kota Surabaya, di Gedung MUI Pusat, Jakarta, Selasa (5/3) kemarin.

Menurut Ketua Umum MUI Kota Surabaya KH. Muchid Murtadho, walaupun secara kelembagaan maupun pernyataan LDII mengaku bertobat dan kembali kepada ajaran Islam yang benar, namun kenyataannya dalam praktek, LDII hanya sekedar berganti baju dari ajaran Islam Jamaah sebelumnya. Kita banyak menjumpai praktek di lapangan bahwa LDII sama saja dengan Islam Jamaah.

Seperti diketahui, fatwa MUI yang ditandatangani Ketua Umum Prof. Dr. KH. Hamka dan Sekjen Drs. H. Kafrawi, menyatakan bahwa ajaran Islam Jamaah, Darul Hadits atau apapun nama yang dipakainya adalah sesat.Karenanya dihimbau kepada umat Islam agar tidak mengikuti ajarannya. Setelah pemerintah resmi melarang aktifitas Islam Jamaah, para pemimpinnya melakukan taubat dan kembali kepada ajaran Islam yang benar. Beberapa kali kelembagaan Islam Jamaah mengalami perubahan nama dan terakhir menjadi LDII.

Menurut Natsir, pemimpin LDII bahkan pernah melakukan sumpah di hadapan MUI bahwa mereka tidak lagi menjalankan ajaran yang sudah dinilai sesat oleh MUI. Mereka berbaiat untuk benar-benar hendak kembali kepada ajaran yang benar. Karena itu pihak MUI menunggu laporan masyarakat tentang kebenaran tekad dan niat baik pihak LDII itu. Jika ternyata dalam praktek sehari-hari masih melaksanakan ajaran seperti Islam Jamaah, maka MUI tegas pemerintah agar kembali membubarkan LDII.

“Kita juga banyak mendapatkan laporan dari berbagai daerah tentang aktifitas LDII yang hanya sekedar berganti kulit dari Islam Jamaah ke LDII. Aktifitasnya ya sama saja. Kalau memang begitu, maka pemerintah harus segera membubarkan LDII,” tegas Natsir.

MUI Kota Surabaya, dalam kesempatan itu, antara lain juga melaporkan adanya keresahan masyarakat terhadap aktifitas LDII di daerah Surabaya, Jawa Timur. MUI Surabaya minta agar MUI Pusat segera mengambil sikap tegas untuk minta pemerintah membubarkan LDII. (Qr/Islampos) By PIZARO on March 7, 2013

(NAHIMUNKAR.COM)

***

Rekomendasi MUI untuk Pembubaran Ahmadiyah, LDII dan sebagainya

MUI dalam Musyawarah Nasional VII di Jakarta, 21-29 Juli 2005, merekomendasikan bahwa aliran sesat seperti Ahmadiyah, LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) dan sebagainya agar ditindak tegas dan dibubarkan oleh pemerintah karena sangat meresahkan masyarakat.

Bunyi teks rekomendasi itu sebagai berikut:

Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah.

MUI mendesak Pemerintah untuk bertindak tegas terhadap munculnya berbagai ajaran sesat yang menyimpang dari ajaran Islam, dan membubarkannya, karena sangat meresahkan masyarakat, seperti Ahmadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dan sebagainya. MUI supaya melakukan kajian secara kritis terhadap faham Islam Liberal dan sejenisnya, yang berdampak terhadap pendangkalan aqidah, dan segera menetapkan fatwa tentang keberadaan faham tersebut. Kepengurusan MUI hendaknya bersih dari unsur aliran sesat dan faham yang dapat mendangkalkan aqidah. Mendesak kepada pemerintah untuk mengaktifkan Bakor PAKEM dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya baik di tingkat pusat maupun daerah.” (Himpunan Keputusan Musyawarah Nasional VII Majelis Ulama Indonesia, Tahun 2005, halaman 90, Rekomendasi MUI poin 7, Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah).

 ***

 

Antara Pentolan Aliran Sesat LDII dan Bandar Narkoba yang Diberi Grasi

Pentolan Aliran Sesat LDII Diangkat Jadi Pemimpin Haji, Bos Narkoba Dibebaskan dari Hukuman Mati

Oleh: Hartono Ahmad Jaiz

Betapa pilu dan ngilu di hati

Ketika penjahat agama dan penjahat narkoba

Justru diangkat naik derajat

Betapa pilu dan sendunya

Ketika Abdullah Syam pentolan aliran sesat LDII yang menyatakan selain jamaahnya maka masuk neraka

Justru pentolan aliran sesat LDII itu diangkat oleh Menteri Agama Surya Dharma Ali jadi anggota Amirul Haj

Betapa ngilu dan pilunya ketika Doni penjahat bahkan produser narkoba yang durjana

Telah divonis mati, namun diberi grasi oleh Presiden SBY hingga bebas dari hukuman mati

Dalam dua tahun terakhir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan grasi kepada empat narapidana kasus narkoba. Yakni, kepada Merika Pranola alias Ola alias Tania, Deni Setia Maharwan alias Rapi Mohammed Majid, Schapelle Leigh Corby, dan Peter Achim Franz Grobmann.

Pemberian empat garasi kepada empat narapidana kasus narkoba ini jelas membantah ucapan SBY sendiri pada 2006. Ketika itu SBY mengungkapkan, pemerintah tidak akan mengampuni narapidana kasus narkoba.

“Saudara ketua Mahkamah Agung, saya sendiri, tentu memilih untuk keselamatan bangsa dan negara kita, memilih keselamatan generasi kita, generasi muda kita dibandingkan memberikan grasi kepada mereka yang menghancurkan masa depan bangsa,” tegas Presiden ketika memberikan sambutan dalam peringatan Hari Anti-Narkoba Internasional yang diselenggarakan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (30/6/2006).(lihat detik.com, Jumat, 12 Oktober 2012 | 15:59 WIB)

Betapa pilu dan ngilunya ketika “penghulu palsu” Zainun Kamal yang suka menikahkan.

Wanita Muslimah dinikahkan dengan lelaki kafir, dan itu jelas-jelas bertentangan dengan ayat yang mengharamkannya (QS 60: 10), namun kini justru Zainun Kamal itu diangkat jadi dekan Fakultas Ushuluuddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Betapa pilu dan menyedihkannya, ketika Muhibbin penghujat kitab Hadits Shahih Bukhari (kitab paling shahih setelah Al-Qur’an) tapi dia nyatakan ada hadits palsunya, justru kini dia diangkat jadi rector IAIN Walisongo Semarang.

Prof. Dr Muhibbin M. Ag (Guru Besar IAIN Walisongo Semarang) pernah menulis buku tentang kritik kitab “Shahih Bukhari”. Beliau menyatakan tidak semua hadits dalam Shahih Bukhari itu shahih, bahkan terdapat beberapa hadits termasuk kategori lemah dan palsu. Di antara alasan yang dia kemukakan di depan mahasiswa Indonesia di Mesir/  Kairo, Jum’at 11/12/09,  menjadikan tertawa geli. Para mahasiswa tampak lebih geli ketika pengkritik hadits shahih Bukhari dari IAIN Semarang itu menjawab dengan perkataan: “Apabila naql bertentangan dengan akal, maka yang didahulukan adalah akal.” tegasnya.

Sontak mahasiswa yang hadir pada saat itu seakan tertawa meringis akan tanggapan yang diuraikan oleh beliau. (Mahasiswa Mesir Ragukan Keilmuan Guru Besar IAIN Semarang Pengritik Hadits

15 December 2009 | Filed under: Dunia Islam | Posted by: nahimunkar.com)

Dengan modal itu kenyataannya kini justru dia diangkat jadi rektor. Enak tenan! Kalau sudah memelintir hal-hal dalam Islam, maka di negeri yang banyak tangan-tangan kotor yang mencekik Islam ini boleh menunggu khabar gembira.

Dapat jatah kedudukan dan semacamnya atas perusaknnya terhadap Islam. Demikian pula bila telah merusak generasi bangsa dan sangat membahayakan, misalnya dengan narkoba, maka tenang-tenang saja, toh bisa dapat grasi atau ampunan.

Aku tidak mampu lagi melanjutkan kejahatan agama dan moral yang disengaja oleh penguasa negeri ini.

Aku tidak tahu, mereka itu lebih jahat yang mana dibanding orang tua bangka yang tertangkap basah menzinai isteri tetangga.

Mana yang lebih buruk dan durjana.

Mana yang lebih durjana.

Ternyata ada ancaman yang nyata bagi mereka dan sejajar kebejatannya.

Benar-benar menjadikan murka Allah Ta’ala tertuju pada mereka para durjana, pengkhianat, pendusta dan semacamnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 ثَلاَثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ – قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ – وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ شَيْخٌ زَانٍ وَمَلِكٌ كَذَّابٌ وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ . صحيح مسلم

 “Tiga jenis orang yang Allah tidak mengajak berbicara pada hari kiamat, tidak mensucikan mereka, tidak melihat kepada mereka, dan bagi mereka adzab yang pedih: Orang berumur tua yang berzina, penguasa yang pendusta, dan orang miskin yang sombong,” (HR Muslim).

Ancaman lain pun ada.

Bahkan untuk para pendukung sang durjana.

Camkanlah hadits ini.

Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi wa Sallambersabda:

سَتَكُونُ بَعْدِي أُمَرَاءُ ، مَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ فَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ ، وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ ، فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ ، وَلَيْسَ يَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ ، وَمَنْ لَمْ يَدْخُلْ عَلَيْهِمْ ، وَلَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ ، وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ ، فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ ، وَسَيَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ

(النسائى في كتاب الإمارة)

 “Akan ada setelah (wafat)ku (nanti) umaro’ –para amir/pemimpin—(yang bohong). Barangsiapa masuk pada mereka lalu membenarkan (menyetujui) kebohongan mereka dan membantu/mendukung kedhaliman mereka maka dia bukan dari golonganku dan aku bukan dari golongannya, dan dia tidak (punya bagian untuk) mendatangi telaga (di hari kiamat). Dan barangsiapa yang tidak masuk pada mereka (umaro’ bohong) itu, dan tidak membenarkan kebohongan mereka, dan (juga) tidak mendukung kedhaliman mereka, maka dia adalah dari golonganku, dan aku dari golongannya, dan ia akan mendatangi telaga (di hari kiamat). (HR An-Nasaa’i dalam kitab Al-Imaroh dishahihkan oleh Al-Albani). [voa-islam.com]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 5.510 kali, 2 untuk hari ini)