Pada bulan Ramadhan ini tampaknya aliran sesat LDII seperti megap-megap. Paling kurang, seperti yang digambarkan di nahimunkar.com dalam beberapa judul, di antaranya:

1.      Aksi Aliran Sesat LDII yang Menodai Kesucian Masjid, Kini Hadapi Dilema https://www.nahimunkar.org/aksi-aliran-sesat-ldii-yang-menodai-kesucian-masjid-kini-hadapi-dilema/.

2.       MUI Pusat Belum Mengakui Paradigma Baru LDII https://www.nahimunkar.org/mui-pusat-belum-mengakui-paradigma-baru-ldii/.

3.       Ketua MUI Pusat: Penyerangan Masjid UIKA Momen untuk Membongkar Boroknya LDII https://www.nahimunkar.org/ketua-mui-pusat-penyerangan-masjid-uika-momen-untuk-membongkar-boroknya-ldii/.

4.       Selain dilaporkan ke polisi, para petinggi aliran sesat LDII ditantang mubahalah https://www.nahimunkar.org/selain-dilaporkan-ke-polisi-para-petinggi-aliran-sesat-ldii-ditantang-mubahalah/

5.       Terungkap di MUI Bogor: Aliran sesat LDII masih mengkafirkan orang Islam selain jamaahnya https://www.nahimunkar.org/terungkap-di-mui-bogor-aliran-sesat-ldii-masih-mengkafirkan-orang-islam-selain-jamaahnya/

6.              Dalam hal bukti kesesatannya pun cukup jelas, hingga sangat meresahkan. Karena dalam mengkafirkan orang selain jamaah LDII yang telah terungkap di MUI Bogor itu, ternyata pengkafiran itu landasannya hadits mauquf lagi dhaif. (lihat https://www.nahimunkar.org/aliran-sesat-ldii-mengkafirkan-selain-jamaahnya-pakai-hadits-mauquf-lagi-dhaif/ ).

7.       Kalau diruntut dari pelaksanaan memungut persenan (sekitar 10 persen harta) tiap bulan dari jamaahnya, maka aliran sesat ini termasuk yang diancam hadits, tidak diterima doanya. Karena disebut ‘assyaar (pemungut persepuluhan harta Muslimin tanpa sesuai syari’at Islam), bahkan dalam hadits disejajarkan  dengan pelacur.  Apalagi pendiri aliran sesat Islam Jamaah, Nurhasan Ubaidah, menurut penuturan para mantan LDII,  adalah orang yang suka berkata jorok lagi porno hampir setiap dalam pengajian. Padahal itu adalah termasuk yang diancam sebagai lima penghuni neraka, dalam hadits shahih riwayat Muslim. (lihat https://www.nahimunkar.org/mereka-yang-doanya-tertolak-dan-lima-ciri-calon-ahli-neraka/?fb_source=pubv1 ).

Sudah sebegitu jelas kesesatannya, namun anehnya, sampai kini ada oknum di MUI dan lainnya yang bersuara membela aliran sesat LDII, bahkan di bulan Ramadhan, bulan ibadah ini, yang kalau berbuat dosa maka kemungkinan lebih besar pula dosanya, kebalikan dari berbuat baik. Padahal di hari-hari biasa pun telah ada larangan keras membela orang yang khianat. Apalagi dalam kasus ini bukan sekadar pengkhianat, tapi khianat agama.  Sedangkan terhadap pengkhianat biasa (bukan pengkhianat agama) pun sudah jelas-jelas Allah larang membelanya:

{وَلَا تَكُنْ لِلْخَائِنِينَ خَصِيمًا} [النساء: 105]

« …dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat. » (QS An-Nisaa’/ 4 : 105).

Membela secara gratis saja jelas-jelas telah melanggar larangan keras dari Al-Qur’an tersebut. Apalagi kalau yang bersuara membela aliran sesat LDII itu karena ada sesuatu di belakangnya, seperti yang telah diungkap dengan disertai sumpah, di Tanah Suci, di penghujung akhir Ramadhan berikut ini :

 


Wallahi…, Petinggi LDII Akui Membeginikan MUI suap

Ilustrasi

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : (Ch H)

Julukan : (disimpan redaksi)

Tempat/tgl lahir : Rembang, 10 November 1978

Alamat :(disimpan redaksi)

No. HP : (disimpan redaksi)

Status : mantan anggota LDII

Dengan ini kami menyatakan WALLAHI, WALLAHI, WALLAHI

Telah mendengar langsung ucapan seorang tokoh dari jama’ah LDII yaitu kyai  KSMD yang saat ini menjabat sebagai salahsatu dari wakil Amir …., sehubungan dengan berhasilnya LDII menjalin hubungan baik dengan MUI. Namun tanpa disadari atau mungkin karena berbangga hati Kyai KSMD telah menodai hubungan itu dengan perkataannya sendiri yang dia ucapkan di sela-sela nasehatnya pada bulan Ramadhan pada tahun 2006, di sebuah rumah yang dikontrak TKI Jama’ah LDII di Madinah, Saudi Arabiah, yang mana waktu itu Kyai KSMD sedang bertugas memimpin jama’ah umroh dari yayasan tertentu dan seperti biasa dia menyempatkan untuk mampir ke Madinah untuk memberikan nasehat kepada Jama’ah LDII yang bekerja di Madinah.

Adapun kalimat itu adalah “Alhamdulillah hubungan LDII dan MUI sudah baik.., tapi ya dikasih duit..!”(dengan nada menghina). Kemudian peserta pengajian tertawa dan di sela-sela peserta tertawa, Kyai … menambahkan “tapi ya ojo rame-rame (bahasa Jawa)…, kemudian dia melanjutkan nasehat sampai selesai.

Demikianlah penyataan pernyataan kami agar MUI memperhatikan dan selanjutnya tidak menerima hadiah apapun dari orang-orang yang bermuka manis seperti orang-orang LDII.

Jakarta, 18 Juli 2010

Meterai Tempel 6000

Tanda tangan

(nama kun-yah, disimpan redaksi)

Catatan nahimunkar.com:

Pernyataan ini dimuat, karena keluarnya pernyataan ini berkaitan dengan hal-hal yang penting hingga menjadi pertimbangan untuk dimuatnya. Di antaranya:

1. Pernyataan itu disertai sumpah Wallahi sampai tiga kali.

2. Peristiwa itu terjadi di:

a. Kota Suci yakni Madinah.

b. Bulan ibadah yakni Bulan Ramadhan yang pahalanya bagi orang yang beramal dilipatgandakan.

c. Pada hari-hari terbaik, bahkan ada malam lailatul qadar yang lebih baik daripada 1000 bulan, karena saat itu puluhan terakhir Ramadhan, menurut pengakuan pembuat pernyataan ini.

3. Peristiwa itu beriringan waktunya dengan Rekomendasi MUI tahun 2005 yang mendesak pemerintah untuk bertindak tegas terhadap munculnya berbagai ajaran sesat yang menyimpang dari ajaran Islam, dan membubarkannya, karena sangat meresahkan masyarakat, seperti Ahmadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dan sebagainya.

Untuk lebih jelasnya, mari kita simak berikut ini.

MUI dalam Musyawarah Nasional VII di Jakarta, 21-29 Juli 2005, merekomendasikan bahwa aliran sesat seperti Ahmadiyah, LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) dan sebagainya agar ditindak tegas dan dibubarkan oleh pemerintah karena sangat meresahkan masyarakat. Bunyi teks rekomendasi itu sebagai berikut:

Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah.

MUI mendesak Pemerintah untuk bertindak tegas terhadap munculnya berbagai ajaran sesat yang menyimpang dari ajaran Islam, dan membubarkannya, karena sangat meresahkan masyarakat, seperti Ahmadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII)dan sebagainya. MUI supaya melakukan kajian secara kritis terhadap faham Islam Liberal dan sejenisnya, yang berdampak terhadap pendangkalan aqidah, dan segera menetapkan fatwa tentang keberadaan faham tersebut. Kepengurusan MUI hendaknya bersih dari unsur aliran sesat dan faham yang dapat mendangkalkan aqidah. Mendesak kepada pemerintah untuk mengaktifkan Bakor PAKEM dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya baik di tingkat pusat maupun daerah.” (Himpunan Keputusan Musyawarah Nasional VII Majelis Ulama Indonesia, Tahun 2005, halaman 90, Rekomendasi MUI poin 7, Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah).

Peringatan dari Allah Ta’ala dan Rasul-Nya:

إِنَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ بِمَا أَرَاكَ اللَّهُ وَلَا تَكُنْ لِلْخَائِنِينَ خَصِيمًا [النساء/105]

Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat. (QS An-Nisaa’: 105).

عَنْ كَعْبِ بْنِ عِيَاضٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِى الْمَالُ ». قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ إِنَّمَا نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ. (أحمد ، والترمذى – حسن صحيح غريب – وابن سعد ، والحاكم ، والطبرانى عن كعب بن عياض) تعليق شعيب الأرنؤوط : حديث صحيح وهذا إسناد قوي

Dari Ka’ab bin ‘Iyadh ia berkata, aku telah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:Sesungguhnya bagi setiap ummat ada fitnah (ujian)nya, dan fitnah ummatku adalah harta (uang). (Hadits riwayat Ahmad, At-Tirmidzi dengan berkata shahih gharib, Ibnu Sa’ad, Al-Hakim, dan Thabrani). Shahih menurut Syu’aib Al-Arnauth.

Peringatan dari Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam itu untuk semua mu’minin mu’minat, muslimin muslimat, wabil khusus para ulamanya yang dalam hadits disebut warotsatul anbiyaa’, para pewaris nabi-nabi.

Ingatlah wahai saudara-saudara se-Islam! Duit (harta) adalah sesuatu yang di akherat kelak akan dipersoalkan dari dua jurusan: dari mana diperoleh, dan untuk apa digunakannya. Belum lagi ilmu pun dipersoalkan: untuk apa ilmunya itu digunakan waktu di dunia.

Kalau pernyataan yang disertai sumpah, di Tanah Suci, di penghujung akhir Ramadhan itu memang benar-benar terjadi, maka orang-orang yang terlibat dalam kasus itu betapa mengerikannya kelak di akherat untuk mempertanggung jawabkannya: Untuk apa ilmumu wahai oknum yang disebut dikasih duit oleh aliran sesat? Dari mana uang itu kau peroleh? Dan untuk apa uang itu kau gunakan?

Lebih mengerikan lagi ketika isi jawabannya –misalnya– untuk membela dan melindungi aliran sesat yang menyimpang dari ajaran Islam, dan sangat meresahkan masyarakat.

Betapa mengerikannya…(nahimunkar.com/ ilustrasi diambil dari tribunnews.com).

(nahimunkar.com)

 

(Dibaca 4.258 kali, 1 untuk hari ini)